my love for you fix

~Selain dirimu siapa lagi yang bisa kucintai?~

~Hanya berharap pada suatu hari nanti ketika kau akan melihat bahwa~

~Cintaku hanyalah untukmu~

Musim semi di pagi hari yang cerah. Lembutnya tiupan angin membelai tubuh, serta kehangatan yang ditawarkan sang mentari membuatnya berulang kali merentangkan tangan. Menghirup rakus udara pagi yang memberi kesejukan di dalam sanubari. Song Yonghoon, siap memulai rutinitas seperti biasa bersama kicauan burung yang senantiasa menemani perjalanannya. Dan lihat… lengkungan manis dibibirnya tak pernah pudar belakangan ini. Menghiasi wajah cantiknya hingga tampak berseri-seri. Maklum saja, penyakit kasmaran terkadang beda tipis dengan kelainan jiwa.

Tin…tin…

Ketenangan jiwa maupun raga mendadak porak poranda bersama datangnya suara tak bersopansantun itu. Yonghoon yang nyaris jantungan telah bersiap dengan segala sumpah serapah untuk sang pelaku. Oke, kita lihat siapa orang gila itu.

“masuklah…!!”

Pada akhirnya ia membeku, tepat saat pria berwajah sepolos bocah itu muncul dari balik kaca mobilnya dan memamerkan senyuman malaikat. Tampaknya dia sengaja membuat Yonghoon meleleh saat itu juga. Ini tidak bagus. Dan tunggu… dimana sumpah serapahmu nona? Astaga… Dia selalu saja lupa jika sudah berhadapan dengan pria itu.

Adalah Kyuhyun. Cho Kyuhyun, siapa lagi pria yang selalu membuatnya idiot mendadak. Pria yang membuat Yonghoon rela melakukan apapun termasuk menyakiti hatinya sendiri. Pria yang tampan dan penuh pesona. Yonghoon sendiri masih tak percaya bahwa Kyuhyun adalah kekasihnya.

“mengagetkan saja. Jantungku nyaris lompat tahu?” omelnya sembari masuk mobil Kyuhyun.

“benarkah? Kalau seperti ini, apa yang terjadi pada jantungmu?”

Dia kembali berulah. Dengan dalih memasang sabuk pengaman Yonghoon, Kyuhyun sengaja mempersempit jarak. Saking dekatnya hingga bibir mereka nyaris bersentuhan. Tak cukup sampai disitu, bahkan mata onyxnya masih sempat mengerling nakal sebelum ia kembali pada posisinya. Kyuhyun pasti sengaja menggoda Yonghoon dengan trik kuno ini, sungguh tidak kreatif. Tapi nyatanya jurus semacam itu masih mempan juga. Lihat saja Yonghoon yang mati-matian menahan napas agar detak jantungnya kembali normal. Mati saja kalau Kyuhyun sampai mendengarnya.

Oke.. kau berhasil tuan. Sesaat kemudian terdengar kikikan dari sang iblis. Merasa puas dengan kejahilannya, pria itu segera melajukan mobilnya tanpa sepatah katapun. Memang benar, tak perlu trik khusus untuk menggoda Yonghoon. Asal Kyuhyun pelakunya gadis itu pasti takhluk begitu saja.

~o0o~

Setelah beberapa menit perjalanan, ohh… untung hanya sebentar karena jika lebih lama lagi telinga Kyuhyun benar-benar hangus terbakar. Dua puluh menit dan selama itu pula Yonghoon mengomel tanpa henti. Pemicunya adalah tindakan Kyuhyun tadi. Cih.. Yonghoon pasti sengaja melakukannya sebagai alibi untuk menutupi rasa malu, sungguh pintar.

“Kyu.. turunkan aku di sini saja!!”

Kyuhyun celingukan. Gedung SM masih jauh di depan sana, lalu untuk apa Yonghoon meminta turun? Baiklah, mungkin bercandanya sedikit keterlaluan. Tapi apa Yonghoon harus semarah itu?

“wae?” Kyuhyun polos bertanya.

Menghela napas sejenak sebelum Yonghoon menatap pria tampannya itu. “kau ingin aku mati ditangan fansmu? Apa tanggapan orang jika kita datang bersama Kyuhyun-ah?”

Tentu saja akan timbul masalah, itu tidak baik untuk mereka berdua. Dan Kyuhyun melupakannya? Ohh jinjja… Itulah kelemahan Kyuhyun belakangan ini. Dia selalu ingin berdekatan dengan Yonghoon tanpa memikirkan konsekuensinya. Lagi-lagi penyakit kasmaran.

“ahh… arraseo” Katanya seraya mengangguk-angguk layaknya anak kecil. Ahh Yonghoon suka moment seperti ini, dimana Kyuhyun akan menampakkan sisi bocahnya, itu terlihat imut dan manis sekali.

Sudah cukup! Yonghoon bergerak keluar dari mobil Kyuhyun. Takut dirinya akan terbuai dan berakhir dengan hal bodoh.

“tunggu sebentar…” tangan Kyuhyun bereaksi lebih cepat, menarik Yonghoon hingga kembali ke tempat. “kau melupakan sesuatu!” lihat… mata genit itu lagi. Astaga, signal bahaya nona.

“apa?” yaishh.. entah dia itu polos atau memang idiot. Yonghoon bertanya seolah tak mengerti.

Mengetahui korban masuk merangkap, Kyuhyun segera mengeluarkan jurus sok imut dengan menyentuh bibirnya sendiri. Tidak! Bukan menyentuh, lebih tepatnya menunjuk. Tebak siapa yang tak paham dengan maksudnya, tentu semua tahu.

“tidak mau..!!”

“ya!!… wae geurae? Apa kau masih marah?”

Bukan begitu Cho Kyuhyun, kau tidak lihat Yonghoon bahkan menunduk setengah mati menahan malu. Andai saja kau lihat pipinya memerah bagaikan tomat, ahh itu sangat menggemaskan. Tapi ingat lagi Kyuhyun adalah orang paling tidak peka nomor satu didunia, jadi sudahlah.

“sekali saja! Apa kau tak mau memberikannya?” ya Tuhan.. tampang sok imut itu lagi. Bisa-bisa Yonghoon tak tahan dengan semua ini. Tampang boleh imut polos melebihi bocah, tapi otak mesumnya benar-benar tidak tertolong lagi. Baiklah, kali ini saja.

Sejenak membuang harga dirinya yang tinggi, serta rasa malu yang telah mencapai ubun-ubun. Yonghoon segera berbalik menghadap Kyuhyun. Bahkan pria itu terlonjak atas reaksinya. Saling menatap lembut sama saja memaksa jantung mereka bekerja ribuan kali lipat.

Gadis itu kini beraksi, mulai dari tangan kiri merambat perlahan memberikan sentukan di pipi hingga mengenai telinga lembut Kyuhyun. Dari situ Yonghoon merasakan tubuh Kyuhyun menegang seketika.

Ohh ini menakjubkan…

Jangan dikira hanya Kyuhyun yang pintar menggoda. Berkat ulah gadis itu, Kyuhyun benar-benar beku dengan mata membola tak percaya. Ia yakin jantungnya akan meledak jika tiba-tiba Yonghoon sungguh menciumnya.

Suasana semakin panas, kini giliran tangan kanan Yonghoon ikut berperan. Tak lupa melipat ibu jari dan kelingking hingga menyisakan tiga jari saja. Dengan itu dia menyentuh bibirnya sendiri. Gerak perlahan membuatnya tampak lebih seksi. Hah… Kyuhyun benar-benar merasa tersiksa. Otaknya terlalu focus pada bibir ranum Yonghoon hingga tak sadar sejak kapan jemari Yonghoon itu telah berpindah ke bibirnya.

Ciuman tidak langsung, itu kesimpulannya. Dan sudah… sampai disitu saja. Lalu secepat kilat Yonghoon keluar dari mobil Kyuhyun. Menghindar dari hal buruk yang mungkin menerkam dirinya.

Selagi Yonghoon bersorak dengan kikikan gila di luar sana, berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang masih melongo tanpa berbuat apa-apa. Dia masih shock ditipu mati-matian oleh kekasihnya sendiri. Ommo, bukankah ini tipuan manis tuan? Kau bahkan bisa mendapat lebih dari ini suatu saat nanti. Jadi jangan frustasi. Angap saja sebagai awal yang baik dari sebuah hubungan. Pria itu kembali tersenyum, senyum paling mengerikan yang pernah menjadi koleksinya.

“awas saja… Kau layak mendapat hukuman, Hoon-ie”

~o0o~

Sebuah acara talk show sekaligus siaran radio dimana sebagian member Suju terlibat didalamnya. Pria-pria tampan itu adalah Sungmin, Yesung dan Kyuhyun. Mereka tampak lihai membalas setiap pertanyaan dari kedua MC yang terkadang menyudutkan. Terlebih dengan jurus lidah sang magnae, walau tak banyak bertutur-kata namun sekali bicara bagaikan bom yang meluluh lantahkan setiap parasit yang ada. Ya begitulah Cho Kyuhyun.

Tiba waktunya istirahat sejenak, mereka memilih kembali ke ruang ganti. Disinilah Yonghoon memulai perannya. Sebagai asisten pribadi Yesung setidaknya dia harus ada saat dibutuhkan. Mulai dari menyiapkan kursi untuk duduk, sebotol air mineral, hingga kipas lebar jika bosnya itu merasa kegerahan. Inilah contoh asisten yang baik.

“gomawo”

Merasa puas dengan pelayanan Yonghoon, Yesung gunakan senyum manisnya sebagai imbalan. Ohh lihat saat mata sipit itu nyaris tertutup rapat kala dia tersenyum. Indah sekali bukan. “oh iya Hoon-ie, apa kau sudah makan siang?”

Gadis itu menggeleng. “nanti saja, aku sedang tidak lapar”

“ohh jinjja!! Ini bahkan sudah lewat jam makan siang. Kau selalu saja mengabaikannya” sungut Yesung mulai tumbuh.

“arraeo…arraseo… aku akan makan setelah ini. Jadi jangan marah lagi, oke oppa?” yah, tak ada jalan lagi selain bersikap manis. Yonghoon harus menurut jika tak ingin tingkat kecerewetan Yesung tertambah puluhan kali lipat.

Selalu seperti ini, dimana Yesung akan menaruh perhatian lebih pada gadis yang telah mencuri sebagian besar hatinya. Terlalu peduli pada hal-hal sepele yang kadang terlupa oleh Yonghoon sendiri. Kedekatan yang tejalin diantara mereka memang bukan lagi sebuah tanda tanya. Terutama member Suju, mereka tahu persis apa yang terjadi. Hingga cinta Yesung yang bertepuk sebelah tangan pun semua tahu. Jadi jangan salah, kedekatan mereka hanya sebatas profesionalitas belaka.

Namun tetap saja hal itu membuat hati seseorang meradang seketika. Tepatnya di sudut ruangan, duduk seorang diri berteman sebotol air mineral Masih dengan kilatan mata tajam mengarah pada dua obyek yang tengah asik dengan dunia mereka. Membuat darahnya mendidih dan terasa panas di kepala. Sadarkah pria bernama Cho Kyuhyun itu? Dia sedang terlahap api cemburu.

~o0o~

“Kerja yang bagus. Terima kasih atas kerjasamanya”

Adalah kalimat terakhir dari sang MC sebelum acara itu berakhir dan mulai bubar satu demi satu. Sedikit melenceng dari dugaan ternyata schedule hari ini selesai lebih awal.

Drrrtt…

Terlonjak ditengah kesibukannya, Yonghoon segera meraih benda kotak penyampai pesan itu.

“ikut aku sekarang juga!!”

Begitulah kiranya isi pesan singkat bernada perintah yang sempat membuatnya jengkel seketika. Yonghoon celingukan mencari dimana letak sang biang kerok itu berada dan mendengus pasrah saat menemukan pria itu sudah berkacak pinggang dengan angkuhnya. Tak banyak bicara lagi Yonghoon segera mengikuti sang jelmaan raja iblis itu melangkah.

Sampai pada sebuah taman lumayan sepi. Cho Kyuhyun, pria itu hanya duduk dan menatap Yonghoon sedingin kutub. Entah kemana perginya raut bocah yang biasa dia tunjukkan, yang tersisa hanya ekspresi dingin dan datar sedatar papan. Yonghoon layaknya terdakwa yang dipaksa mengakui perbuatannya, padahal ia sendiri tak tahu dimana letak kesalahannya.

Masih saja hening. Yonghoon sampai bingung apa dia yang harus memulai pembincangan? Tapi bagaimana mungkin dia berani bicara jika melihat aura Kyuhyun seperti itu? Apa lebih baik duduk disampingnya saja? Tidak..tidak… apalagi itu! Menatapnya saja tidak berani apalagi duduk berdampingan. Astaga ini benar-benar membuat frustasi. Yonghoon lebih baik disidang oleh dosen paling killer sekalipun ketimbang harus didiamkan seperti ini oleh Kyuhyun.

“apa kau tahu dimana letak kesalahanmu?”

Layaknya petir menyambar, suara Kyuhyun terdengar menusuk hingga ke tulang-belulang. Gadis itu bahkan kesulitan menelan ludahnya sendiri.

“me..memang apa yang ku lakukan?”

Benar. Dari sudut pandang Yonghoon, dia memang  tak bersalah sedikitpun. Bahkan semua tugasnya dikerjakannya dengan baik. Tapi justru itulah letak kesalahan paling fatal dimata Kyuhyun. Sebagai kekasihnya, mana rela dia membiarkan yonghoon lebih memperhatikan pria lain sedangkan Kyuhyun sendiri malah terabaikan. Ahh abaikan tentang profesionalitas, yang jelas Kyuhyun benar-benar marah sekarang.

“bisakah kau berhenti menjadi asisten Yesung hyung?” langsung saja pada point, Kyuhyun paling tidak suka berbasabasi. Terlebih jika harus bersabar menjelaskan duduk perkara yang membuatnya uring-uringan. Sama sekali bukan gaya Kyuhyun.

“Mwo? Waeyo?”

Enak saja dia bilang. Pria itu tidak tahu bagaimana susahnya mencari pekerjaan di jaman sekarang. Disaat Yonghoon nyaman dengan pekerjaan yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, enak sekali Kyuhyun memintanya berhenti.

“Cukup berhenti saja. Aku janji akan mencarikanmu pekerjaan lain”

“Aku tidak mau” tentu saja, pekerjaan ini dia peroleh dengan susah payah mana mungkin dia rela melepasnya begitu saja. “Sebenarnya ada apa denganmu Kyu? Mengapa kau ingin sekali aku berhenti dari pekerjaan ini, sedangkan kau sendiri tahu aku sangat membutuhkannya”

Yaishh… apa Kyuhyun harus bilang bahwa dia tidak suka Yonghoon terus menempel pada Yesung? Singkat kata, dia cemburu. Tidak…tidak. Itu memalukan. Harga dirinya terlampau tinggi untuk jadi bahan ejekan. Kyuhyun memilih memutar otak mencari alasan yang sekiranya lebih keren.

“kau selalu pulang malam bahkan setelah itu masih harus bekerja di Mobbit. Apa kau tidak lelah? Itu tidak baik untukmu Hoon-ie. Begini saja, akan kucarikan pekerjaan paruh waktu dengan upah yang besar untukmu, bagaimana?”

Mencoba bernegosiasi. Ya Tuhan.. memang ada pekerjaan paruh waktu dengan upah tinggi? Yang benar saja. Apalah itu, Kyuhyun tidak peduli. Yang ada dikepalanya sekarang adalah bagaimana cara agar Yonghoon mau berhenti menjadi asisten Yesung. Dia benar-benar tidak tahan melihatnya.

“aku suka melakukan semua itu. Bahkan keduanya terasa menyenangkan, jadi aku tidak pernah merasa kesulitan sedikitpun. Sudahlah jangan khawatirkan aku. Lebih baik kita pulang sekarang!”

Dasar gadis kepala batu. Kyuhyun benar-benar frustasi kali ini. Sekarang apa yang harus dia lakukan? “bagaimana kalau menjadi asistenku saja?” tawaran terakhir. Jika dengan ini Yonghoon masih menolak, Kyuhyun sungguh tidak tahu harus bagaimana lagi.

Kembali ke posisi semula, Yonghoon yang sudah pergi meninggalkan Kyuhyun terpaksa berhenti setelah mendengar penawaran itu. Ohh tidak ada pekerjaan yang lebih menyenangkan ketimbang menjadi asisten kekasihnya sendiri. Hitung-hitung sambil menyelam minum air. Sangat menguntungkan bukan?

Tapi, dari asisten Yesung berganti menjadi asisten Kyuhyun. Bukankah itu sama saja? Malah tak mengurangi jam kerjanya sedikitpun. Lalu apa gunanya? Terlebih lagi apa Yonghoon melupakan kebaikan Yesung padanya selama ini. Ohh tidak… Yonghoon tak mungkin tega meninggalkan Yesung begitu saja. Dia masih punya hati nurani.

“Aniyo. Shirro. Aku tetap tidak mau. Ayolah kita sudahi saja perdebatan ini dan mari kita pulang Kyuhyun-ah”

“tapi Hoon-ie…”

“aishh… kajja!!”

~o0o~

Kyuhyun benar-benar kalah telak. Sekeras apapun usahanya membujuk Yonghoon, gadis itu takkan berubah pikiran. Andai saja Kyuhyun bicara jujur mengenai alasannya mungkin saja Yonghoon akan sedikit melunak. Tapi belum tentu juga, ingat Yonghoon bukanlah gadis dengan hati yang mudah tersentuh jika dalam urusan seperti ini.

“kita sudah sampai” tutur sang pengemudi taksi setelah berhasil mengantar mereka berdua sampai rumah Yonghoon.

Kyuhyun segera merogoh saku berharap menemukan dompetnya disana. Saku pertama koSong, dia beralih pada saku berikutnya. Oh iya dompet… dimana terakhir kali Kyuhyun meletakkannya? Ini buruk. Kyuhyun mulai panik dan kebingungan. Tunggu… ini pasti akibat dia buru-buru menarik Yonghoon tadi hingga melupakan tas berserta dompetnya. Dasar ceroboh, rutuknya dalam hati.

“waeyo?”

Supir taksi itu masih setia menanti Kyuhyun keluar dengan beberapa lembar uang untuk diberikan padanya. Sedangkan Yonghoon mulai curiga dengan tingkah aneh Kyuhyun. “Hoon-ie… kali ini saja. bisakah kau bayar ongkos taksinya? Sepertinya dompetku masih di tempat manager hyung”

Astaga, benar dugaan Yonghoon. Pria itu bahkan tak membawa apapun selain ponsel dan pakaian yang melekat pada tubuhnya. Yonghoon segera keluar setelah membayar ongkos taksi.

“yakk… apa yang kau lakukan?” cegahnya saat mendapati Kyuhyun berniat mengikutinya turun.

“apa lagi? Tentu saja ikut turun denganmu?”

“tidak..tidak… lebih baik kau pulang dan istirahat!”

“tapi Hoon-ie bahkan ini belum terlalu malam, jadi biarkan aku mampir sebentar”

“pokoknya tidak bisa. Kau harus pulang dan tidur. Besok masih banyak pekerjaan yang menantimu.”

“tapi…”

Cup…

Senjata paling ampuh untuk membuat setan tengil itu tunduk seketika adalah dengan menciumnya. Dan benar saja, Kyuhyun membeku ditempat setelah mendapat kecupan mendadak itu. Walau singkat dan jatuhnya tak sesuai harapan karena Yonghoon hanya menciumnya di pipi. Sejatinya Kyuhyun akan lebih suka jika Yonghoon mengecupnya tepat dibibir, tapi paling tidak itu mampu membuatnya berhenti protes.

“itu cukup bukan? Sekarang pulang dan istirahatlah!” Yonghoon benar-benar keluar kali ini tanpa ada protes lagi. Sebenarnya dia sendiri malu dengan apa yang dia perbuat. Bayangkan saja dia harus mencium Kyuhyun dihadapan supir taksi itu. Ohh benar-benar memalukan.

“Hoon-ie…” pria itu masih sempat menyembul dari balik kaca mobil, membuat langkah Yonghoon terhenti dan terpaksa berbalik menatapnya.

“saranghae…” itu kata Kyuhyun sebelum sang taksi banar-benar membawanya pergi.

Tebak betapa bahagianya seorang Song Yonghoon. Meski sudah puluhan kali Kyuhyun mangatakannya tapi sensasi yang terasa masih sama seperti pertama kali ia mendengarnya. Mendebarkan hingga Yonghoon ingin melompat-lompat seperti orang gila. Lihat saja nanti, gadis itu pasti kesulitan tidur karena saking senangnya.

Tbc…

Advertisements