5

CHAPTER 6

Sebuah Audi hitam melaju dengan kecepatan tinggi. Layaknya roket yang siap menembus kepadatan bumi. Siap membelah hiruk-pikuk jalanan kota seoul yang padat berisi.Kicauan indah pengguna jalan pun meluncur disana sini. Tapi, apa itu cukup berdampak? Sayang sekali tidak!! Bahkan tak sedikitpun lajunya berkurang.Baiklah, tengok lagi iblis macam apa yang tengah memegang kendali! Sosok pria berparas setampan malaikat namun tampaknya kini ia lebih pantas disebut malaikat pencabut nyawa.

“pelankanmobilnya kyu!! Kau ingin membunuhku??!”

Desis seorang gadis di sampingnya. Song yonghoon, mulai bosan dengan cara mengemudi kyuhyun yang amat serampangan. Oke, kyuhyun memang supir yang handal, tapi bukan berarti bisa semaunya sendiri. Diapikir jalanan ini milik nenek moyangnya apa? Yonghoon tak mau mati konyol ditangan kyuhyun yang ketampaknya tengah manahan emosi. Yah… sejak menemui dokter di rumah sakit tadi, sikap kyuhyun jadi aneh. Tiba-tiba saja ia menarik yonghoon pulang dan berakhir dengan tindakan konyol ini. Aneh bukan? Atau…sebenarnya apa yang dikatakan dokter itu pada kyuhyun hingga membuatnya kesetanan.Yonghoon sempat bertanya namun pria itu hanya bilang bahwa semua baik-baik saja.

‘istri anda mengalami depresi berat,jika ia tidak segera dirawat maka kondisinya akan memburuk. Dia sungguh akan mengalami… gangguan jiwa’

Ohh shit! Tebak betapa kyuhyun ingin menghabisi nyawa dokter itu dengan tangannya sendiri,detik itu pula. Sungguh tak terima dengan penyataan dokter sialan itu.Berani-beraninya dia memfonis yonghoon bakal gila. Rasanya kyuhyun ingin kembali dan merobek mulut itu tiap kali perkataannya terngiang di kepala.

Tidak! Asal tahu saja, Yonghoon tidak gila. Dia hanya tertekan. Dia hanya terlalu berimajinasi,seolah apa yang ia pikirkan tergambar dengan nyata. Yah setidaknya itu pendapat pribadi kyuhyun, meski hatinya sendiri meronta tak sependapat.

“kyu,aku bosan dengan masakan bibi kim. Boleh kita makan diluar saja?”

Yonghoon mengeluh. Siapa yang takkan bosan jika tiap hari dijejali bubur dan susu. Apa mereka pikir dia bayi yang hanya bisa mengunyah makanan lembek saja?Menyebalkan.

Sempat termangu dengan permintaan yonghoon, sudah lama gadis itu tak merengek soal makanan. Hal itu membuat emosi kyuhyun perlahan memudar. Sorot mata yang tajam kini berubah sendu kala memandang wajah yonghoon. Tak lupa juga senyuman manis yang belakangan sirna kini mulai terbit kembali.

“jadi,kau ingin makan apa sekarang?”

“ikan panggang. Kita pergi ke kedai lee ahjeussi dekat busan, bagaimana?”

Yonghoon-ssi…lihat jam berapa sekarang! Hampir 07.30 malam dan butuh dua sampai tiga jam untuk sampai disana. Sedangkan disini penjual ikan panggang menjamur hingga keberbagai tempat, soal rasa pun tak kalah dengan milik lee ahjeussi itu. Sungguh tidak masuk akal jika harus pergi jauh-jauh kesana. Apa dia benar-benar sudah tidak waras?

“baiklah.Apapun kekeinginanmu hoon-ie”

Yes.Yonghoon menarik kepalan tangannya dan bersorak. Tak sempat memikirkan malaikat macam apa yang kini tengah merasuki tubuh kyuhyun. Biasanya dulu… kalau tidak cacian atau makian yang ia terima atas permintaan super konyolnya, kyuhyun pasti akan menolak mentah-mentah dan memilih restoran yang ia mau. Meski sepanjang jalan yonghoon terus mengomel ia takkan peduli. Tapi kini sungguh ajaib, kyuhyun suka rela menurutinya. Oke, sepertinya pria ini ikut-ikutan tidak waras sekarang.  -_-

~~ ~ ~

Benar bukan? Setelah menempuh perjalanan hampir dua setengah jam mereka baru sampai.Tepat pukul sepuluh malam dan untung saja kedai itu masih buka. Sedikit merenggangkan otot yang terasa kaku, punggung dan tengkuknnya nyaris mati rasa. Kyuhyun mendesah pelan melihat yonghoon malah tidur pulas di sampingnya. Dasar!! Tadi siapa yang paling semangat datang kemari?? Belum juga sampai dia sudah lebih dulu tumbang.

“yonghoon-ah…”

Lewat belaian lembut di pipi yonghoon, kyuhyun berharap gadis itu akan segera bangun tapi sayang. Ia masih tak bergerak sedikitpun. Tampaknya yonghoon masih sibuk berkelana dalam mimpi yang indah. Kyuhyun jadi tak tega jika harus mengusik kenyamanannya.Ia lantas menggendong yonghoon keluar dari mobilnya perlahan. 

Oke,lihat kelakuan manis kyuhyun satu ini! Posisinya yang tengah menggendong yonghoon ala bridal memudahkannya mengecupi puncak kepala yonghoon. Romantis sekali bukan? Tapi sayang dia hanya melakukannya saat yonghoon terlelap saja. Namun siapa sangka, kala aroma strowberry yang menguar dari rambut gadis itu memenuhi rongga dadanya, hati kyuhyun menghangat. Desiran-desiran aneh mulai bermunculan lagi, tapi kyuhyun tampak menikmatinya dalam senyuman.

“ommo…yeobo-ya… Lihat siapa yang datang!”

Kedaiitu mendadak hening setelah ahjeumma sang pemilik berhambur menemui tamu spesialnya. Kini semua pandangan terfokus pada satu obyek yang cukup menarik sebagai bahan perbincangan. Seorang pria tampan dengan gadis cantik dalam gendongannya. Wahh, Sudah seperti putri dan pengeran saja.

“ommo,tuan muda cho dan nona song… ayo silahkan masuk!!” pinta lee ahjeussi yang sejatinya terkejut dengan kedatangan mereka berdua malam-malam begini.

“ahjeussi,bolehkah kami menginap malam ini? Tampaknya yonghoon sangat kelelahan.”

“tentu…tentu saja boleh tuan muda. Yeobo-ya, cepat siapkan kamar yang paling bagus untuk tuan dan nona.”

“aku mengerti, tunggu sebentar”

Leeyoon jae, mengenal baik keluarga Cho. Pria paruh baya ini dulunya bekerja sebagai tukang kebun di rumah kyuhyun selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya memilih pulang kekampung halaman untuk membuka kedai ikan panggang bersama sang istri. Cukup lama bekerja di sana membuatnya dekat dengan sosok yonghoon juga. Yah mau bagaimana lagi, sejak dulu yonghoon memang sering keluar masuk rumah itu. Bahkan saking dekatnya, terkadang yonghoon suka minta bantuan lee ahjeussi untuk turut serta dalam aksi jahilnya pada kyuhyun. Benar-benar sulit dipercaya.

~~ ~ ~

Terlihat nyaman, meski jauh dari kesan mewah namun tempat ini cukup rapi dan bersih. Lee ahjeumma sengaja menyiapkan kamar yang paling enak untuk mereka tempati. Namun entahlah mengapa cho kyuhyun tak segera mengijinkan matanya terpejam. Ia malah sibuk memandangi gadis yang semakin terlena oleh mimpi indah itu di sampingnya.Sesekali jemari lentik kyuhyun menggiring helaian poni yang menutupi dahi indah yonghoon. Serta menikmati deru nafas teratur layaknya alunan yang menyenangkan untuk ia dengar.

Entah apa sejatinya yang ada di benak kyuhyun, hingga tatapan yang sendu itu perlahan mulai bercaka-kaca. Dada yang sesak kian terasa ngilu. Sebisa mungkin menahan agar isakan sekecil apapun tak lolos dari bibirnya. Selalu seperti ini. Saat kyuhyun melihat kondisi yonghoon sekarang, tanpa sadar ia melempar dirinya kembali pada lubang penyesalan, kyuhyun akan berubah menjadi sosok yang amat menyedihkan.Seolah apa yang terjadi pada yonghoon semua itu adalah kesalahannya. Menganggap dirinya sebagai penyebab yonghoon menderita.

Padahal jika ditengok kembali, tak semua kesalahan hanya terletak pada kyuhyun. Baiklah,Kyuhyun memang bersalah karena berbohong dan pergi diam-diam bersama kekasihnya,tapi apa dia sengaja berniat jahat pada yonghoon? Apa ketika dia meninggalkan yonghoon sendirian dirumah dia tahu kejadiannya akan seperti ini? Tentu saja tidak, kyuhyun sendiri tak menyangka akan seburuk ini jadinya. Ayolah, Jangan lupa dengan istilah ‘takdir’! Mungkin sejak awal inilah rencana Tuhan. Mempersatukan mereka meski dengan jalan yang berliku tajam. Percayalah pada seorang pepatah yang mengatakan bahwa setelah hujan akan ada pelangi cantik yang datang. Tunggu sampai saat itu tiba, maka sebuah rencana manis Tuhan pasti mampu mengobati setiap luka.

Mimpi indah yonghoon terusik, kala perlahan tangan kyuhyun menyusup kebawah selimut dan melingkar di perut yonghoon yang kembali rata. Niatnya ingin mendekap erat menyalurkan kehangatan pada yonghoon sekaligus mencari kenyamanan untuk dirinya sendiri, tapi hal itu malah membuat yonghoon terbangun.

“kyu…??”

Meski setengah sadar, perlahan yonghoon berusaha menghadap kyuhyun. Menatap wajah pria tampan yang kini sibuk menyembunyikan jejak tangis lewat mata yang terpejam.

“eumm??”

“ada dimana kita?”

Kyuhyun terpaksa membuka mata, tersenyum canggung melihat wajah yonghoon yang berada tepat di hadapannya. ohh semoga saja yonghoon tak menyadari ada bekas air mata di pipinya. “kita di rumah lee ahjeussi”

“benarkah??Kanapa kau tak membangunkanku??”

Yonghoon beringsut dan menatap kyuhyun tajam. Keterlaluan! mengapa kyuhyun membiarkanya tidur begitu saja. Setidaknya biarkan dia menyapa mereka dan sedikit mencicipi ikan panggang yang rasanya pasti sangat mengiurkan. Asal tahu saja, sepanjang perjalanan perutnya keroncongan hingga ia memilih tidur sebagai alternative peredam rasa lapar.

“ini sudah malam. Mereka sudah tidur, lebih baik kita juga tidur hoon-ie”

“tapi…”

“sssshht…jangan buat keributan di tengah malam! Kau mau mengganggu tidur nyenyak mereka?” dengan lembut, kyuhyun menggiring yonghoon kembali berbaring disampingnya. 

Yonghoon yang kesal memilih putar balik memunggungi kyuhyun. Niatnya ingin mengacuhkan pria itu, tapi justru menjadi kesempatan emas bagi kyuhyun. Yah, karena dengan begitu ia bisa leluasa mendekap yonghoon dari belakang. Bahkan tak hanya itu saja, dengan beraninya kyuhyun malah mengecup kepala yonghoon. Astaga, pria ini semakin terang-terangan menunjukkan kasih sayangnya. Tapi sah-sah saja bukan,toh mereka memang suami istri. Justru aneh jika hubungan mereka tak ada kemajuan sedikitpun, apa lagi setelah kyuhyun mengakui perasaannya. Aroma gadis itu membuat hatinya merasa nyaman. Begitu harum dan memabukkan. Siap-siap saja! tampaknya ini akan menjadi hobi baru seorang cho kyuhyun.

~~ ~ ~

Lee donghae, pria manis ini akhirnya muncul setelah hampir seminggu menghilang dari peradaban. Menghilang? Oke, sepertinya kalimat itu sedikit berlebihan. Bukan menghilang, pria berhati malaikat ini baru selesai dengan tugas bakti socialnya di sebuah desa pinggir kota. Menyalurkan sedikit kemampuan yang dimilikinya untuk ikut merawat ibu-ibu hamil disana. Dan setelah semuanya selesai kini dia,berbekal sekantong plastic cemilan dan susu strowberry tengah bertandang kekediaman cho kyuhyun dengan maksud tertentu. 

Jangan heran dengan barang bawaannya! Meski umumnya buah dan bunga adalah barang wajib ketika menjenguk seseorang, lain soal jika pasien itu adalah  yonghoon. Dia bukan tipe gadis manis yang akan senang jika dibawakan bunga. Percayalah, yonghoon lebih memilih snack kentang ketimbang mawar merah merona. Tak mau pemberiannya dibuang sia-sia, lebih baik donghae membawa sekantong makanan yang pasti yonghoon akan suka. Siapa tahu dengan itu yonghoon mau bicara lagi. Terakhir kali ia datang kemari gadis itu masih diam dengan tatapan kosong tak mau bicara sepatah katapun.

“jadi mereka sedang pergi?”

Sayang sekali tuan, tampaknya ini bukan hari keberuntunganmu. Sang pemilik rumah tengah pergi menyisakan kim ahjeumma seorang disana. Donghae mendesah kecewa,usahanya kali ini sia-sia. Padahal sengaja ia gunakan hari libur ini untuk yah…setidaknya membantu kyuhyun mengembalikan kondisi yonghoon. Tapi tunggu! mereka pergi?? Itu artinya yonghoon…

“apa kondisi yonghoon sudah membaik??”

“ya,nyonya sudah lebih baik sekarang.  Bahkan tampaknya nyonya sudah kembali seperti semula”

“benarkah?Syukurlah…”

Terdengar napas lega atas kabar bahagia ini. Sungguh ajaib. Tuhan memang baik hati. Dalam batinnya donghae tak berhenti mengucap syukur. Akhirnya hari cerah mulai menyapa kehidupan yonghoon. Setelah sekian lama menderita semoga dengan sembuhnya yonghoon maka luka batinnya atas semua yang terjadi ikut dihapus oleh Tuhan. Hingga tak ada lagi kesakitan dan kepedihan yang membuatnya kembali menangis.

~~ ~

Gadi situ, masih berdiri disebelah dinding pembatas yang tinggi. Dinding berwarna putih yang menjadi tameng sebuah rumah megah layaknya istana. Tepatnya didekat gerbang besi bercat hitam dengan sentuhan warna emas menyala, masih menimbang-nimbang apakah dia harus masuk atau tidak. Apakah dia pantas datang kemari atau tidak. Hal itulah yang berkecambuk dalam pikiran lee hyorin sejak setengah jam yang lalu. 

Masihkah ia pantas menemui pria itu? Pria yang sepekan lalu masih menjadi prianya, Yah… meski tak seutuhnya. Pria yang hingga detik ini pun masih berkuasa atas hati dancintanya. Namun sayang, semua itu kini tak berarti apapun karena berakhir sudah cerita manis antara mereka. Lalu, untuk apa lagi dia kemari? Atas dasar apa dia masih berdiam diri layaknya orang hilang di pinggir jalan seperti ini.

Ketahuilah,alasan sebenarnya hanyalah satu. Yaitu… rindu. Tak mudah bagi hyorin melupakan pria itu. seorang yang pernah mengisi hari-harinya dengan canda tawa, meski tak jarang pula tangisan menghiasi perjalanan cinta mereka. Oke, mungkin kalau hanya sehari dua hari saja waktu yang telah mereka lalui bersama, takkan sulit hatinya melepas kyuhyun. Namun tiga tahun, itu bukan waktu yang singkat dalam menjalin sebuah hubungan. Selama itu sosok kyuhyun selalu ada di sampingnya,menemaninya, dan melimpahinya dengan cinta dan kasih sayang. Namun kini semuaitu hilang tak tersisa. Kyuhyun seolah lenyap dari pandangannya, seolah menjadihal terlarang yang tak pantas di sentuh oleh tangan kotornya. 

Hyorin tahu bahkan sadar betul apa yang dia lakukan saat ini sungguh memalukan. Dengan bodohnya menunggu seseorang yang tak seharusnya ia tunggu. Tapi bukan! Ia sama sekali tak berniat menemui kyuhyun. Tidak! Bahkan hyorin sendiri tak yakin apadia masih sanggup menemui pria itu. berhadapan dengan tubuh tegap itu,memandang wajah tampannya, menatap sorotan mata yang amat ia rindukan. Sungguh,dia takkan sanggup lagi jika harus melakukannya. ia takut hatinya akan goyah dan sisi gelap dalam dirinya muncul untuk kembali menguasai kyuhyun. Ingat nona! Alasan apa hingga kau memutuskan melepas pria itu adalah karena hatinya tak lagi sepenuhnya kau miliki.

Baiklah,ini memang tidak benar. Tapi setidaknya, ijinkan dia memandangi pria itu dari kejauhan. Ijinkan ia memuaskan hasrat kerinduan yang amat menyiksa batinnya. Hanya memandangnya. Sebentar saja Tuhan, pintanya dalam hati.

Ia terlonjak kala seseorang membuka gerbang hitam itu. Buru-buru hyorin melangkah pergi saat sebuah mobil keluar dari sana. Mungkinkah itu kyuhyun? pria yang dinanti-nantipun akhirnya muncul. Lalu, mengapa hyorin malah sembunyi? Secepat mungkin pergi agar pria itu tak menyadari keberadaannya. Astaga, apa kau melupakan tujuanmu semula hyorin-ssi?? Lalu untuk apa kau berdiam diri disana sejak tadi.

“hyorin-ssi?”

Satu panggilan tertuju padanya, jantung hyorin nyaris saja copot. setengah mati merutuk dalam hati sebab tak pandai menyembunyikan diri. Tapi tunggu, dari cara panggilnya jelas itu bukan kyuhyun. Kyuhyun tak mungkin memanggilnya dengan cara seperti itu. oke, hyorin mulai memberanikan diri menoleh menghadap sang empu.

“donghae-ssi?”

Ditatapnya pria manis yang hanya menyembul dari balik kaca mobil itu dengan perasaan ragu. Takut-takun ia akan curiga “kau ingin bertemu kyuhyun?” 

Yaiish jinjja! benar bukan? Tapi hyorin masih saja berkilah “a..aniya”

“kyuhyun tak ada dirumah. Dia sedang pergi ke luar kota.”

“bukan,aku kesini bukan untuk menemuinya, sungguh! eh, kalau begitu aku pergi dulu.”sial, layaknya maling ketangkap basah. mengapa donghae bisa menebak dengan mudah? Apa terlihat jelas di wajahnya? Lebih baik hyorin cepat pergi sebelum si donghae itu berpikiran macam-macam.

“hyorin-ssi,Mau minum teh dengan ku? ada yang ingin kukatakan padamu.”

“n..ne??”

~~ ~ ~

Cho kyuhyun, masih diserang rasa kantuk yang menggila. Bahkan ia terlalu enggan membuka mata. Lewat sebelah tangan ia meraba sisi lain ranjangnya. Tapi tunggu! dimana gadis itu? sontak matanya melebar seketika dan benar saja, yonghoon sudah tak ada di sampingnya. Yahh bisa ditebak betapa paniknya kyuhyun hingga selimut yang ia kenakan dilempar begitu saja. Berniat mencari gadis itu ketika mendengar suara tawa di arah luar. Sepertinya dia tahu siapa sang empu di balik kikikan gila itu. yonghoon, siapa lagi! Oh syukurlah, tapi apa yang tengah dia lakukan sekarang. 

Kyuhyun meneruskan langkahnya keluar kamar, dan mendapati yonghoon bergurau ditengah kesibukannya membantu lee ahjeumma memasak.

Cukup bersandar pada bingkai pintu, sembari melipat kedua tangannya angkuh di depan dada. Bukan apa-apa, ini memang sifat alami kyuhyun yang sering membuat wanita terpesona. Namun kali ini tampaknya berbeda. diam-diam kyuhyun memperhatikan tingkah laku yonghoon yang… mungkin menurutnya lucu. Mulai dari muka cemong akibat tepung terigu. Hingga gurauan yang sengaja ia tujukan untuk menggoda lee ahjeumma. Dasar gadis tidak sopan!! Tapi kyuhyun malah ikut tersenyum dibuatnya. Heol, lihat kini giliran siapa yang terpesona, sekali-sekali kau harus mengakuinya tuan Cho! 

Dan entahlah, apa ini hanya pikiran kyuhyun saja atau memang begitu adanya. Hari ini yonghoon terlihat sangat cantik, meski dengan celemek pink yang melekat di tubuh ia malah makin terlihat manis. Astaga! Kyuhyun menggeleng kuat. Apa matanya bermasalah? Atau ini efek kurang tidur semalam? Gumamnya dalam hati.

“kyu!!Kau sudah bangun?”

Hanya anggukan kecil dengan sedikit senyuman kala kyuhyun mendekati meja tempat yonghoon berkecimpung dengan berbagai macam sayuran. “masak apa?”

“lihatlah,ahjeumma membuatkan kita ikan panggang special! Ini…! Bawa ke meja di ruang makan nanti kita makan bersama.”

Layaknya boss besar yonghoon menyerahkan sepiring ikan panggang itu pada kyuhyun dan mendorongnya pergi. Entah kemana perginya akan sehat kyuhyun hingga pria itu hanya menurut tanpa protes sedikitpun. Tapi jangan salah, setelah ikan itu sukses diletakkan pada meja, picingan matanya mengarah tajam pada yonghoon tanpa gadis itu ketahui. Oke, perlu diingat lagi cho kyuhyun bukanlah tipe orang yang mudah disuruh oleh siapapun kecuali… yonghoon seorang.

Disela-sela kesibukannya mencibir dalam hati, kyuhyun melihat lee ahjeussi duduk di ruang tamu berteman secangkir kopi. Lalu ia putuskan menghampiri pria itu.

“ahjeussi…”

“eoh kyuhyun-ah, waeyo?”

“maaf semalam telah merepotkanmu.”

Pria itu tersenyum, dengan isyarat tangan meminta kyuhyun duduk di sampingnya.“tidak perlu sungkan. Kau sudah seperti anakku sendiri, jadi anggap saja ini rumahmu juga.” Kata paman lee tulus. Dari dulu dia memang sangat menyayangi kyuhyun. Mereka dekat sejak kyuhyun menginjak bangku sekolah menengah.

“maaf sebelumnya kyuhyun-ah, kudengar setelah keguguran itu keadaan yonghoon jadi memburuk. Apa itu benar?”

Ohh tidak, kyuhyun harus dihadapkan kembali pada masalah itu. dimana dia merasakan penyesalan terbesar sepanjang hidupnya. Tanpa bisa berbuat banyak Kyuhyun hanya tertunduk dan menjawab seadanya. “ya”

“tapi syukurlah, kini yonghoon bisa pulih dan kembali seperti semula”

Shit! Kalimat itu bagaikan ribuan anak panah yang menghunus jantung kyuhyun tanpa ampun. Itu salah, yang sebenarnya terjadi malah sebaliknya. Mungkin benar yonghoon terlihat baik-baik saja sekarang. Tapi tunggu saat halusinasinya itu kambuh, yonghoon akan menjadi sosok yang bahkan kyuhyun sendiri bingung menjelaskannya. 

“sebenarnya dia… mengalami depresi berat sekarang ini”

Paman lee sedikit terkejut,  tapi ia masih tak mengerti dengan perkataan kyuhyun. “depersi berat?” bukankah yang dia lihat kini yonghoon biasa saja. Tidak menunjukkan keanehan sedikitpun.

“sampai saat ini yonghoon belum percaya bahwa bayinya meninggal. Dia bersikap seolah dia memiliki seorang putri kecil bahkan terkadang bercengkrama dengannya.”

Ya Tuhan, seburuk itulah? Paman lee nyaris tak percaya. Yonghoon yang terlihat baik-baik saja ternyata batinnya tengah tersiksa. Wajar saja bukan, siapa yang takkan terguncang jiwanya jika berada pada posisi yonghoon. Bahkan wanita terkuat sekalipun belum tentu bisa melalui ini dengan mudah.

“lalu,kau sudah coba meyakinkannya atau mengobatinya?”

Kyuhyun diam, lidahnya kelu. Hanya gelengan kepala yang dia tunjukan sebagai jawaban.“waeyo? Coba kau yakinkan dia. Siapa tahu perlahan dia akan mengerti.”

“pernah sekali kujelaskan padanya tapi yonghoon masih tak mau percaya. Dia tetap keras kepala dan menganggap gadis kecil dalam khayalan itu nyata. Jika dipaksakan aku takut kondisinya memburuk. Ahjeussi, otteokkae?”

“capcaenya sudah matang. Ahjeussi, kyuhyun-ah ayo kita makan” pekik yonghoon. Dan terpaksa mereka harus mengakhiri perbincangan, takut-takut yonghoon akan mendengar semuanya. “ne, arraseo!! Kyuhyun-ah, kita bicarakan ini nanti”

Tibalah saatnya mereka berkumpul dalam satu meja penuh hidangan menggiurkan.  Tampaknya Yonghoon tak sabar ingin mencicipi ikan panggang yang membuat liurnya nyaris bercucuran.

“silahkan dinikmati, aku sengaja membuatkan semua ini untuk kalian”

“selamat makan”

Oke,ternyata tak hanya yonghoon. Semua tampak antusias ingin segera menghabisi ikan malang itu. kecuali seseorang yang malah sibuk mengukir senyum lebar melihat tingkah mereka, terutama gadis itu. Cho kyuhyun. Jujur saja, ia rindu pada kelakuan yonghoon yang terkadang sangat kekanakan.

“ohh iya nona, aku turut prihatin atas kejadian yang menimpamu kala itu” Celetuk lee ahjeumma di tengah kesibukan mereka semua. Kyuhyun nyaris tersedak dibuatnya. Begitupun paman lee, ia merasa tak enak hati atas apa yang dikatakan oleh sang istri. Dan sekarang suasana mendadak sunyi seketika. 

Baiklah, wanita ini memang tak tahu kondisi yonghoon sebenarnya jadi jangan salahkan dia. Niat baiknya ikut berduka cita namun sayang tampaknya kini menjadi halyang tak berguna, bahkan tak perlu ia lakukan. Karena gadis itu pasti akan merasa bingung, itupun masih baik daripada mentalnya tergoncang lagi.

“maksud bibi?”

Benar bukan? Tentu saja. Sampai saat ini pun yonghoon masih lupa akan apa yang telah terjadi padanya. Jangankan kehilangan bayi, peristiwa jatuh dari tangga yang berakhir pada keguguran itu pun tampaknya menghilang dari ingatannya.

“bukan…bukan apa-apa yonghoon-ah. Yeobo-ya, sepertinya kau lupa menghidangkan kimchi.Bisa tolong bawa kemari?” paman lee segera ambil posisi. Ia tak mau yonghoon kebingungan atau malah terjadi hal yang lebih buruk lagi.

“eoh?? Arraseo…”

Marasa ada yang aneh, wanita paruh baya inipun menurut pada perintah sang suami. Meskisedikit bingung, bibi lee merasa dirinya telah melakukan kesalahan. Tapi apa? Tak lama kamudian paman lee ikut menyusul. “tunggu sebentar, kalian lanjutkan makan” tuturnya sebelum pergi.

“kyu,apa maksud ucapan bibi lee tadi?”

Kyuhyun tak menjawab, hanya mengedikkan bahunya sesantai mungkin. Jenius memang,padahal jantungnya hampir copot saat ungkapan itu meluncur tanpa aba-aba. Tapi dengan mudahnya ia bersikap tenang tanpa membuat yonghoon merasa curiga. Sayang sekali yonghoon dengan jiwa penasaran yang tinggi masih saja memikirkannya. “sudahlah,lebih baik cepat makan lalu kita pulang!” saran enteng kyuhyun yang tentu menimbulkan protes.

“pulang?? Bahkan kita belum sempat jalan-jalan di sekitar sini. Apa tidak bisa lebih lama lagi??”

“akuharus bekerja hoon-ie…”

Dan sekali lagi yonghoon protes lewat kerucut di bibir tapi kyuhyun tetap kekeh.Jujur saja ia tak tega, andai saja ia punya waktu ingin sekali menemani yonghoon kemanapun yang ia inginkan tapi sialnya semalam sekretaris Shin menelpon, menyampaikan kabar yang sukses menggelikit ketenangan kyuhyun. Sial,baru ditinggal sehari saja sudah timbul satu masalah. Kyuhyun bersumpah akan menghukum setiap oknum yang berani main api dengannya. Sebenarnya kyuhyun bisa saja meninggalkan yonghoon disini, toh paman dan bibi lee pasti akan menjaganya dengan baik. Tapi kembali lagi pada sifat egois kyuhyun, daripada dia bertingkah layaknya orang gila karena terus memikirkan keadaan yonghoon yang jauh disana saat bekerja. Lebih baik ia membawa serta yonghoon pulang bersamanya.

~~ ~ ~

Sebuah kedai kopi pinggir jalan, bernuansa klasik menampilkan kesan sederhana. Namun cocok untuk sekedar arena berbincang ria. Disanalah sepasang muda mudi itu berdiam diri, memilih sibuk dengan cangkir kopi masing-masing. Menikmati pahitnya cairan hitam tanpa gula itu dengan seksama. Entahlah, apa sebenarnya yang membuat mereka enggan bersuara. Hingga sampai pada titik terjenuhnya baru gadis itu angkat bicara.

“jadi,apa yang ingin kau sampaikan padaku donghae-ssi?”

Lee hyorin, dengan rasa was-was menumpuk dibenaknya memberanikan diri untuk bertanya.Oke, tebakan pertama pasti tak jauh dari masalah kyuhyun. Tapi untuk apa lagi?Bukankah hubungan mereka sudah berakhir.

“baiklah,tak perlu basa-basi. Tentunya kau tahu kemana arah pembicaraan kita bukan,hyorin-ssi?”

Sial,pria ini bersikap seolah dirinya polisi yang membombardir tersangka dengan kata-kata mautnya. Apa hyorin terlihat seperti seorang pencuri? Lama-lama ia kesal melihat cara donghae mamandangnya.

“apa yang ingin kau tahu dariku? soal kyuhyun? Tanyakan saja! Dengan senang hati aku akan menjawabnya”

“hemmh…sayangnya aku tidak tertarik dengan hal semacam itu. aku hanya ingin memperingatkanmu, tinggalkan kyuhyun mulai detik ini juga! sebelum sebutan ‘perusak rumah tangga orang’ melekat pada dirimu!”

Deg

Hyorin serasa dilempari ribuan batu besar. Demi Tuhan, ini kalimat terhina yang pernah ia terima dari seseorang. Seburuk itukah dirinya dimata orang lain? Memandangnya seperti wanita jalang penggoda suami orang. Sial, mengapa disini dia yang harus dipersalahkan?

Oke,kita lihat dari sudut pandang donghae. Pria ini tentu tak tahan melihat yonghoon -sahabatnya sendiri- terus menderita. Dan semua penderitaan itu berasal dari kyuhyun. Meski berulang kali membujuknya tapi berkat sifat kyuhyun yang keras kepala, hingga sekarang hasilnya pun tetap sama saja. Sedikit merubah taktik dengan berganti sasaran utama… yaitu hyorin, yang jelas-jelas menjadi akar pangkal keegoisan kyuhyun selama ini.

Tapi apa itu adil bagi hyorin? ya Tuhan… bahkan dirinya rela melepas kyuhyun demi gadis itu. tidak!! Bukan karena gadis itu!! hyorin bukan tipe gadis yang mudah menyerah akan cintanya. tapi karena kyuhyun memang tak lagi mencintainya. Coba pikir sekali lagi! Jika memang kyuhyun tak lagi mau menggenggam erat hatinya,untuk apa ia berjuang seorang diri? Bertahan dan mengemis cinta pada pria yang mencintai wanita lain? Tidak! Itu hanya akan menambah deretan lukanya saja.Sudah cukup!! Cukup sampai disini…

“kau kira aku bodoh? Asal kau tahu saja donghae-ssi, aku tak sehina yang kaupikirkan. Bahkan sebelum kau suruhpun, aku sudah melakukannya.”

Bagus! Sekarang lihat betapa terkejutnya seorang lee donghae! Seolah dilempar dari puncak ketinggian menara Eiffel. Pria yang tadinya berasa di atas awan karena sukses menginjak-injak harga diri lee hyorin. Kini situasi malah berbalik. Dia terlihat bodoh dengan tampangnya itu. sungguh tak menyangka ternyata apa yangada dibenaknya selama ini adalah salah. Bukan lee hyorin yang tak tahu diri,tapi dirinya yang bodoh dan sok berspekulasi.

Namun terlepas dari itu semua, sedikit kepercayaan mulai muncul.  Jadi ucapan kyuhyun tak sekedar bualan.Kyuhyun telah membuktikan bahwa dirinya serius dengan yonghoon. Oke, dengan berakhirnya hubungan mereka semoga yonghoon tak lagi tersakiti. Donghae patut bersorak akan kabar mengejutkan ini. Tapi yang ada malah sudut hatinya terasa nyeri. Mengapa? Bukankah itu kabar baik? Dengan begitu ia takkan melihat yonghoon datang tiba-tiba dengan airmata dipipinya. Ia takkan lagi direpotkan karena yonghoon telah hidup bahagia bersama kyuhyun. Ohh sial, memikirkan hal itu membuat hatinya samakin ngilu saja. Ini sungguh tidak beres.

~~ ~ ~

Cho kyuhyun kembali mengerjap, menormalkan pandangan akibat rasa kantuk yang menggila. Entah ada apa dengan tidurnya malam ini. Berulang kali ia terjaga,padahal tubuhnya sudah terlampau lelah. Bayangkan saja, setelah mengemudi nyaris tiga jam tanpa henti kyuhyun dipaksa meluncur ke perusahaan. Ada beberapa masalah yang harus ia tangani seorang diri, hal itu cukup membuat kepalanya pusing. 

Tubuh yang lunglai, pikiran yang penat dan akhirnya berdampak pada tidur yang tak nyaman. Seperti saat ini, ia akan tiba-tiba bangun di tengah malam. Jujur saja awalnya hal itu memang sengaja ia lakukan semenjak tidur bersama yonghoon, yahh…sekedar mengecek kondisi yonghoon sekaligus curi-curi pandang mumpung ada kesempatan. Tapi belakangan tindakannya itu menjadi kebiasaan buruk yang susah dihilangkan.

Kyuhyun mendadak panic, bagaimana tidak? Lagi-lagi sebelah ranjangnya kosong. Kali ini kemana perginya yonghoon? Sempat menduga mungkin gadis itu ke kamar mandi, tapi mengapa ruang kecil di sudut kamar itu terlalu sunyi? Kecurigaan kyuhyun beralih pada pintu kamar yang sedikit terbuka. Pastilah itu ulah yonghoon, sebenarnya apa yang dia lakukan?

Dengan sejumlah tanda tanya basar di kepala saat Kyuhyun berjalan pelan menuruni tangga. Ketika sebuah suara menggelitik pendengarannya. Oke, itu memang suara yonghoon. Tapi dengan siapa dia di dapur? Bibi kim mungkin? Kyuhyun mencoba memastikan.

“yongie mau minum susu?”

Deg 

Seketika langkah kyuhyun terhenti, saat nama itu kembali lolos dari bibir yonghoon.Perasaan kyuhyun mulai tak menentu. Ya Tuhan… Ada apa lagi dengan yonghoonnya? Mengapa gadisnya menjadi seperti ini? pria itu tak bisa menahan sesak di dada,seolah hatinya diremas tanpa kira. Rasanya sakit sekali tiap melihat yonghoon bertingkah aneh. 

“sudah cukup?? Kalau begitu ayo kembali kekamar sayang! Kajja….!!”

Lihatlah dia begitu mendalami perannya. layaknya seorang ibu yang mencurahkan kasih sayang pada sang buah hati. Begitu lembut dan penuh cinta. Yonghoon menggiring jiyongmasuk kesebuah kamar tanpa tahu sejak tadi kyuhyun diam-diam memperhatikannya. Memantaunya dengan hati yang terluka, bahkan entah sejak kapan lelaki itu mulai menitihkan air mata.

Tanpa berniat mengganggu sedikitpun kyuhyun membuka pintu kamar itu perlahan. Hanya ingin tahu sampai sejauh mana yonghoon akan tenggelam dalam dunia ciptaannya sendiri. Meski jujur saja kyuhyun tak kuat jika harus melihat telalu lama,melihat yonghoon bercengkrama dengan sosok khayalannya itu membuat batin kyuhyun tersiksa. Dan pada akhirnya kyuhyun akan kembali merutuki dirinya sendiri atas apa yang terjadi.

Disana,disebuah ranjang besar yonghoon seolah menidurkan seseorang. Dengan tepukan-tepukan kecil pada sebuah guling yang mungkin, dilihat dari sudut pandang yonghoon itu adalah sosok jiyong yang menggemaskan. Sosok gadis kecil imut yang merengek minta belaian. Hingga perlahan ia mulai terpejam karena sentulan lembut dari sang ibu. Ditambah lullaby yang samar dialunkan merdu oleh yonghoon terasa sangat menenangkan.

Cho kyuhyun, pria yang masih berdiri di ambang pintu kini mulai tak tahan lagi. Hatinya malah semakin tersiksa melihat senyuman yonghoon. Kenapa? karena semua itu hanyalah kepalsuan. “yonghoon-ah, apa yang kau lakukan disini?”

Pertanyaan itu meluncur kala ia berada tepat di samping yonghoon. Dengan muka memerah sisa tangis dan emosi yang tertahan, ia benar-benar muak dengan situasi ini.Yonghoon tentu terkejut, sejurus kemudian ia menyeret kyuhyun menjauh dari ranjang. “sssstt… jangan berisik!!” omelnya.

“yonghoon-ah sadarlah…!!”

“ya..!!jangan teriak…!! kau akan membuat jiyong bangun”

Astaga,Ya Tuhan… tolong lakukan sesuatu agar yonghoon sadar. Bangunkan dia dari mimpi suramnya ini. Atau setidaknya beri tahu kyuhyun apa yang harus ia perbuat agar emosi yang memuncak dikepala tak meledak saat ini juga. Namun terlambat,kyuhyun sudah menyeret yonghoon keluar kamar dan berhenti tepat di ujung tangga. Sekarang kita lihat apa yang akan ia lakukan pada yonghoon disana.

“kyuhyun-ah,lepaskan!! Ini sakit…”

“song yonghoon dengarkan aku! Dengarkan dan perhatikan baik-baik!!” bentak kyuhyun tanpa melonggarkan genggamannya sedikitpun. “kau lihat baik-baik tangga itu!kau ingat apa yang dulu terjadi padamu disana?”

Masih bingung dengan arah pembicaraan kyuhyun, yonghoon hanya menggeleng pelan. Meski begitu ia tetap merasa jengkel dengan sikap kasar kyuhyun. “apa yang kau bicarakan cho kyuhyun?”

“jadi kau masih belum ingat? Kau lupa dirimu pernah jatuh dari ujung sana dan terkapar di tempat ini? Tepatnya disini, kau bersimbah darah dan tak sadarkan diri.” Jari tekunjuk kyuhyun mengarah tajam pada lantai yang mereka pijak sekarang penuh penekanan. “Dan disaat itulah kau kehilangan bayimu hoon-ie.Janin yang kau kandung itu, dia tak bisa diselamatkan. Kau mengalami keguguran”

Nadanya memang lembut namun apa yang kyuhyun katakan itu bagai besi panas yang mengoyak jantung hati yonghoon. Ia dipaksa mengingat hal yang sangat tak masuk akal baginya. Tidak mungkin, bagaimana bisa ia keguguran. Jelas-jelas putrinya –jiyong- kini ada bersamanya. “Omong kosong apa ini cho kyuhyun? Itu tidak mungkin” 

“kau masih belum ingat? Atau kau masih tak percaya? Kenapa? Apa karena jiyongmu itu hah?”

“Ya.Kenapa kau selalu mempermasalahkan soal jiyong? Kau lihat sendiri bukan? Jiyong sedang tidur di kamar. bagaimana mungkin jiyong ada disini bersamaku sekarang jika dulu aku mengalami keguguran?”

“Tepat sekali!! Itulah yang harusnya kau sadari. Bayimu meninggal saat kau jatuh, tapi mengapa ada sosok jiyong dalam pikiranmu. Siapa jiyong sebenarnya? Dan dari manadatangnya jiyong, apa kau bisa jelaskan itu padaku, yonghoon-ah?”

‘Siapa’?berpikir sejenak.  Tentu saja jiyong adalah anaknya bersama hyunjoong. Gadis kecil yang datang dalam mimpinya bersama hyunjoong kala itu. mimpi? Yahh, yonghoon ingat pertama kali melihat sosok jiyong dalam mimpi itu. lalu sebelumnya? Apa dia penah melihatnya?

“pikirkan baik-baik hoon-ie, kau akan tahu jawabannya. Kau pasti bisa membedakan mana ituyang nyata atau bukan.”

Song yonghoon kini sibuk bergelut dengan pikirannya sendiri. Jika ditela’ah lebih dalam lagi memang terdapat kejanggalan disana sini. Dari mana sosok jiyong itu berasal? Mengapa dia hanya datang di saat-saat tertentu saja? Dan yang terpenting, jika memang jiyong adalah anaknya setidaknya yonghoon harus ingat bagaimana ia melahirkannya, bagaimana ia membesarkannya hingga jiyong tumbuh menjadi gadis kecil yang amat menggemaskan. Coba mengorek lagi bayangan masa-masa itu dalam kepalanya tapi yonghoon tak menemukan apapun disana. Iasamasekali tak ingat barang secuil saja, bagaimana mungkin hal itu bisaterjadi?

Coba pikir lagi nona, dalam waktu sesingkat itu. Hanya dalam jangka beberapa bulan setelah ia pulang dari rumah sakit, mengapa jiyong sudah tumbuh layaknya anak berumur tiga tahun? Itu mustahil bukan? Ya, jelas-jelas itu sangat mustahil song yonghoon.

“apa sosok jiyong itu benar-benar nyata bagimu? Aku bahkan tak bisa melihatnya yonghoon-ah, jadi sadarlah…”

“tidak,tidak mungkin! Jiyong itu benar-benar ada. Ayo, kau bisa melihatnya sendiri disana!!”

Dasar keras kepala! Padahal logikanya sendiri turut serta meneriakkan bahwa semua itu tidaklah nyata namun batinnya masih saja tak percaya. Hingga ia menyeret kyuhyun masuk ke kamar itu agar melihat jiyong tidur pulas disana. Namun apa?Kamar itu kosong. Tak ada jiyong di kamar itu. tak ada jiyong yang berbaring diranjang itu. hanya bantal dan guling yang tertata rapi masih pada tempatnya.

Yonghoon langsung shock setengah mati. Ia melepas cengkraman pada lengan kyuhyun dan berhambur ke ranjang itu. “yongie-ah… ji yongie odiseo?” ia beralih pada kamar mandi di sudut kamar namun sosok jiyong tetap tidak ia temukan.

“yongie-ah…kau dimana sayang?”

Kyuhyun masih diam, cukup amati yonghoon dengan seksama. Biarkan ia panic sendiri,berlarian kesana kemari hingga semua sudut dalam rumah besar itu. Biarkan diapuas mencari sosok jiyong yang sesungguhnya tidaklah ada. 

“Jangan tinggalkan eomma sayang!”

Semua itu berlangsung hingga yonghoon lelah dan jatuh tersungkur pada dinginnya lantai di malam itu. Kyuhyun memang sengaja membiarkannya. Bukan kejam atau apa, tapi  mungkin dengan begitu perlahan yonghoon akan percaya. Sadar bahwa selama ini dia hanya berhalusinasi,tenggelam dalam khayalan yang ia buat sendiri. 

“bagaimana?Apa kau menemukan jiyong?”

Menggeleng pasrah, sampai kapanpun Yonghoon takkan mampu menemukan jiyong. Gadis kecil itu telah pergi entah kemana, pergi meninggalkannya atau… sesungguhnya ia memang tak pernah ada. “aahhk…”

“yonghoon-ah…!!”

Kini giliran kyuhyun yang terkejut melihat yonghoon berteriak sambil memegangi kepala. Ada apa dengan gadis itu?

“sakitt…kepalaku sakit sekali”

Jeritan yonghoon membuatnya semakin panic. Yahh inilah ketakutan terbesar kyuhyun, jikaia memaksa yonghoon mengingat semuanya ia takut kondisi yonghoon malah semakin buruk.

“mianhae,aku tidak bermaksud menyakitimu…”

“aaahhk…”

Dan setelah itu yonghoon benar-benar tak sadarkan diri. Kepanikan kyuhyun semakin menjadi. Ia benar-benar menyesal atas tindakannya. 

“yonghoon-ah… yonghoon-ah,kumohon sadarlah sayang! Yonghoon-ah…!!”

~~ ~

Hembusan angin lembut, menerbangkan dedaunan kering di pinggir jalan kota. Harum bunga mawar yang basah oleh embun pagi sangat kentara di luar sana. Begitupun burung yang bernyanyi lewat kicauan indah mereka, sebagai tanda bahwa sang surya siap bertengger menempati singgasana. Saat itu pula seorang gadis mulai terjaga dari tidur lelapnya.

Sempat curiga. Ranjang yang sempit serta bau menyengat yang sangat menyiksa, sebelum membuka mata yonghoon sempat berdoa semoga ini hanya perasaannya saja. Semoga dia tidak sedang berada di salah satu ruang di rumah sakit itu lagi. Tempat yang penuh dengan obat-obatan sebagai musuh terbesarnya. 

Sesaat kemudian terdengar helaan napas panjang karena doanya kali ini tak dikabulkan oleh Tuhan. Yah, lagi-lagi ruang pengap bernuansa serba putih ini lagi yang ia temukan, ditambah lagi baju pasien kedodoran yang melekat ditubuhnya. Dan masih banyak lagi hal menyebalkan diruangan ini. Yonghoon memang paling banci denganrumah sakit, meski ditempatkan dalam kelas VVIP sekalipun. Baginya tak ada yang manarik sama sekali kecuali, pria yang tengah duduk telungkup disamping ranjangnya ini.

Cho kyuhyun, tampak sangat kelelahan. Lihat saja garis-garis kerutan itu didahinya. Tidurpun terlihat tidak nyaman seolah ia tengah memikirkan sesuatu.Semacam beban berat yang harus ia pikul seorang diri. Yonghoon lantas berpikir,mungkinkah dia penyebabnya? Kembali teringat pada kejadian semalam dimana ia bertengkar hebat dengan kyuhyun. Perdebatan sengit yang lagi-lagi membahas masalah jiyong. 

Jiyong? Hati yonghoon bergetar kala nama itu kembali terlintas dibenaknya. Mulai berpikir keras tentang siapa sosok itu sebenarnya. benarkan dia adalah anak yang dikandungnya selama ini? Ayolah… gunakan logikamu song yonghoon. Jika memang dia itu anakmu, setidaknya kau ingat kapan atau bagaimana kau melahirkannya. Peristiwa semacam itu bukanlah hal yang bisa dengan mudah untuk dilupakan. Namun semakin kuat ia mengingatnya, bayangan yang muncul malahk ejadian mengerikan yang ia alami dirumah dulu. Kala tubuhnya jatuh dari ujung tangga hingga membuat nyawanya nyaris tak tertolong. Kembali jeritan itu terngiang di telinga membuatnya pening seketika. Layaknya roll film yang kembali diputar dengan paksa, yonghoon ingat betul runtutan kejadian kala itu.  Saat ia kecewa atas kebohongan yang diciptakan kyuhyun, hingga ia terpeleset dan jatuh tak sadarkan diri. Semua itu terekam jelas dalam otaknya. Kini ia semakin yakin bahwa kejadian itu memanglah nyata.

Dan satu lagi, beberapa hari setelah ia sadar dari koma waktu itu, apa yang kyuhyun katakan? Samar-samar yonghoon ingat. Berita apa yang kyuhyun sampaikan hingga tubuhnya mendadak lemas dengan keringat dingin mulai bermunculan. Yah, itu adalah kabar yang paling menyedihkan. Seolah dunianya berakhir saat itu juga. Kyuhyun bilang bahwa bayinya meninggal. Janin yang ia kandung tak mampu bertahan karena benturan keras saat ia terjatuh. Yonghoon tahu betapa depresinya dia karena peristiwa itu. Bayangkan saja, belum genap setengah tahun ia berduka atas  meninggalnya hyunjoong dan kini ia harus menerima kenyataan bahwa bayinya ikut pergi menyusul sang ayah. Wanita mana yang masih bisa hidup normal setelah semua itu terjadi? Beruntung yonghoon tak mencoba bunuh diri lagi seperti dulu. 

Ya Tuhan… betapa malangnya nasib malaikat kecilnya itu. satu-satunya peninggalan hyunjoong yang amat ia sayangi malah pergi sebelum yonghoon bisa menimang dalam pangkuannya. yonghoon terus memikirkan kepergian bayinya hingga terbawa kemimpi, alam bawah sadarnya yang mempertemukan yonghoon dengan sosok bernama jiyong.Gadis kecil yang ia cap sebagai anaknya sendiri.

Yahh,yonghoon tahu sekarang. Itulah awal dimana ia bertemu jiyong. Gadis kecil berusia 3 tahun yang muncul dalam mimpinya bersama hyunjoong. Gadis kecil yang sangat mirip dengan dirinya dulu. Jadi benar jiyong bukanlah anaknya. Mungkin dia hanya terlalu menginginkan seorang putri, dan harapan itu nyaris terkabul namun sayang… Tuhan berkata lain.

Dari situlah yonghoon mulai sadar, yang dia lihat selama ini ternyata palsu. Semacam tipuan yang ia ciptakan untuk dirinya sendiri. Pantas saja kyuhyun tak bisa melihat sosok jiyong. Sampai-sampai yonghoon menganggap kyuhyun gila karena takbisa melihat jiyong yang jelas-jelas memang tak ada. Ternyata yang sebenarnya gila adalah dirinya sendiri.

“Ya Tuhan,  apa yang telah kulakukan selama ini?”

Desahan yonghoon lolos begitu saja. Dia kembali menatap kyuhyun yang masih tertidur pulas disampingnya. Wajah itu samakin tirus, terbayang betapa tersiksa hidup kyuhyun selama ini. “kau pasti menderita karena ulahku, mianhae” setetes airmata jatuh membasahi pipi. Ia tak tega melihat sahabatnya terus mengalami kesulitan dalam hidupnya, dan itu semua karena dirinya. Karena yonghoonlah hidup kyuhyun hancur berantakan. Jauh dari kata bahagia. Terlalu banyak yang telah dia rampas dari tangan kyuhyun, mulai hari hubungan asmara hingga kehidupan yang normal dengan kedamaian disetiap nafasnya. Semua itu lenyap dari genggaman kyuhyun, yang ada hanya terus terbebani oleh tanggung jawab yang dilimpahkan padanya yaitu… merawat yonghoon.

“mianhae,kyuhyun-ah… jeongmal mianhaeyo”

Nada yang sarat akan rasa penyesalan yang mendalam. Betapa tidak, kyuhyun yang harusnya bahagia bersama kekasihnya malah ikut terjerumus dalam lubang kelam tempat dimana yonghoon berada. Andai saja ia tak menyetujui pernihakannya dengan kyuhyun, andai saja ia kabur dan mengihilang saja saat itu. mungkin kejadiannya tak akan serumit ini. Kyuhyun bisa terus bersama hyorin tanpa harus memikirkan dirinya. Tanpa harus terbebani dengan kehidupan yonghoon. 

Tapi apalah daya, semua telah terjadi. Kini tinggal bagaimana cara melepaskan kyuhyun dari belenggu penderitaan ini. Membiarkannya hidup tenang tanpa bersusah payah memikirkan ini itu tentang yonghoon. Sudah cukup ia menyusahkan kyuhyun. Toh apa yang menjadi alasan mengapa selama ini yonghoon tetap bersama kyuhyun, kini telah tiada. Masih ingat bukan mengapa yonghoon bersikeras tetap berada disisi kyuhyun kala itu? bertahan menghadapi sikap dingin dan pengabaian kyuhyun pada dirinya? ya, semua itu hanya demi calon bayinya. Dan kini setelah bayi itu meninggal, bukankah tak ada lagi alasan bagi yonghoon untuk terus hidup disamping kyuhyun? Ayolah, Jangan rakus dengan menginginkan kyuhyun selalu disisimu hoonie. Pria itu punya kehidupan sendiri, pria itu berhak bahagia. Lepaskan dia jika kau tak ingin melihatnya semakin menderita dan penyesalan dalam dirimu akan semakin membabi-buta. Yonghoon tak mau hal itu terjadi. Sudah cukup!

Ditengah kesibukan mengamati wajah lelah kyuhyun, ia baru sadar jika sebelah tangan mereka saling bertautan. Terasa nyaman dan hangat, genggaman kyuhyun membuat hatinya tenang. Pantas saja, tidurnya semalam nyenyak sekali. Apa itu karena kyuhyun? Yahh, lantas apa jika bukan karena itu. Tuhan sungguh mulia,mengirimkan malaikat pelindung pada dirinya. Yonghoon tergerak membelai surau kecoklatan milik kyuhyun, belaian tulus sebagai tanda terimakasihnya. Ia tak tahu harus melakukan apa untuk membalas perbuatan kyuhyun.

Mulai terjaga, tidur nyenyaknya terusik oleh sentuhan-sentuhan lembut di kepala.Kyuhyun mendongak dan mendapati yonghoon tersenyum manis kepadanya.“yonghoon-ah, gwaenchana?”

Gadis itu tersenyum, senang rasanya melihat kyuhyun begitu mengkhawatirkannya. Sekaligus juga miris membayangkan betapa tersiksanya kyuhyun  jika terus khawatir akan kondisinya selama ini. “mianhae, aku tak bermaksud menyakitimu semalam”

Yonghoon nyaris terjungkal saat kyuhyun tiba-tiba berhambur memeluknya. Mendekap tubuhnya erat seolah tak membiarkannya lepas sedikitpun. Ia tahu kyuhyun merasa bersalah atas tindakannya semalam, bisa saja bukan hal itu malah membuat kondisinya semakin memburuk? semacam depresi lagi mungkin? Tapi tenang saja chokyuhyun, misimu kali ini berhasil. Yonghoon telah sadar dan terbangun dari mimpi buruknya. 

“mianhae,katakan bahwa kau baik-baik saja sekarang”

Yonghoon mengusap punggung lebar kyuhyun dengan lembut, berharap pria itu sedikit lebih tenang. “aku baik-baik saja kyuhyun-ah” Mengapa kyuhyun jadi sepanik ini?Kemana perginya sifat dingin dan angkuh yang biasa dia agung-agungkan?

“syukurlah…aku senang kau baik-baik saja. Maaf… Aku tak bermaksud menyakitimu lagi.Tolong katakan, apa yang harus ku lakukan agar kau mau memaafkanku. Apapun ituaku janji akan melakukannya untukmu.”

“benarkah?”

Yonghoont ampak antusias. Ia mulai melepaskan dekapan kyuhyun itu perlahan. Ditatapnya wajah kyuhyun yang telah berurai air mata. Astaga, sejak kapan kyuhyun menjadi berubah jadi cengeng? seberapa besar pengaruh buruk yang ia berikan pada kyuhyun hingga sikapnya berubah sederastis ini. Kyuhyun yang dingin dan tak terkalahkan kini terlihat rapuh dan menyedihkan. “benarkah kau akan melakukan apapun yang ku mau?”

“eoh,tentu saja. Apapun itu asal kau mau memaafkanku”

Untuk sejenak yonghoon menghirup nafas panjang. Mungkinkan ini kesempatan baginya untuk melepas kyuhyun? Membiarkan dia pergi mengejar kebahagiaannya sendiri. Tak perlu lagi terjerat dengan kehidupan suram milik yonghoon. Dan lagi, bukankah selama ini kyuhyun masih menjalin hubungan dengan hyorin? Mungkin dengan inidia bisa memberi sedikit jalan pada kyuhyun untuk bahagia bersama gadis yang dicintainya. Yonghoon tersenyum memikirkan hal itu meski ia menangis dalam hati. Karena setelahnya, dia harus benar-benar meninggalkan kyuhyun. Seperti janjinya dulu, pergi dan menghilang dari hadapan kyuhyun selamanya. 

Yah,ini adalah jalan yang terbaik. Dan mungkin Tuhan sengaja memberikan kesempatan ini agar dia bisa membalas semua kebaikan kyuhyun padanya. Ya, mungkin saja.

“kyuhyun-ah, kita… bercerai saja”

TBC…

10629734_899575880072618_6455144093844908708_n

tumblr_inline_njpv1p6GC71sftzhh

Advertisements