juhee

Love is fool, can’t see, can’t hear

But you will smile when it comes to you

 

Yong-Hoon terus melangkah cepat mengimbangi langkah lebar pria di depannya. Bahkan sepanjang koridor gedung KBS dari lantai satu sampai empat gadis ini berusaha menariki baju belakang pria itu. Sebenarnya pria ini sudah berusaha menghindari Yong-Hoon selama beberapa hari terakhir, mungkin hari ini adalah hari sialnya.

Ketika baru memasuki lobi bawah gedung KBS ia mendapati seorang gadis memanggil antusias kearahnya. Mendengar suara gadis itu adalah alarm kebakaran untuk harinya. Mungkin kalau hari ini KRY tidak memiliki jadwal comeback stag ia lebih memilih pergi ke salon hewan bermanjaan dengan kucing kesayangannya. Jika saja..

“Harus berapa kali aku menjelaskan padamu, Yong-ie? Dia tidak bisa melakukannya.”

Pada akhirnya pria cantik itu memilih mengalah, memegang pundak Yong-Hoon dan berusaha memberikan pengertian.

“Yesung, dia sedang sibuk dengan drama pertamanya. Aku tak bisa mengganggunya. Ah, bukan aku tapi management yang melarang mengganggunya. Kau mengerti?” Yong-Hoon terdiam sendu menatap pria di depannya, berharap pria itu mangatakan hal baik untuknya. “Kenapa tidak ada yang mau membantuku, oppa-ya?” lirihnya.

“Bukan seperti itu. Bagaimana kalu soundtrack-mu Ryeo-Wook saja yang mengisi?” bujuk Hee-Chul, pria yang menatap gemas pada Yong-Hoon.

Ya!” teriak Hee-Chul spontan mendapat gelengan dari gadis yang kini menatapnya dengan pandangan berkaca-kaca.

Aigo.. aigo jangan menangis, dongsaeng-ah. Kemarin aku menawarkan Kyu-Hyun yang membawakan soundtrack-mu, kau juga menolak. Kenapa? Kyu-Hyun juga baik dalam hal itu.?” Hee-Chul merendahkan nada suaranya sambil mengusap air mata yang mulai mengaliri pipi Yong-Hoon.

Kim Hee-Chul adalah manager grub ballad KRY yang terdiri dari Kyu-Hyun, Ryeo-Wook, dan Yesung. Dia juga kenalan baik ayah Song Yong-Hoon yang seorang sutradara senior. Yong-Hoon sendiri baru saja menapaki karirnya di dunia entertainment, tepatnya di belakang layar. Menjadi sutradara pemula bukanlah hal mudah, walaupun hanya membuat satu web-drama yang berdurasi lima belas menitan per-episode. Meng-chasting pemeran hingga memilih penyanyi yang akan mengisi soundtrack dramanya ingin ia kerjakan sendiri dalam project pertamanya. Yong-Hoon sebenarnya bisa saja meminta bantuan ayahnya untuk memuluskan pekerjaannya, tapi dia buakan gadis seperti itu. Yong-Hoon tak ingin mendompleng karirnya dengan membawa nama ayahnya. Ia ingin seperti ayahnya, memulai semua dari nol hingga sukses seperti sekarang.

“Ryeo-Wook oppa tak memiliki penghayatan seperti Yesung oppa. Aku juga tidak bisa meminta Kyu-Hyun melakukannya.”

Hee-Chul membuang napasnya, ia tak mengerti juga tak ingin mengerti urusan pribadi orang. Ia menyerah. “Baiklah, akan kubujuk Yesung melakukannya. Tapi aku tak janji bisa membujuk management. Aku harus pergi sekarang, eoh.”

Gomawo oppa, aku akan memberimu nomor phoncell adikku jika berhasil.” Kata Yong-Hoon sambil menundukkan badan.

“Yah, dan berakhir di amuk Yesung.” Balas Hee-Chul sembari mengacak rambut Yong-Hoon sebelum menghilang di dalam ruang tunggu untuk aktris yang akan mengisi acara music.

~ ~ ~ ~

Yong-Hoon menghela napas dan mengusap jejak air matanya. Ia mencoba menyemangati dirinya sendiri. Apapun yang terjadi web-drama pertamanya harus selesai dan dirilis.

“Kau mencoba menghindariku Song Yong-Hoon?”

Napas Yong-Hoon tersendat. Itu suara Kyu-Hyun, pria yang dalam dua minggu ini ia coba hindari. Tanpa rasa bersalah Kyu-Hyun menghampirinya dengan tatapan mengintimidasi. Yong-Hoon baru saja akan memutar arah saat sebelah lengannya ditarik pria berambut cokelat itu.

“Kenapa harus menghindar?” meskipun suara Kyu-Hyun sangat pelan tapi terdengar menuntut ditelinga Yong-Hoon. Gadis ber-cardigan cokelat bata itu berusaha melepaskan lengannya dari genggaman Kyu-Hyun alhasil pegangan dilengannya malah semakin mengerat.

“Aku yang akan mengisi Soundtrack utamamu,” kata Kyu-Hyun.

Yong-Hoon memberanikan diri menatap kedalam mata hazel Kyu-Hyun, berharap menemukan sebuah penjelasan dari apa yang baru saja pria di depannya katakan.

“Terimakasih, tapi itu tidak perlu.” Sekali lagi Yong-Hoon mencoba melepaskan genggaman di lengannya, ketika berhasil ia segera berjalan cepat menuju lift yang dapat mengantarnya ke lantai satu yang penting tidak ada Cho Kyu-Hyun disitu.

Beberapa langkah mendekati pintu lift Kyu-Hyun kembali menariknya. Yong-Hoon meringis saat punggungnya dirasa membentur dinding. “Cho Kyu-Hyun apa yang kau lakukan?” bisik Yong-Hoon saat kedua lengan Kyu-Hyun memerangkapnya dan tak ingin mengundang perhatian orang yang mungkin kebetulan lewat di sana. Tak ada sahutan dari Kyu-Hyun selain tatapan penuh arti yang gadis itu temukan. “Kumohon biarkan aku pergi,” sambung Yong-Hoon memelas.

“Berhenti menghindariku,” bisik Kyu-Hyun.

“Tapi aku harus melakukannya.”

“Wae?”

“Aku belum baik-baik saja setelah kau menolakku. Aku tidak bias menghapus perasaanku selama bertahun-tahun begitu saja.” Yong-Hoon menarik napas sebelum melanjutkannya. “Aku akan terluka jika terus di sekitarmu, jadi biarkan aku pergi.” Tak ada gunanya pura-pura tegar didepan pria yang telah mematahkan hatinya dua minggu lalu. Gadis ini terlalu cengeng untuk tidak menangis. Setelah tadi menangis di depan Kim Hee-Chul demi suara Yesung kini air mata Yong-Hoon menetes lagi untuk hatinya yang bertepuk sebelah tangan.

“Jadi itu alasanmu menghindariku?” Kyu-Hyun tertawa geli.

Kyu-Hyun dan Yong-Hoon adalah teman semasa sekolah di high school. Mereka teman baik sejak sering berada dalam kelompok belajar bersama. Dari keterbiaasaan bersama itu Yong-Hoon mulai menyukai Kyu-Hyun yang pintar dan mempesona. Kyu-Hyun sendiri, sebenarnya sudah tahu jika gadis cengeng itu memendam rasa padanya. Hanya biarkan Yong-Hoon terus memberikan cinta padanya itu sudah cukup. Mungkin nanti jika mereka sudah dewasa dan gadis itu masih menyimpan dengan baik hatinya Kyu-Hyun akan mempertimbangkan lagi.

Untuk beberapa saat mereka hanya bertatapan saling menyelami manic yang diam-diam saling mengagumi. Tangan Kyu-Hyun terangkat mengusap jejak air mata yang mengalir di pipi kiri gadis itu. Ei~ Berapa tangan yang sudah mengusap pipimu pagi ini Song Yong-Hoon? Apa menangis itu adalah Modus-mu? Omo..

“Dengar, aku yang akan mengisi main Soundtrack dramamu.. Dan jangan menangis hanya karena ditolak satu pria. Eoh?!” Kyuhyun mengecup sebelah mata Yong-Hoon. Sebelum berlalu dan memghilang di dalam ruangan yang sama dimasuki Hee-chul tadi.

~ ~  ~ ~

Yong-Hoon mengusap hidungnya yang memerah. Ini membuatnya gila. Bagaimana dia bisa jatuh cinta pada pria egois seperti Kyu-Hyun. Dan sialnya meskipun sudah ditolak secara langsung Yong-Hoon masih mencintai pria yang pandai mencuri hati semua wanita dengan suara malaikatnya itu.

“Yong-Hoon pabo.”

“Pabo Yong-Hoon.”

“Pabo.. pabo.. pabo..”

Yong-hoon bersenandung menertawakan dirinya sendiri. Sesekali menahan senyum dan menunduk saat beberapa orang memergokinya bergumam dan tertawa sendiri selama perjalanan keluar dari gedung KBS.

10931318_434433543376817_844003804722435099_n

Advertisements