11241231_769044686538165_5957414181050803423_n

CHAPTER 4


Meski hawa dingin serasa mampu menusuk tulang, tapi lihat betapa manisnya bintang-bintang kecil dilangit itu tersenyum. Saling menyapa satu sama lain dengan sinarnya. Sungguh malam yang indah bukan? sekaligus akan menjadi malam yang penuh dengan kata-kata cinta. Ya… setidaknya itulah rencana indah mereka semula, sebelum pertengkaran hebat itu terjadi. Tepatnya di loby apartement adu mulut antara kyuhyun dan yonghoon menjadi bumerang bagi makan malam indah yang ia susun untuk lee hyorin. Gadis itu hanya pasrah, melihat tanpa bisa berbuatapapun.

Dan disinilah pasangan itu sekarang. Tak ada makan malam yang lezat, lilin yang wangi ataupun bunga mawar yang cantik sesuai prediksinya. Setelah puas dengan laju ugal-ugalan yang nyaris membahayakan nyawa mereka, Cho kyuhyun, pria yang masih dilingkupi rasa tak menentu menghentikan mobilnya di depan apartemen hyorin. Sungguh melenceng dari tujuan semula, Harusnya mereka menikmati moment romantic di ketinggian namsan tower, tapi jangankan untuk hal itu. Keinginan untuk makan malam saja menguap entah kemana.

Astaga suasana macam apa ini? Bahkan pandangan kyuhyun masih lurus kedepan, deru nafas tak beraturan serta cengkraman pada kemudi tak melonggar sedikitpun. Tampaknya kyuhyun tengah sekuat tenaga menahan emosi, mengingat lee hyorin masih berasa di sampingnya ia tak mau membuat gadis itu ketakutan.

“oppa,apa tak sebaiknya kita akhiri saja semua ini?”
Oke,satu kalimat yang berhasil menarik perhatian kyuhyun, “apa maksudmu dengan mengakhiri semua ini? Kau ingin hubungan kita berakhir?”

Tampaknya kau salah memilih topic pembicaraan nona! Mungkin itu solusi yang tepat tapi tidak untuk kau katakan sekarang, saat kyuhyun tengah dikuasai amarah yang membuatnya ingin sekali meledak.Tapi entah karena alasan apa. Memang benar karena yonghoon, tapi mengapa? Haruskah dia semarah ini hanya karena pertengkaran mereka? Sepertinya terlalu berlebihan.

“sejak awal hubungan kita ini salah oppa. Kau memiliki istri, dan istrimu sangat membutuhkanmu. Apa kau tak kasihan dengan yonghoon-ssi? Aku tak mau menjadi wanita perusak rumah tangga orang. Mungkin lebih baik memang harus kita akhiri”

“tidak rin-ah!! Yang salah sebenarnya bukan hubungan kita tapi pernikahan ini. Tak seharusnya semua ini terjadi. Kau tahu kan aku sangat mencintaimu? Jadi jangan pernah berpikiran atau mengatakan hal semacam itu lagi. Aku tidak suka.”

Lee hyorin dibuat bingung setengah mati dengan sikap kyuhyun. Apa sebenarnya mau kyuhyun? Pria ini bersikeras tak mau putus dengannya, tapi lihat bagaimana cara kyuhyun mengkhawatirkan yonghoon. Marah-marah tak jelas hanya karena urusan sepele,apa itu bisa dianggap sebagai bentuk perhatian pada seorang sahabat seperti yang biasa kyuhyun katakan? Entahlah.

Menangkap keraguan di wajah hyorin, kyuhyun lantas meraih kedua tangan mungil itu. Setidaknya katakan sesuatu untuk membuat gadisnya tenang. Ia tidak mau hyorin berpikir yang tidak-tidak hingga mengancam hubungan mereka. Ohh sungguh, kyuhyun belum siap melepas gadisnya pergi. Tidak, ia takkan bisa melepaskannya.

“rin-ah, kau percaya padaku bukan? Aku yakin situasi ini akan berakhir. Tunggu sampai saat itu tiba, aku akan membawamu bahagia bersamaku. Aku janji” Dengan segenap keraguan dalam hati atas apa yang kyuhyun janjikan, hyorin mengangguk perlahan. Akankah semua itu menjadi kenyataan? Bagaimana jika… ahh sudahlah. Hroyin sendiri takut membayangkannya.

“sekarang masuklah..! Mian, untuk makan malamnya kita adakan lain kali saja. Ada sesuatu yang harus kulakukan”
“baiklah”

Benar saja, kyuhyun segera tancap gas setelah hyorin benar-benar keluar dari mobilnya. Mengapa harus terburu-buru? Bahkan untuk memantau hyorin sampai ke depan pintu seperti biasapun agaknya tak sempat ia lakukan. Hyorin menatapnya miris,tahu persis apa yang membuat kyuhyun bersikap demikian. Ya, apa lagi kalau bukan masalah yonghoon.

“oppa… kau memintaku menunggu sedangkan hatimu mulai bergerak ke arah lain”
~~ ~ ~

Song yonghoon. Masih dengan perasaan berkecambuk, ia sendiri tak dapat mengartikan rasa sakit yang bergelayut di hatinya. Langkah gontai mengantarkannya ke tempat itu. Bukan lagi supermarket yang ia tuju, namun sebuah taman yang luas di tepi sungai. Seperti kata kyuhyun, gadis itu selalu datang kemari dan menyempatkandiri bermain ayunan kecil disana. Mungkin bagi kebanyakan orang ini akan terlihat kekanakan, tapi tidak bagi yonghoon. Entah kekuatan apa yang tersimpan dalam mainan kecil itu, namun tiap kali ia datang kala dirundung masalah perasaannya akan sedikit tenang setelah memainkannya.

“hahhh… apa yang terjadi padaku? Mengapa melihatnya kini begitu menyakitkan?”

Desahnya kala tak kunjung mengerti dengan apa yang ia rasakan. Aneh bukan? Ada sudut kecil di hatinya yang berdenyut tiap kali melihat kemesraan kyuhyun dan hyorin,rasanya sangat menyakitkan. Berulang kali yonghoon menepisnya namun rasa itu datang lagi dan lagi. Kenapa? Bukankah ia sendiri yang gencar mempersatukan mereka. Apa yonghoon lupa dengan apa yang dia lakukan untuk membuat mereka kembali bersama?

Ohh ini tidak bagus, jangan katakan bahwa perasaan itu telah kembali yonghoon-ah! Setelah sekian lama terkubur kini perasaan itu muncul lagi? Menyukai kyuhyun…? Astaga, demi Tuhan ini tidak benar song yonghoon. Kau sudah berjanji membuang perasaan itu jauh-jauh. Disaat kyuhyun telah menemukan cintanya tak seharusnya kau mengusik hubungan mereka.

Mendengar kata ‘lagi’, siapapun pasti tahu bahwa itu pernah terjadi. Dan ya… memang benar yonghoon menyukai kyuhyun, tapi itu dulu. Dulu sekali hingga bahkan yonghoon nyaris saja lupa.

Singkat cerita saja bahwa dulu… yonghoon yang kala itu tengah merayakan hari kelulusan dari universitas telah merancang sebuah rencana manis untuk mengungkap isi hatinya. Sebuah perasaan yang baru ia sadari bernama cinta. Setelah sekian lama, yonghoon baru sadar bahwa dirinya menyukai kyuhyun. Perasaan wajar yang bisa saja tumbuh diantara muda-mudi yang biasa hidup bersama.

Yonghoon dengan kepercayaan diri yang tinggi sangat yakin bahwa kyuhyun juga menyukainya. Terlihat jelas dari sikap kyuhyun yang hangat dan penuh perhatian. Namun ternyata, siapa sangka kyuhyun datang dengan membawa gadis itu. Kim Hyemi, gadis yang ia kenalkan sebagai kekasihnya. Maka runtuhlah dunia yonghoon seketika. Rencana manis tinggalah rencana, yonghoon harus rela mengubur perasaan itu dalam-dalam tanpa diketahui kyuhyun.

Tapiuntung saja perasaan itu baru dimulai sehingga tak menyulitkan yonghoon untukmenghapusnya, terlebih saat ia bertemu dengan pria itu. Kim hyun joong, pria tampan dengan senyuman nyaris sempurna yang bekerja di perusahaan ayah yonghoon, tak disangka berhasil menawan hatinya. Takdir memang tak pernah ada yang tahu. Niat kala itu hanya iseng pergi ke perusahaan sang ayah, malah berujung pada pertemuannya dengan hyunjoong yang sekaligus menjadi pengobat luka dihati. Cinta pada pandangan pertama, itu sungguh menggelikan. Tapi itulah yang terjadi pada yonghoon. Maka dari itulah ia terus merengek pada sang ayah untuk bekerjadi perusahaan. Yahh semacam trik kuno untuk mempermudah prosesnya menggaet sang pria pujaan.

Nasib baik tengah berpihak pada yonghoon karena tak lama kemudian mereka resmi menjalin hubungan, sungguh perjuangan yang tak sia-sia. Hyunjoong, pria yang lembut dan penuh perhatian itu bisa dengan mudah ia takhlukan. Ya, setidaknya itu pemikiran yonghoon kala itu. Namun kenyataannya jauh lebih mengejutkan. Sebenarnya pria itu memang sejak lama menaruh perhatian pada sosok yonghoon,jauh sebelum yonghoon mengenalnya. Gadis manis yang sering mondar-mandir ditempat ia bekerja, gadis yang acuh dan serampangan tapi entah mengapa dimata hyunjoong itu malah menjadi daya tarik tersendiri. Tapi ia urungkan niat untukmendekati gadis itu setelah tahu bawa dia adalah putri dari pemilik perusahaan. Hyunjoong tak mau dianggap lancang ataupun penjilat. Namun ketika menyadari bahwa yonghoon juga tertarik padanya, maka dimulailah cerita cinta yang manis antara mereka.

Kala sepasang muda mudi ini tengah dimabuk cinta, tiba-tiba yonghoon dikejutkan dengan kabar penghianatan kekasih kyuhyun langsung dari pria itu sendiri. Ohh dia masih ingat jelas betapa hancurnya cho kyuhyun kala itu. Gadis yang dengan bangga ia sebut-sebut sebagai sosok malaikat, ternyata tak lebih dari seorang penjilat yang ingin mengeruk seluruh harta kekayaan kyuhyun. Tuhan sungguh baik hati, mengungkap sebuah kenyataan pahit sebelum semuanya terlambat walau itu berarti kyuhyun harus terluka. Itulah sebab mengapa selama ini kyuhyun selalu bersikap dingin dan angkuh pada setiap orang terutama wanita. Seolah membangun benteng yang sulit ditembus oleh gadis mana saja, hingga tameng itu mulai terkikis oleh sosok bernama lee hyorin.
~~ ~ ~

Pria dengan raut cemas itu berulang kali melirik arloji di tangan, dudukpun rasanya tidak nyaman hingga ia mondar mandir kesana kemari. Begitulah kyuhyun setelah mendapati apartemennya kosong. Hampir jam sebelas malam dan yonghoon belum juga kembali. Ohh sial, jika tahu akan seperti ini harusnya ia menyeret yonghoon dan menyuncinya saja tadi. Gadis itu sungguh keras kepala dan membuatnya gila.

Ini tidak bisa dibiarkan, otaknya mulai berpikir buruk tentang keadaan yonghoon. Dimana gadis itu? Mengapa dia belum kembali? Apa yang terjadi? Dan ponsel yonghoon yang sama sekali tak bisa dihubungi membuat kepalanya serasa ingin pecah saja. Kyuhyun harus segera bertindak atau… setidaknya dia harus memastikan sesuatu. Mungkin saja lee donghae tahu dimana yonghoon berada, ohh semoga.

“yeoboseo,hyung…”
“eoh kyuhyun-ah, wae?”
“apa yonghoon bersamamu sekarang?”
“tidak, tadi dia bilang akan kemari.Tapi sampai sekarang belum datang.”
“lalu kemana dia sekarang?”
“ini tidak benar kyu, kau harus mencarinya. Akan kubantu mencari gadis itu”
“arraseo hyung”

Pupus sudah harapan kyuhyun satu-satunya. Jika yonghoon tak bersama donghae, lalu dimana gadis itu sekarang? Secepat kilat kyuhyun menyambar mantel dan kunci mobilnya. Menyesal karena tak mencari yonghoon sejak tadi. Sempat terbakar emosi membuatnya berusaha mengacuhkan yonghoon, tapi apa yang terjadi? kini dia harus kelimpungan sendiri karena rasa cemas dan tak tenang.

‘nomor yang anda tuju sedang tidak…’
“sial, berani sekali kau mematikan ponselmu?”

Rahangnya kembali mengeras saat suara operator itu lagi yang terdengar. Sepanjang perjalanan kyuhyun terus menghubungi yonghoon tapi nomornya tetap tidak aktif. Kyuhyun bersumpah ingin menelan gadis itu bulat-bulat jika ia temukan nanti. Beraninya dia membuat kyuhyun jungkir balik mengkhawatirkannya. Tapi masalahnya sekarang, kemana dia harus mencari gadis itu?

Pikir lagi cho kyuhyun, kau bukan sehari dua hari mengenalnya bukan? Apa kau lupa tempat yang biasa ia kunjungi? Ayolah, dulu dia selalu merengek minta di temani untuk datang kesana. Bahkan sampai sekarangpun yonghoon tak pernah bosan dengan tempat itu. Tempat penuh kenangan masa kecil kalian berdua.

Sembari berpikir keras, kyuhyun sengaja membuat lajunya pelan. Siapa tahu di sisi kanan atau kiri jalan terdapat yonghoon, tapi apa yang ia temukan? Sebuah arena permainan lengkap dengan ayunan disana. Dan bagusnya, hal itu membuatnya ingat akan sesuatu.

“gadis bodoh!! jika sampai aku menemukanmu disana, tamatlah riwayatmu!!!”

Geram kyuhyun sebelum menambah laju mobilnya untuk sampai ke tempat itu, taman dekat sungai han. Semoga saja tebakan kyuhyun benar.
~~ ~ ~

Tak jauh berbeda dengan situasi yang kyuhyun alami, ahh apa yonghoon sengaja membuat panik semua orang? Seorang wanita hamil berkeliaran di tengah malam begini, benar-benar kurang kerjaan. Lee donghae, bahkan ia baru masuk rumah seusai bekerja ketika kyuhyun menelpon dan menanyainya tentang keberadaan yonghoon. Jadi gadis itu menghilang… lagi? Bukan menghilang, pasti dia tengah menyendiri di suatu tempat seperti kala itu. Cibirnya dalam hati, tahu betul betapa keras kepalanya yonghoon.

Masih dengan pakaian yang sama, pria itu bahkan tak sempat berganti baju. Untuk saat ini menemukan yonghoon adalah yang terpenting. Disambarnya kunci mobil itu dan hendak keluar rumah namun…

Cklekk…

“astaga…”

Belum genap selangkah donghae keluar, ia dikejutkan oleh sosok gadis yang menjadi sumber kepanikan itu telah berdiri dihadapanya lengkap dengan senyum lebar dan wajah tanpa dosa andalannya. Baguslah tak perlu susah payah mencari, ternyata diamalah datang sendiri.

“yonghoon-ah,kenapa kau disini?”
“oppa,kau mau pergi? Bukankah sudah kubilang aku akan kemari?”

Lihat tampang polosnya itu, ohh demi Tuhan donghae benar-benar tak tahu harus merasa lega atau marah dan memukul yonghoon. Berani membuat semua orang kelimpungan dan kini malah bertanya seolah tak terjadi apa-apa? Astaga.

“yakk…!!Kau tidak tahu kami semua panik mencarimu? Kemana saja kau ini?”
Yonghoon mengerjap mendengar teriakan keras itu. Tapi donghae bilang ‘kami’? apa termasuk kyuhyun? tapi siapa lagi kalau bukan dia. Jadi kyuhyun juga sedang mencarinya? Jangan bercanda, kyuhyun kini tengah asik berkencan dengan hyorin. Cibir yonghoon dalam hati.

“aku hanya berjalan-jalan sebentar”
“sebentarkau bilang? Lihat jam berapa sekarang! Dan kenapa ponselmu tak bisa dihubungi?Astaga song yong hoon… berhentilah membuat kami gila karena terus mengkhawatirkanmu”

Donghae terlihat putus asa, tak tahu lagi bagaimana meladeni sifat yonghoon. Jujur saja ia mulai lelah tapi untuk mengabaikan yonghoon, mana bisa ia lakukan. Melihat yonghoon berubah menjadi sosok dingin dan murung tiap kali bertemu denganya, donghae sedikit tak rela. Ia merindukan yonghoon yang periang, serampangan dan semaunya sendiri, seperti dulu. Berceloteh dengan gaya frontal yang kadang membuatnya emosi, tapi itu lebih baik ketimbang melihatnya seperti ini. Menyedihkan!

“kau benar… Selama ini aku hanya merepotkan kalian. Tak hanya kyuhyun tapi kau juga ikut terbebani. Maafkan aku, aku memang menyusahkan”

“bukan…bukan itu maksudku yonghoon-ah” hati donghae semakin teriris mendengar pengakuan yonghoon. Sejak menikah dengan kyuhyun, gadis itu selalu dihantui rasa bersalah. Ia merasa selalu menjadi beban bagi orang lain. Tapi sungguh bukan hal semacam itu yang ada di benak donghae sekarang.

“tapi itulah kenyataannya oppa.. aku memang selalu menyusahkan. Dan itulah mengapa aku ingin minta maaf padamu sekarang. Bolehkan aku merepotkanmu lagi? Bolehkankau membiarkanku masuk dan istirahat di dalam? Aku lelah sekali”
“ohh tentu, tentu saja. Masuklah dulu, kau pasti kedinginan terlalu lama berada diluar”

Benar juga, donghae baru sadar kalau sejak tadi mereka bicara panjang lebar masih didepan pintu. Setidaknya biarkan yonghoon masuk dulu, baru mereka akan puas berkoar tentang apa yang mereka rasakan. Kalap melihat yonghoon tiba-tiba muncul membuatnya tak bisa menahan diri.

“lalu, apa yang akan oppa lakukan?”
“aku akan menghubungi kyuhyun”
“jangan beritahu aku disini!”
“wae? Dia pasti khawatir padamu yonghoon-an”

“akan kuberi tahu dia untuk berhenti mencariku” titah yonghoon tak terbantahkan.Donghae hanya mendengus pasrah melihat yonghoon bergegas masuk kerumahnya. Ia berharap situasi ini akan cepat berakhir. Tak tahan lagi melihat dua sahabatnya selalu bersitegang seperti ini. Bisakah mereka hidup dengan damai sebentar saja? Hah…andai saja kala itu dia yang menikahi yonghoon, bukan kyuhyun. Pasti kejadiannya takkan serumit ini. Jujur saja Donghae tak keberatan menggantikan posisi hyunjoong kala itu, karena sedikit banyak sosok yonghoon masuk ke dalam tipe idealnya. Jadi tidak sulit baginya untuk mulai menyukai yonghoon.

Tapi semua telah berlalu, jadi hentikan pikiran bodohmu itu lee donghae!
~~ ~ ~

Setelah mobilnya terparkir, kemudian ia lari sekuat tenaga sambil berharap gadis maniak ayunan itu tengah bermain disana. Kyuhyun tak tahu harus mencari yonghoon kemana lagi jika dia tak ada di tempat itu. Dari kejauhan nampak seorang gadis tengah berdiri di arena permainan. Perasaan kyuhyun mulai tenang, meski tampak dari belakang tapi gaya rambut serta bentuk tubuh itu tampak familiar dimatanya jadi ia yakin bahwa itu yonghoon. Namun tak lama kemudian hati kyuhyun dibuat meradang saat seorang pria tiba-tiba memeluk yonghoonnya. Apa-apaan mereka? kyuhyun segera menghampiri dua orang itu. Ia pun dengan kasar menarik yonghoon hingga pelukan itu terlepas, dan lihat betapa terkejutnya kyuhyun saat mengetahui wanita itu bukanlah song yonghoon. Mereka hanya sepasang muda mudi yang tak ia kenal samasekali.

“apa-apaan kau ini?” pria itu sewot. Tak rela gadisnya diserobot oleh pria lain di depan mata.
“maafkan aku…maafkan aku. Tapi apa kalian melihat seorang wanita hamil ada di sekitar sini? dia kurus dan tingginya sekitar 165cm. apa kalian melihatnya?”
“tidak,kami baru saja sampai.”
“benarkah? Kalau begitu terimakasih”

Untuk kesekian kalinya kyuhyun harus kecewa. Pria itu mengusap wajahnya frustasi,kenapa susah sekali mencari yonghoon? dimana dia sebenarnya. Jangan sampai hal yang buruk menimpa yonghoon, atau bahkan mungkin seseorang mencelekainya? Jika memang benar Kyuhyun bersumpah takkan mengampuni orang itu. “astaga yonghoon-ah, dimana kau sebenarnya?”

Drrrrtttt…

Kyuhyun terlonjak saat ponselnya bergetar, semoga itu kabar dari donghae mengenai yonghoon jadi ia bisa sedikit lebih tenang. Tapi dugaannya salah, pesan itu bukan dari donghae melainkan dari yonghoon sendiri.

“kyuhyun-ah, berhenti mencariku. Aku baik-baik saja”

Ohh layaknya lolos dari jerat yang mencekik setelah membaca pesan yonghoon, kyuhyun mulai bisa bernapas lega. Setidaknya kyuhyun tahu bahwa yonghoon dalam keadaan baik, tapi ia harus tahu dimana gadis itu berada? Dan satu lagi, dari mana yonghoon tahu kalau dia sedangmencarinya?

‘nomor yang anda tuju…’

Lagi-lagisuara operator itu membuatnya muak. Mengapa yonghoon mematikan ponselnya lagi?Ini sungguh tidak beres, ia pasti sengaja melakukannya. Atau jangan-jangan… leedonghae, ya… semoga donghae berhasil menemukannya, kyuhyun lantas menghubungi donghae namun sialnya lagi pria itu malah ikut-ikutan tak menjawab panggilannya.

Kyuhyun mulai tak mengerti dengan situasi ini. Haruskah ia pulang saja? Duduk manis dirumah dan menunggu yonghoon pulang? Daripada ia harus berputar-putar tak jelas mencari yonghoon yang entah berada dimana. Toh yonghoon bilang dia baik-baik saja bukan?

“hahh…apa yang harus ku lakukan?” Gumamnya. Kyuhyun tampak putus asa, ia terlalu lelah.
~~ ~ ~

Lee donghae kini lebih santai dengan pakaian rumahnya, mulai menghampiri yonghoon bersama dua cangkir minuman yang berbeda. Kopi untuknya sendiri dan satu lagi berisi susu hangat ia sodorkan pada yonghoon. Gadis itu mendesah, tampaknya sedang tak berminat dengan benda putih cair itu.
“oppa,bolehkah aku minta kopimu saja?” rengeknya dengan tatapan penuh minat pada kopi donghae.

“dan aku yang harus minum susu hamil ini? Kau gila?”
“kau kan bisa membuatnya lagi. Ayolah, aku sedang butuh sesuatu yang bisa membuatku tenang”
“kau mau coklat hangat?”
“mmm…aku mau sekali itu” lihat wajah imut yonghoon itu tampak sangat antusias, ia mengangguk-angguk layaknya anak kecil. Coklat hangat? Wahh… membayangkannya saja liur yonghoon nyaris bercucuran.

“kau bisa buat sendiri didapur, tapi kalau kau tidak mau maka minumlah ini dan jangan banyak protes lagi” kata donghae enteng dan mulai duduk di salah satu sofa.

Tebak bagaimana reaksi yonghoon! kalau biasanya dia akan mengomel tanpa henti tapi kali ini ia hanya pasrah. Telalu malas jika harus membuatnya sendiri. Donghae sungguh menyebalkan, apa susahnya pergi ke dapur sebentar. Lagipula takkan menghabiskan waktu seharian penuh untuk sekedar mengubah coklat bubuk itu menjadi cair. Atau anggap saja sebagai bentuk pelayanan yang baik terhadap tamunya. Yah… meski tamu tak diundang, super cerewet dan menyusahkan tentunya.

“kau sudah menghubungi kyuhyun?” tanya donghae memastikan, ia tak mau kyuhyun masih berkeliaran diluar sana hanya demi mencari gadis gila ini.
“eoh”
“kau sudah minta maaf padanya?”
Yonghoon mengernyit heran, “untuk apa aku minta maaf padanya? Aku mau pergi kemanapun itu bukan urusan dia. Aku hanya katakan padanya agar berhenti mencariku”

“yaissh…gadis bodoh! Kau ini sungguh keras kepala. Persis seperti kyuhyun!!”
Yonghoon tampak acuh mengangkat bahunya santai sambil menyesapi susu hangat pemberian donghae yang terasa hambar, tidak enak sama sekali. Sebenarnya apa yang donghae berikan padanya?

Brakk…brakk…brakk…
“hyung!! Donghae hyung, kau didalam?”

Teriakan itu nyaris membuat mereka tersedak. Siapa si gila yang berani menggedor pinturumah orang malam-malam begini? Sungguh tidak sopan. “apa itu kyuhyun?” tebak donghae.

“hyung buka pintunya!! ini aku kyuhyun”

Dan benar saja keduanya mulai panic, tak menyangka kyuhyun akan datang kemari.
“oppa,kau yang memanggilnya kesini?” yonghoon asal tuduh. Tapi siapa lagi yang patut dicurigai selain pria itu.
“tidak.Aku bahkan tak menjawab teleponnya”

Lalu suruh siapa kyuhyun kemari? Ohh sial, apa yang harus yonghoon lakukan sekarang?Jangan sampai kyuhyun tahu dia ada disini. Gawat kalau pria itu tahu, dia bisa mengamuk dan menghabisinya saat itu juga.

“oppa cepat temui dia, tapi jangan katakan kalau aku disini!”
“tapi,heii… kau mau apa? Itu kamarku”
“sudah cepat sana!!” titah gadis itu sambil berlari menuju sebuah pintu. Ia harus bersembunyi jika ingin lolos dari amukan kyuhyun. Setelah masuk dalam ruangan itu, yonghoon dibuat shock setengah mati oleh pakaian yang berserakan dilantai, selimut dan sprei tak terpasang dengan benar serta lihat tumpukan buku tak beraturan itu di sana sini. Ya Tuhan… apa ini layak disebut kamar?Sepertinya lebih pantas dinamai kandang sapi atau kuda.
“ckckck…dengan sangkar seperti ini dia masih berani menyebut dirinya dokter? Astaga,dasar pria jorok!!”
~~ ~ ~

Sedangkan diluar sana donghae lengkap dengan keringat dinginnya mulai membuka pintu. Ia harus tenang jika tak ingin kyuhyun curiga.
“hyung,kau berhasil menemukannya?” kyuhyun langsung menyelonong masuk tanpa permisi. Ia pikir yonghoon sudah ada di dalam, tapi ternyata dugaannya salah. Yonghoon tak ada sama sekali. Donghae sempat cemas dengan tindakan kyuhyun “tidak…akutidak berhasil menemukannya”

“astaga kemana dia sebenarnya? Aku sudah mencari ke setiap tempat tapi belum juga ketemu. Kita harus mencarinya kemana lagi?”
“tenang kyuhyun-ah, tenangkan dirimu!!”

“bagaimana aku bisa tenang sedangkan ia masih berkeliaran diluar sana? Bagaimana jika seseorang mencelakainya atau sesuatu yang buruk terjadi padanya. Ohh ya Tuhan”
“tidak kyu, dia pasti baik-baik saja. Sekarang duduklah!”

Dia menggiring kyuhyun duduk disalah satu sofa namun, astaga cangkir itu… mengapa yonghoon tidak membawa serta cangkir susunya. Dasar bodoh. Sekarang apa yang harus donghae lakukan? Bagaimana kalau kyuhyun sampai curiga.

“hyung,kau sedang ada tamu?” sial, kyuhyun jelas menatap curiga kedua cangkir itu.
“ti..tidak.ahh ini? Ini susuku tadi pagi. Aku belum sempat membawanya kebalakang”

“benarkah?Atau mungkin tadi yonghoon kemari?” ohh bagus cho kyuhyun dan… tamatlah riwayatmu donghae-ah.
“mwo?a..aniya.. aniya. Kyu sebenarnya apa yang terjadi hingga yonghoon kabur sampai sekarang?” Dasar lee donghae! ia mencoba gunakan otak bulusnya untukmengelabuhi kyuhyun. Dengan begitu berharap kyuhyun tak lagi curiga.

“kami sempat bertengkar hebat sebelum dia pergi”
“bertengkar?Kau menyakitinya lagi?”

Tak terima dengan tuduhan donghae, kyuhyun lalu menatapnya tajam. “sudahlah jangan bahas masalah ini lagi. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita menemukannya”

“sepertinya kau sangat menghawatirkan yonghoon?” entah donghae ini bodoh atau apa. Melihat kyuhyun hamper mati karena cemas, ia masih saja bertanya hal yang tidak penting. Atau… mungkinkah ia sengaja?

“kau gila? Tentu saja aku sangat khawatir. Kalau tidak untuk apa aku jungkir balik mencarinya? Dia itu sedang hamil. Dan dia juga belum sembuh betul dari sakitnya kemarin. Aku takut terjadi apa-apa di luar sana” mata kyuhyun meredup kala meluapkan segala bentuk kekhawatiranya pada yonghoon. Seolah dia benar-benar takut kehilangan gadis itu.

“kenapa?Kenapa kau begitu mengkhawatirkannya?”

“tentu saja karena dia itu adalah i…” kyuhyun yang sadar dengan ucapannya tak lagi meneruskan kalimat itu. Bagus, kini kau telah masuk dalam perangkap leedonghae, kyuhyun-ah. Pria itu memang licik, sengaja memanfaatkan emosi kyuhyun yang sedang labil untuk memancing isi hatinya.

“istri?Jadi selama ini kau menganggapnya sebagai istrimu?”
Kyuhyun terlihat gelisah, mengutuk dirinya sendiri yang dengan mudah terpancing emosi.Ia mulai sadar bahwa donghae telah menjebaknya. Sial, kini bagaimana caranya dia bisa keluar dari situasi ini.

“jikakau menganggap yonghoon sebagai istrimu lalu mengapa kau tak pernah bersikapbaik padanya? Kau bersikap dingin dan tak memperlakukan yonghoon sebagaimanadia istrimu?”

Donghae terus lemancarkan aksinya, kyuhyun semakin terpojok oleh setiap kalimat yang ia keluarkan. Sebenarnya ia tahu apa yang ada di hati kyuhyun. Samar-samar donghae bisa membaca lewat tatapan kyuhyun pada yonghoon selama ini, namun sikap kyuhyun seakan terus menyangkalnya.

“kau bersikap seolah tak ingin kehilangan yonghoon, tapi kau malah terus menyakitinya dan bahkan kau masih berhubungan dengan hyorin? Astaga kyuhyun-ah,tidakkah berpikir bahwa kau ini sangat egois?”

Mendengar nama hyorin ikut dibawa-bawa dalam masalah ini, kyuhyun merasa tidak terima.Namun hatinya tak menyangkal sedikitpun setiap apa yang dikatakan donghae.Bahkan semua terasa jelas. Jujur saja kyuhyun juga merasa demikian tapi bagaimana mungkin kyuhyun akan mengakuinya. Memang setelah ia tahu apa yang ia rasakan, lalu apa yang harus ia lakukan? Bersikap baik dengan yonghoon? Belajar mencintai gadis itu? Dan meninggalkan hyorin begitu saja? Ohh bahkan baru beberapa jam yang lalu ia menjanjikan sebuah kebahagiaan pada hyorin.Memintanya menunggu hingga saat itu tiba. Lalu sekarang dia harus mengingkari janji itu lagi? Yang benar saja.

“apa kita perlu membahas masalah itu? Lebih baik kita panggil polisi untuk ikut mencarinya?”

“tidak perlu!! Karena sekarang dia ada disini” kata donghae emosi. Tidak puas dengan jawaban kyuhyun. Susah sekali membuat kyuhyun mengakui perasaannya, padahal kurang sedikit lagi.

“apa kau bilang?”
“ya,sejak tadi dia memang ada disini”
“berengsek!!!Mengapa kau tidak bilang dari awal?”

Kyuhyun yang terlanjur emosi lantas bangkit dari duduknya. Dengan gerakan cepat dia mengcengkram kaos yang dikenakan donghae dan BUGHH… satu pukulan berhasil mendarat mulus di rahang sebelah kiri donghae. “kau sengaja membohongiku?” priaitu masih belum melepaskan cengkramannya.
Mendengar keributan diluar sana yonghoon yang sejak tadi sibuk merapihkan kamar yang berantakan itu segera keluar dan melihat apa yang terjadi. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat donghae dalam cengkraman kyuhyun. Pria itu siap malayangkan pukulan berikutnya, ohh bahkan ia shock melihat darah yang keluar di sudut bibir donghae.

“kyuhyun-ah,apa yang kau lakukan?”
Dua pria itu mematung dan melempar tatapan mereka pada yonghoon. Kurasa waktunya tepat karena pukulan itu belum sempat mengenai donghae lagi. “lepaskan!! Kenapa kau memukul donghae oppa? Aku yang melarangnya memberitahumu kalau aku disini”Yonghoon bergegas menarik pria itu menjauh dari kyuhyun. Ia tak mau donghae babak belur karena kesalahpahaman ini.

“ohh bagus, jadi kalian berdua sekongkol? Kalian sengaja mempermainkanku?” kyuhyun berteriak emosi. Tidak terima dirinya dijadikan bahan permainan oleh dua orang itu. Terlebih ia menyesal karena telah mengkhawatirkan yonghoon.

“tidak kyuhyun-ah, aku.…”

“ya!!!Aku memang sengaja melakukan semua ini.” sergah donghae sebelum yonghoon selesai dengan kalimatnya. “Aku sengaja melakukannya agar kau mau mengakui perasaanmu. Aku tahu perasaanmu sebenarnya kyuhyun-ah tapi kau berusaha menyangkalnya dengan sikap bodohmu itu.”

“berengsek!!Diam kau lee donghae…!!!”

“kyuhyun-ah hentikan!! Kumohon hentikan!” gerakan kyuhyun terhenti karena dekapan erat yonghoon pada tubuhnya. Gadis itu berusaha menenangkan kyuhyun agar tak memukul donghae lagi. Sekaligus ia merasa bersalah pada kyuhyun.

“kau bahkan tak mau kehilangan yonghoon tapi kau malah terus menyakitinya”
“sudah cukup oppa!! Hentikan semua ini!!” dekapan itu terlepas bersamaan dengan tatapan tajam yonghoon pada lee donghae. “kyuhyun tak pernah sekalipun menyakitiku. Ia tak pernah berniat melakukannya. Kyuhyun hanya…”

“omong kosong!! Hentikan sandiwaramu song yonghoon!! Jangan sok membelaku didepan priaitu, aku muak mendengarnya!”

Betapa hati yonghoon mencelos mendengar kalimat tajam itu keluar dari bibir kyuhyun.Bagaimana bisa kyuhyun malah menuduhnya bersandiwara? Sungguh, kejadian ini benar-benar diluar dugaan. Yonghoon sendiri tak menyangka akan seperti ini jadinya.

“selamat atas kesuksesan kalian mengerjaiku. Sekarang silahkan berpesta! aku tidak bisa lama-lama disini karena aku muak melihat kalian”
“bukan seperti itu. Kyu dengarkan aku dulu.. kyuhyun-ah!!!”

Seberapa keraspun yonghoon memanggilnya, kyuhyun tak akan berhenti dan berbalik menemuinya lagi. Pria itu telah pergi membawa luka dihati karena merasa tertipu oleh kedua sahabatnya sendiri. Tak hanya itu, perkataan donghae telah berhasil membuatnya emosi.
~~ ~ ~

Dua hari berlalu, terhitung sejak kepindahan mereka ke rumah baru. Sebuah rumah mewah dari keluarga Song hadiah atas pernikahan kyuhyun dan yonghoon. Terletak di kompleks perumahan elite daerah Gangnam, rumah yang terdiri atas dua lantai itu berdiri paling gagah diantara yang lain.

“selamat sore nyonya?”

Sore itu, yonghoon baru pulang dari rumah orang tuanya. Sejak menikah yonghoon jadi jarang menjenguk ayah dan ibunya, karena tak mau disebut anak durhaka kemarin ia sengaja meluangkan waktu. Ayah dan ibu yonghoon bilang akan ke luar negeri selama seminggu, setidaknya ia harus mengantarkan mereka.

“oh iya bi, apa kyuhyun belum pulang?” tanya yonghoon. Wanita paruh baya yang dipanggil bibi itu adalah Kim Ah Jeong, seorang pekerja di rumah barunya itu. Kandungan yang semakin tua memaksa yonghoon menyewa seorang pembantu. Lagipula untuk membereskan rumah sebesar ini sendirian, mana ia sanggup.

“belum nyonya, dan sepertinya tuan kyuhyun tidak akan pulang untuk beberapa hari ini”
“mwo?wae? Darimana bibi tahu?”
“tuan kyuhyun pergi ke Busan hingga beberapa hari untuk urusan bisnis. Tuan sendiri yang menyuruh saya untuk mengatakan ini pada nyonya”
“benarkah?kenapa dia tak mengatakannya langsung padaku?”
“maaf,saya kurang tahu nyonya”
“baiklah,terimakasih bi”

Yonghoon segera naik ke lantai atas, tempat dimana kamar pribadinya berada. Ketika ia membuka lemari berniat ganti baju, benar saja… tumpukan baju kyuhyun sedikit berkurang. Sepertinya kyuhyun membawa serta beberapa helai pakaiannya, sudah pasti kyuhyun akan menginap beberapa hari disana. Hahh… tapi apa susahnya mengatakan hal itu langsung pada yonghoon. Ia tahu sampai sekarang kyuhyun masih marah karena kejadian salah paham dirumah donghae. Tapi untuk urusan seperti ini yonghoon berhak tahu bukan?

Namun kembali lagi pada kenyataan, kyuhyun memang tak pernah ijin padanya saat kemanapun ia akan pergi. Kalaupun memang ada urusan penting, kyuhyun hanya akan memberitahunya lewat pesan singkat saja, itupun jarang ia lakukan. Jadi seiring berjalannya waktu yonghoon takkan merasa kaget jika mendapati kyuhyun takpulang semalaman.

Sepertinya ia harus melewatkan malam ini sendirian lagi. Yah meski malam-malam yang ia lalui bersama kyuhyun tak pernah ada yang special tapi setidaknya saat ia terbangun di tengah malam, ada kyuhyun disisinya. Yonghoon bisa sepuasnya memandangi kyuhyun yang tengah tidur lelap. Ia paling suka wajah polos kyuhyun saat pria itu tertidur, seperti bayi yang tak berdosa. Begitu polos dan menggemasnya.Siapapun yang melihatnya pasti takkan menyangka pria sepolos itu ternyata akan berubah menjadi dingin dan angkuh saat ia terbangun. Sungguh moment indah yang langka bukan?
~ ~ ~ ~

Kala mentari siap menebar kilau cahaya dan kehangatan dari tubuhnya, angin lembutpun kian menyapa jutaan kelopak bunga indah di luar sana. Cantik sekali bukan? Meski tampak dari kejauhan tapi lautan bunga berwarna kuning menyala itu tak boleh kita lewatkan begitu saja. Dari sisi lain kau bisa puas memandang birunya laut lepas dengan bebatuan karang sebagai pembatasnya. Wahh… sungguh pemandangan yang menakjubkan. Siapapun pasti mengenal tempat ini dengan baik. Ya.. Jeju, pulau terindah di korea. Surga bagi para wisatawan terlebih bagi para pasangan.

Begitulah… cho kyuhyun memang tak pernah salah memilih tempat. Tak perlu jauh hingga terbang ke luar negeri, disinipun banyak tempat indah untuk sekedar berlibur menghabiskan waktu bersama sang kekasih. Restoran ini salah satunya. Sembari menuggu sarapan datang, mereka tak mau melewatkan pesona indah yang ditawarkan oleh alam jeju. Tapi bagi kyuhyun, semua itu tak mampu menandingi indahnya lengkungan manis di bibir lee hyorin.

“kau suka dengan tempat ini?
“mmm… tentu aku suka”

Mereka saling menatap teduh, menampilkan senyuman terbaik masing-masing. Oh ya, kapan terakhir kali mereka menghabiskan waktu berdua seperti ini? Itu sudah lama sekali.

“tapi oppa, apa tidak masalah kita berlibur tanpa memberi tahu yonghoon-ssi?”

Pria itu hanya diam, lebih baik melempar tatapannya ke luar jendela. Tak berminat sedikitpun dengan topic pembicaraan ini.

“apa kau tidak takut dia akan tahu dan marah padamu? Terlebih dia pasti sangat membutuhkanmu diru…”
“jangan mulai lagi rin-ah! Bisakah kita tidak membicarakan masalah itu sekarang? Aku tidak mau acara liburan kita rusak karena masalah tidak penting”
“baiklah. Tapi tunggu sebentar, aku ke toilet dulu”

Apa kyuhyun bilang tadi? Tidak penting? Ohh baiklah, mungkin baginya berbohong pada yonghoon bukan perkara besar yang patut ia pusingkan. Tapi bagaimana dengan hyorin? Berlibur dengan suami orang secara diam-diam, ia bersumpah itu adalah hal terkeji yang pernah ia lakukan. Bayangkan jika kebetulan ada seseorang yang mengenal siapa mereka dan melihat mereka tengah bermesraan, kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya?

“sial” umpat kyuhyun tiba-tiba.

Perkataan sang kekasih tampaknya sukses memecah belah moodnya hingga berkeping-keping. Tahukah lee hyorin? Kyuhyun tengah mati-matian membuang yonghoon dari pikirannya. Gadis itu selalu muncul dalam bayang-bayang kyuhyun kemanapun ia pergi belakangan ini. Jujur saja liburan kali ini bukan semata-mata ia ingin menghabiskan waktu bersama hyorin. Berkat perkataan donghae tempo hari ia mulai sadar akan perasaannya pada yonghoon. Dan kyuhyun juga sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan besar.

Mencintai yonghoon? Yang benar saja. Lalu bagaimana dengan hyorin? apa kyuhyun juga masih mencintainya? Tentu! ia tekankan berulang kali pada dirinya sendiri bahwa hyorinlah cinta yang sesungguhnya. Hyorinlah pemilik hatinya sejak awal hingga akhir nanti. Kyuhyun harus ingat apa janjinya, membuat hyorin bahagia dengan terus bersamanya. Perkara yonghoon, kyuhyun yakin itu hanya perasaan sesaat karena mereka tinggal bersama. Jadi tidak mungkin dia benar-benar mencintai yonghoon. Dan sebelum perasaan itu tumbuh lebih dalam lagi kyuhyun harus segera menyingkirkannya.
Tapi kita lihatapa kyuhyun benar-benar mampu melakukan hal itu? Cih.. bahkan kini ia mulaimengkhawatirkan yonghoon lagi. Mulai bimbang apa ia perlu menghubungi gadis itu? Paling tidak menanyakan tentang keadaan yonghoon, mungkin itu tidak masalah.

“yeoboseo, bibi Kim ini aku Kyuhyun”
“ya tuan”
“apa yonghoon baik-baik saja?”
“ya tuan, tapi sejak pagi ini nyonya belum juga keluar dari kamarnya”
“mwo? apa diapulang larut lagi semalam?”
“tidak tuan, nyonya pulang tepat pukul 06.00 sore”
“baiklah,sekarang tolong bawakan makanan kekamar dan cek keadaannya. Setelah itu hubungi aku lagi!!”
“baik tuan”~

“oppa…”
“eoh, kau sudah kembali? Ayo cepat makan”
“oppa terlihat cemas, siapa yang menelpon barusan?”
“bukan siapa-siapa, sudah cepat makan nanti keburu dingin”
~ ~ ~ ~

Kembali menatap bayangan diri yang terpantul oleh cermin besar itu, yonghoon lantas tersenyum.Entah mengapa akhir-akhir ini dia jadi suka merias diri. Setelah memasangkan dua jepit kecil di rambutnya yang terurai, yonghoon mulai berputar memastikan penampilannya sekali lagi.

“hahh… dengan adanya kau didalam sana, eomma jadi terlihat semakin cantik sayang” tuturnya lembut dengan senyum mengembang kala melihat perutnya yang buncit. Ditambah lagi dress pink tanpa lengan dengan panjang selutut itu membuatnya terlihat manis sekaligus mempesona.

Puas berdandan yonghoon segera keluar kamar untuk sarapan, namun dari sana ia melihat bibi Kim dengan nampan berisi penuh makanan hendak naik ke lantai atas. “bibi, mau dibawa kemana makanan itu?” tanya yonghoon masih dari tempatnya.

Bibi kim yang terkejut itu pun berhenti dan menatap yonghoon di atas sana, “tadinya ingin kuantarkan pada nyonya”
“tidak perlu…taruh saja di meja makan aku akan segera turun”
“baik nyonya”

Ddrrrttt…ddrrrrtttt…

Baru saja yonghoon akan turun, ponsel digenggamannya tiba-tiba bergetar karena sebuah panggilan. Ia lantas berhenti dan mulai mencari tahu siapa yang menelpon,barang kali itu kyuhyun.

“yeoboseo”
“annyeong chingu-yaaa…”
“ommo… apa ini min-ah si cerewet itu?” ya, dia adalah park min ah, teman yonghoon waktu kuliah dulu. Gadis ini memang agak cerewet, tapi jangan salah… dia adalah satu-satunya gadis yang betah dengan sikap serampangan yonghoon.
“yakk…!! Kau ini masih saja memanggilku cerewet”
“ahaha tentu saja. Oh iya, sejak pindah ke jeju kau jadi jarang menghubungiku”
“mianhe… aku sibuk sekali disini. Pelanggan semakin banyak jadi aku jarang punya waktu luang.”
“Benarkah? Jadi bisnis rentoranmu berjalan lancar?”

“Ya begitulah.Oh ya hoon-ie, kenapa kau tidak bilang kalau kau ada di jeju sekarang?”

“mwo? kau ini bicara apa? Saat ini aku masih di Gangnam”
“benarkah? Tapi kulihat tadi kyuhyun bersama seorang gadis tengah makan di restoranku. Ku kira itu kau?”

Yonghoon sempat tercengang, tidak mungkin itu kyuhyun. Bibi kim bilang kyuhyun pergi ke Busan,bukan jeju. Lagipula untuk apa kyuhyun di sana?

“mungkin kau salah lihat min-ah… pasti itu bukan kyuhyun.”
“tidak mungkin!!jelas-jelas aku melihatnya. Aku tidak mungkin salah mengenali pria setampan kyuhyunmu itu. Oh iya, apa kalian sudah punya calon bayi sekarang?”

Tidak, ini tidak benar. Kyuhyun bilang dia pergi ke Busan untuk urusan bisnis. Tidak mungkin kyuhyun ada di jeju sekarang. Dan lagi, dia bersama seorang gadis? Mungkinkah itu lee hyorin? Ohh tidak… perasaan yonghoon kian berkecambuk. Apa mungkin kyuhyun berbohong? Ia harus segera memastikannya.

“yeoboseo,yonghoon-ah… kau masih disana?”
“eoh min-ah…mianhae, ada sesuatu yang harus kulakukan. Terimakasih sudah menelponku, kita sambung lagi nanti”

Benarkah apa yang dikatakan min-ah? Kyuhyun ada di jeju dan dia bersama seorang gadis. Pikiran yonghoon kini melayang tak tentu. Jika benar kyuhyun ada disana bersama hyorin, berarti kyuhyun telah membohonginya. Tak sabar gadis itu segera menghubungi kyuhyun, bahkan hingga berulang kali namun pria itu tak menjawab sekalipun. Ohh bagus, apa dia sengaja? Mengabaikan panggilan yonghoon agar kebohongannya tak terbongkar. Kini siapa lagi yang bisa yonghoon hubungi? Siapa yang bisa memberitahunya dimana kyuhyun berada sekarang.

“yeoboseo,sekretaris Shin? Ini aku istri cho kyuhyun.” Benar. Sekretaris shin, setiap kunjungan bisnis bukankah kyuhyun selalu membawa gadis itu. Semoga sekretaris shin bisa meyakinkannya bahwa apa yang dikatakan min-ah itu tidak benar. “apa kyuhyun ada acara bisnis di busan sekarang?”

“ne?? aniyeyo yonghoon-ssi. Bukankah direktur Cho sedang cuti beberapa hari karena urusan pribadi?”
Yonghoon nyaris tak percaya dengan apa yang ia dengar. Kyuhyun cuti? Yang benar saja! Lagipula urusan pribadi macam apa? Ia sungguh tidak mengerti. Apa mungkin yang kyuhyun maksud adalah pergi bersama hyorin? Bisa saja, itu masuk akal bukan? “jadi benar kyuhyun sedang tidak berada disana?”

“setahu saya,tidak ada masalah penting dicabang busan hingga direktur harus berkunjung kesana” benar, lagipula jika memang itu urusan bisnis nona shin pasti tahu.
“ya sudah,terimakasih”

Ternyata min ah benar, kyuhyun ada di jeju sekarang. Kyuhyun pergi bersama kekasihnya diam-diam? Astaga, Yonghoon nyaris tak percaya. Tidak masalah kyuhyun pergi kemanapun dengan gadis itu tapi mengapa harus membohonginya? Apa kyuhyun takut yonghoon takkan setuju? Ohh bahkan apapun yang mereka lakukan yonghoon tak pernah sekalipun melarang.

“tega sekali kau membohongiku kyuhyun-ah. Jika kau memang ingin bersamanya katakan saja! Tak perlu sampai berbohong seperti ini”

Yonghoon lemas seketika, tubuhnya lunglai hingga ia berpegang pada pembatas tangga. Hatinya mulai berdenyut serasa diiris ribuan belati, bahkan entah sejak kapan air matanya mulai turun membasahi pipi. Kyuhyun begitu tega, setidaknya jika ia tak mau yonghoon tahu maka cukup pergi diam-diam saja. Tak perlu membuat alasan kerja untuk membohonginya. Dengan begitu yonghoonpun akan sadar dengan sendirinya.Tapi ini? Yonghoon benar-benar merasa kecewa.

“nyonya makanan sudah siap” ujar bibi kim di bawah sana.
“ya bi…”

Dengan masih berusai airmata, tubuhnya pun masih terasa lemas. Perlahan yonghoon mulai menuruni anak tangga, setidaknya ia harus makan walau napsunya hilang tak bersisa karena kyuhyun. Namun baru dua langkah ia turun kaki kanannya terpeleset hingga…

“aaaaahhhhkk….”

Seketika itu tubuh mungil yonghoon jatuh terguling hingga berhenti di lantai dasar. Dan seketika itu pula yonghoon tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dikedua pelipisnya.

“astaga nyonyaaa….” Bibi kim langsung panic dan menghampiri yonghoon yang sudah terkapar tak berdaya. Ia ketakutan setengah mati melihat keadaan yonghoon bersimbah darah, terlebih ia kaget mendapati darah itu juga keluar membanjiri paha yonghoon.
Ya Tuhan, cobaan apa lagi yang Kau berikan padanya. Hidupnya sudah sangat sengsara, apa itu semua belum cukup hingga kini ia harus kembali terluka?
~ ~ ~

Disisi lain, cho kyuhyun tengah larut dalam keasikannya bermain air di pinggir pantai dengan hyorin. Pasir putih dan air yang jernih telah menyihirnya hingga nyaris lupa waktu, kyuhyun lantas menengok arloji di tangannya. Sudah hamper dua jam, apa mungkin bibi kim telah menghubunginya?

“rin-ah, tunggu sebentar! Aku ambil ponsel dulu di mobil”
“arraseo”

Kyuhyun berlari kecil menuju mobil yang ia parkir di pinggir jalan. Setelah ponsel itu ada dalam genggamannya, ia terkejut melihat beberapa panggilan tak terjawab dan semua itu berasal dari yonghoon. Apa yang terjadi hingga yonghoon menelpon sebanyak itu? Kyuhyun yang penasaran lantas menghubungi gadis itu. Tersambung,tapi tak ada jabawan sama sekali. Kyuhyun mulai resah, ia berulang kali mencoba tapi tetap tak ada jawaban. Panggilan ia alihkan pada telepon rumah berharap bibi kim bisa menjelaskan ada apa sebenarnya.

Oh ya, bukankah tadi kyuhyun menyuruh bibi kim untuk melaporkan keadaan yonghoon? Tapi mana?Bahkan hingga sekarang wanita paruh baya itu belum juga memberinya kabar. Namun lagi-lagi kyuhyun harus kecewa karena panggilannya di abaikan begitu saja.“sebenarnya kemana mereka?” lema-kelamaan kyuhyun kesal.

“oppaaaa!!!Cepat kemari!! ada kepiting besar disini!”
“ ya, aku dataaaang…”
~ ~ ~ ~

Raut tegang serta kekhawatiran tampak jelas menyelimuti wajah-wajah kelam di ujung sana.Tepatnya di kursi tunggu ruang operasi. Tak banyak terlihat, hanya tuan dan nyonya cho, ahra dan juga bibi kim di tempat itu. Panjatan doa tak berhenti mengiringi jalannya operasi. Berharap didalam sana yonghoon mampu bertahanhidup dan janinnya juga bisa diselamatkan. Akibat jatuh dan terguling daritempat setinggi itu yonghoon mengalami pendarahan hebat, tim dokter tengah berusaha sebaik mungkin walau harapan itu amatlah kecil.

Sreeett…

Kala satu persatu dokter mulai keluar termasuk lee donghae yang ikut berjuang menyelamatkan nyawa yonghoon, semua berhambur ingin segera mengetahui keadaan gadis itu. Namun kali ini donghae benar-benar harus meminta maaf karena kandungan yonghoon tak bisa ia selamatnya. Yonghoon mengalami keguguran. Benturan keras pada perut yonghoon membuat janinnya tak mampu bertahan. Maka detik itu juga tangis nyonya cho pecah dalam dekapan suaminya, bahkan semua tak mampu manahan tangis kepedihan. Cho ahra hanya mampu diam dan menangis pilu. Mengapa semua ini bisa terjadi? Mereka masih tak percaya calon bayi mungil itu kini telah tiada. Namun sekali lagi hanya maaf yang bisa donghae katakan. Ia pun menyesal karena tak berhasil menyelamatkan nyawa bayi malang itu.

“donghae-ssi, lalu bagaimana keadaan yonghoon sekarang?” tuan cho yang mencoba tegar masih sempat bertanya tentang keadaan yonghoon. Semoga gadis itu baik-baik saja.

“yonghoon mengalami luka ringan di kepala, tapi kini dia masih pingsan karena baru menjalani operasi. Kita tunggu saja, semoga besok dia sudah bisa sadar”

Sedikit bernapas lega karena keadaan yonghoon tak terlalu parah. Hanya perlu menunggu hingga gadis itu sadar secepatnya. Tapi bagaimana mereka akan memberi tahukan kabar buruk ini pada yonghoon nanti? Gadis itu pasti terpukul mendengar janinnya tak bisa diselamatkan. Ya Tuhan mengapa semua ini harus terjadi? Dan mengapa harus yonghoon yang mengalami semua ini?

“ahra~ya, apa kyuhyun sudah bisa dihubungi?” tanya donghae karena tak melihat kyuhyun ada disana.Tadi ia sempat menghubungi kyuhyun tapi tak mendapat jawaban samasekali.

Ahra hanya menggeleng,ia masih larut dengan tangisnya. Wanita itu terus mengutuk kyuhyun dalam hati.Bagaimana bisa pria bodoh itu tak ada dalam situasi seperti ini? Kemana saja dia? Bahkan saat istrinya tengah sekarat dan nyaris meregang nyawa, kyuhyun malah berkeliaran entah dimana.
~ ~ ~ ~

Malam itu langitpun turut berduka, seolah menangis lewat rintik hujan yang tak kunjung reda. Menangisi nasib si gadis malang yang kini terbaring di ranjang pesakitan. Tuhan, apa dikehidupan sebelumnya ia pernah berbuat dosa hingga ia pantas menerima cobaan seberat ini. Mulai terlihat di ujung sana, kyuhyun berlari dengan perasaan tak menentu, hatinya berkecambuk antara kesedihan, penyesalan, rasa bersalah dan marah pada dirinya sendiri atas apa yang telah terjadi. Dunia cho kyuhyun seolah berakhir sejak ahra memberinya kabar buruk tentang yonghoon, beberapa jam yang lalu.

Feelingnya tepat, ia merasakan sesuatu telah terjadi pada yonghoon dan itu benar. Bahkan tak sebanding dengan apa yang ia bayangkan.
Dalam pikiran yang kacau kyuhyun mendapati sosok lee donghae di koridor rumah sakit, tanpa pikir panjang ia langsung menghampiri pria itu, “hyung, dimana yonghoon sekarang?Bagaimana keadaanya?”

Tak berniat menjawab sedikitpun, donghae masih betah menatap kyuhyun tajam, penuh amarah dan kebencian. Ia muak dengan lelaki itu hingga serasa ingin sekali membunuhnya.Menghabisi pria yang telah berani membiarkan yonghoon sekarat seorang diri.

“hyung, cepat jawab!! Dimana yonghoon sekarang?”

“dasar berengsek!!”BUGGHHH… satu pukulan telak hingga kyuhyun jatuh tersungkur. lepas sudah kendali seorang lee donghae, ia tak mampu lagi menahan amarah jika terus menatap wajah kyuhyun. “beraninya kau tinggalkan yonghoon sendirian dan malah pergi dengan wanita itu, kau pikir apa yang telah kau lakukan cho kyuhyun?” Bugghh… sekali lagi, tampaknya donghae tak puas dengan satu pukulan.. Tentu saja, bahkan hingga wajah kyuhyun remuk pun ia belum bisa memaafkan kyuhyun. Tidak akan!kecuali kyuhyun mampu mengembalikan keadaan seperti semula. Seperti ketika yonghoon dan bayinya baik-baik saja. Persetan dengan teguran yang bakal ia terima dari pihak rumah sakit atas tidakan brutalnya, melihat pria bodoh itu donghae semakin ingin menghajarnya “demi Tuhan cho kyuhyun, kau pria paling berengsek yang pernah ku kenal”

Bukan tak mampu,tapi kyuhyun tak mau dan tak berniat melawan sedikitpun. Kyuhyun pasrah mengakui semua tuduhan donghae padanya. Ya, kyuhyun memang pantas dihukum. Ia pantas menerimanya. “hyung, aku memang bersalah dan aku janji akan menerima ganjaranku tapi kumohon, biarkan aku bertemu yonghoon sekarang!”

“untuk apa lagi?Bukankah kau sudah tak peduli padanya? Bukankah di pikiranmu hanya ada hyorin hyorin dan hyorin. Sekarang pergi dan temui saja hyorinmu itu!!”

“hyung, kau tak berhak melarangku menemui yonghoon, dia itu istriku!!”
“lalu kau pikirkau punya hak setelah apa yang kau lakukan? Dan apa kau bilang? Istri? Hmmhh..jangan bercanda cho kyuhyun!!”

“hyung,kumohon…”
Astaga kemana perginya kyuhyun yang angkuh dan dingin itu? Yang ada hanya pria cengeng yang merengek minta dipertemukan dengan gadisnya, bahkan ia rela berlutut dan memohon di kaki donghae. Bagus, kini kau menyesal cho kyuhyun? Setelah apa yang terjadi pada yonghoon… tidak! apa yonghoon harus mengalami hal setragis ini baru kau akan sadar? Ya ampun, egois sekali.
~ ~ ~

Tubuh tegap itu mendadak lemas serasa tak bertulang, hanya mampu berlutut masih dengan derai air mata. Memar di pipi serta lilitan kain perban menututi dahi indahnya, hati kyuhyun remuk melihat luka itu kini menghiasi wajah cantik yonghoon.

“apa yang terjadi yonghoon-ah, mengapa seperti ini?” lirihnya, terdengar sesak dan menyakitkan. Cho kyuhyun benar-benar menjadi sosok yang menyedihkan dihadapan yonghoon.

Tapi kau salah kyuhyun-ah! ‘Sebenarnya apa yang telah ku lakukan?’ Itulah yang sekiranya pantas kau tanyakan pada dirimu sendiri! Dan mengapa kau tega berbohong serta meninggalkan yonghoon? Pergi berlibur dengan kekasihmu, bukanlah itu gila?Bukankah semata-mata kau melakukannya untuk menghindari yonghoon? Berusaha mengelak apa yang kau rasakan pada gadis itu dengan terus berada di sisi hyorin. Tapi apa yang kau dapat? Kesenanganmu bersama hyorin terasa semu bukan? Buktinya kau masih terus memikirkannya. kau tersenyum tapi hati dan pikiranmu berkelana ke tempat lain. Dan tempat itu adalah yonghoon. Gadis yang kau tinggalkan, gadis yang kini tengah berbaring tanpa kesadaran.

Gadis itu kembali jatuh kyuhyun-ah… terhempas dalam jurang kepedihan yang pernah ia alami sebelumnya.Kehilangan seseorang, apa kau pernah mengalami hal itu? Apa kau tahu bagaimana rasanya? itu sangat menyakitkan. Ia telah kehilangan hyunjoong dan kini ia harus kehilangan bayinya. Apa yang terjadi pada yonghoon jika ia tahu nanti? Yonghoon pasti akan sangat terpukul. Lalu bagaimana? Bagaimana dia akan menjalani hidupnya setelah ini. Apa dia akan sanggup?

“mianhe… mianhae yonghoon-ah. Ini semua salahku, maafkan aku”

Tangis itu terdengar lagi, tangisan pilu kala menggenggam jemari yonghoon. Terasa dingin,sedingin hati kyuhyun kala itu. Tapi kini apa yang terjadi? Kyuhyun menyesal.Merasa jatuh pada titik penyesalan yang paling dalam. Andai saja kala itu ia tak meninggalkannya. Andai saja kala itu ia berada disisinya. Andai saja kala itu kyuhyun tak egois dan keras kepala, bersikap jujur pada perasaannya. Menerima bahwa perlahan yonghoon mulai masuk dan mengikis posisi hyorin di hatinya.Mungkin semua ini tak akan pernah terjadi. Yonghoon tak perlu kehilangan calon bayinya. Dan mungkin semua akan berjalan dengan mudah jika kyuhyun membiarkan hati kecilnya yang berbicara, bicara mengenai kejujuran akan rasa yang tersimpan didalam sana.

“mianhae…jeongmal mianhae…”

Tbc…

10351602_976022872425156_621003910071258256_n

page2_11

Advertisements