my love for you fix~Selain dirimu siapa lagi yang bisa kucintai?~

~Hanya berharap pada suatu hari nanti ketika kau akan melihat bahwa~

~Cintaku hanyalah untukmu~

~Cintaku tak bisa kutarik kembali~

Ketika mimpi indah datang menyapa, bukankah sayang jika dilewatkan barang sedetik saja. Teori itu pula yang dianut seorang Song Yonghoon. Tak peduli sinar mentari sibuk menggelitiki tubuh malasnya, ia abaikan begitu saja. Terlalu enggan untuk meninggalkan moment terlampau syahdu itu di alam bawah sadarnya.

Sebuah mimpi dimana Cho Kyuhyun -pria tampan yang kini dengan bangga dia sebut sebagai kekasihnya- tengah berbaring disampingnya. Menatap sendu dengan kedua manic hitam yang menjadi titik pesonanya. Berbagi kehangatan lewat belaian lembut pada sebelah pipi Yonghoon. Gadis itu serasa melayang. Otak liarnya mulai berangan, andai Kyuhyun menikahinya kelak, mungkin tak hanya belaian saja. Setidaknya pasti ada kecupan di tiap paginya. Ohh Yonghoon pasti akan menjadi wanita paling bahagia di dunia.

Perlahan Yonghoon merasakan pria itu kian mendekat. Sapuan napas hangat Kyuhyun di permukaan wajahnya sukses menciptakan sensesi yang berimbas pada degup di jantungnya. Seolah tanggap dengan apa yang akan terjadi, sepasang kelopak mata Yonghoon kini mulai menutup diri. Dan…

Cup…

Sebuah kecupan hangat dan lembut datang menyapa daun bibirnya. Sejenis ungkapan rasa cinta yang lebih nyata daripada lewat sebuah kata-kata. Pria itu memang tak pandai merangkai kalimat manis yang bisa menerbangkan hati seorang wanita. Tapi semoga dengan cara ini, gadis itu akan tahu seberapa besar cinta dalam hatinya.

Ini gila. Mimpi itu seolah nyata. Bahkan saat Yonghoon mulai terjaga dari tidurnya, kecupan Kyuhyun masih terasa hingga sekarang. Gadis itu tersenyum disela aktivitasnya, mengerjap perlahan hingga mendapati bayangan pria itu masih senantiasa berada disisinya. Ohh astaga, apa moment ini terlalu indah hingga dia begitu enggan bangkit dari mimpinya? Sekali lagi Yonghoon mengerjap berusaha membuat dirinya tersadar, tapi apa? Bayangan Kyuhyun masih tetap utuh disana. Ya Tuhan… ada apa dengan Yonghoon. Ia lantas bangun dan terduduk di kasur.

“Sudah bangun hoon-ie?”

Sebuah sapaan lembut menyapa telinga. Mungkin karena nyawa yang belum terkumpul sempurna, jadi tak begitu ia tanggapi. Namun saat sebuah gerakan lain itu muncul dikasur empuknya, Yonghoon baru sadar.

Kyaaaaa…… Dan itulah reaksinya kala mendapati sosok nyata Kyuhyun sungguh didepan mata.

“Berisik sekali. Telingaku sakit tahu!”

“Kau…!! Apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau bisa ada di kamarku, hah? Cepat jawab Cho Kyuhyun!!” Gadis itu kalap, Kyuhyun tak sempat menghindar dari serangan bantal yang membabi-buta.

“Ahhk… yaa!! Geumanhae!! Yaa!!”

“Dasar kurang ajar! Apa yang kau lakukan padaku tadi? Dasar pria mesum!!”

“Yakk… kumohon hentikan!! Appo… berhenti memukulku!!”

“Siapa yang mengijinkanmu masuk kekamarku hah? Cepat katakan!!”

“Omonim… Omonim yang menyuruhku masuk kesini”

Astaga…tidak bisa dipercaya. Ternyata sang biang keladi adalah ibunya sendiri. “Eommaaa…” tak peduli tampang yang awut-awutan Yonghoon segera keluar mencari sang ibu.

“Ada apa sayang? Mengapa kau teriak-teriak seperti itu?” ohh apa hal itu masih perlu dipertanyakan? Jika bukan karena ulah ibunya, pria itu tidak akan masuk dan mengganggu acara tidur Yonghoon.

“Eomma, kenapa kau menyuruhnya masuk kekamarku?”

“Waeyo? Dia bilang hanya ingin membangunkanmu, apa itu saja tidak boleh?”

Membuang napasnya jengah saat mendengar jawaban sang ibu. Apapun itu seharusnya dia tak membiarkan seorang pria masuk kekamar anak gadisnya bukan? Ya ampun, Nyonya Song rupanya belum tahu betapa buasnya seorang Cho Kyuhyun. Pria yang masih bersandar pada daun pintu kamar Yonghoon itu nyaris tertawa menyaksikan perdebatan sengit antar ibu dan anak disana.

“Hahh… kalian berdua sama saja!!” omel Yonghoon.

“Sudahlah… Lebih baik cepat mandi lalu kita sarapan bersama”

Baiklah… tampaknya Yonghoon harus lebih sabar menghadapi mereka. Tidak cukup dengan Kyuhyun si raja iblis sekarang ibunya malah ikut-ikutan. Bukankah itu sangat menyebalkan?

Blamm… pintu malang itupun harus rela menjadi obyek pelampiasan Yonghoon. Sesaat kemudian terdengar kikikan geli dari kedua iblis di luar sana. Ada nilai kepuasan tersendiri saat berhasil mengerjai gadis itu.

“Diam kalian berdua!! Kyuhyun-ah, aku benar-benar akan membunuhmu jika kau masih saja tertawa!!” pekikan keras Yonghoon dari dalam kamar mandi, tempat dimana dia berada sekarang. Tak terima dirinya dijadikan bahan tertawaan.

“Kyuhyun-ah, bagaimana putri eomma? Dia menarik bukan?”

“Ne omonim, menarik sekali. Hahh… tahu begini aku sudah mengencaninya sejak lama. Hahaha…”

“Jadi kau baru menyesal sekarang?”

“Ya, aku menyesal. Sangat menyesal”

“Hahaha…”

~o0o~

Seperti biasa, Kyuhyun akan dapat ganjaran setelah melancarkan aksi jahilnya pada Yonghoon. Padalah nyonya Song juga ikut andil dalam kasus ini, tapi Kyuhyun harus rela menjalani hukuman seorang diri. Sedikit berbeda, kalau biasanya Yonghoon akan mengomel sepanjang jalan hingga telinga Kyuhyun penging. Tapi tidak untuk kali ini. Gadis itu memilih bungkam dan akhirnya sukses membuat Kyuhyun resah. Sungguh, dia rela telinganya panas akibat makian Yonghoon ketimbang didiamkan seperti ini. Tampaknya Kyuhyun harus cari cara agar kekasih tercintanya itu tak marah lagi.

“Hoon-ie, akhir pekan ini aku sengaja meluang waktu” Lumayan. Usaha yang bagus Cho Kyuhyun.

“Oh ya? Lalu?”

‘Lalu?’ Ommo… Apa hanya itu tanggapan Yonghoon? Ini serius! Pria itu sungguh meluangkan waktu di tengah jadwal padat yang nyaris mencekiknya agar bisa menghabiskan waktu bersama Yonghoon.

Jangan salah! Yonghoon bukannya tak senang. Malah sebaliknya, karena itu berarti kencan pertamanya setelah hampir sebulan mereka berpacaran akan segera terwujud. Namun gengsi yang terlalu tinggi tak mengijinkannya bersorak didepan Kyuhyun. Terlebih dia masih malu dengan kejadian pagi tadi. Alhasil hanya sikap dingin itu yang ia tunjukkan.

Drrrtt…drrrtt….

Kyuhyun sempat melirik nama Yesung meronta-ronta di ponsel Yonghoon. Heol… Hyungnya itu sungguh pandai memilih saat dimana dia harus datang sebagai pengganggu.

“Yeoboseo oppa, waegurae isseoyo?”

‘Hoonie, bisa tolong ambilkan tas ku di Mobbit? Ada beberapa barang penting disana tapi tak sengaja aku malah meninggalkannya’

“Eoh arraseo, akan kubawakan untukmu nanti”

‘Geurae, gomawo Hoonie-ah’

“Ne oppa”

Lagi-lagi telinga Kyuhyun gatal mendengar sapaan Yonghoon pada pria itu. Mudah sekali dia melakukannya. Padahal Kyuhyun hampir setengah mati memaksa Yonghoon memanggilnya ‘oppa’, itu pun tak pernah berhasil. Yonghoon terlalu pandai bersilat lidah dalam urusan ini.

“Hoon-ie, bukankah harusnya kau juga memanggilku ‘oppa’? Sekarang aku sudah menjadi kekasihmu maka tak ada alasan lagi” tandasnya.

“Shirro”

“Kenapa lagi?”

“Kau sudah terlalu sering mendengarnya dari para fansmu. Aku tidak mau disamakan dengan mereka”

Astaga… munafik sekali, padahal dia sendirilah penggila Kyuhyun no. 1 di dunia. Tapi mau bagaimana lagi. Begitulah Yonghoon, tetap teguh pada harga diri yang tinggi. Bukankah secara tidak langsung dia ingin menjadi wanita paling istimewa dihati Kyuhyun. Ohh manis sekali, Kyuhyun makin gemas dibuatnya.

“Arraseo. Kalau begitu, mmm… bagaimana dengan ‘chagi’. Ya… ‘chagi’. Terdengar manis bukan?”

“Yaisshh… tutup mulutmu Cho Kyuhyun!! Itu menggelikan. Kita bukan remaja lima belas tahun yang baru pertama kali pacaran Kyuhyun-ah. Jadi bersikaplah semestinya, mengerti!! Apa tadi? ‘Chagi’? Oouhh aku merinding mendengarnya”

Kyuhyun kembali mendengus. Ya ampun… Salah apa dia dikehidupan sebelumnya hingga Tuhan mengirim gadis menyebalkan ini untuk menghukumnya. “Baiklah, terserah kau saja” ujarnya sedikit kesal.

“Jeongmal? Hmm… bagaimana kalau ‘kyunnie’.” Celetuk Yonghoon membuat pria itu kembali berantusias. Setidaknya Yonghoon mulai bereaksi.

Kyunnie~kyunnie~ bukankah itu sangat lucu kyu? Kyunnie kemarilah…!! kyunnie~kyunnie~” Mmm… sekilas memang ada yang aneh dengan cara Yonghoon memanggilnya.

“YAA!!!… kau pikir aku ini anjing?” pekik Kyuhyun tidak terima. Dasar gadis gila! Yang benar saja, pria setampan Kyuhyun disamakan dengan hewan peliharaan, ini keterlaluan.

“Enak saja! Anjing terlalu manis untukmu. Kau itu lebih mirip dengan binatang buas, arra?”

“APA KAU BILANGG?”

~o0o~

Hari yang dinanti pun tiba. Yonghoon tak berhenti mengucap syukur karena Tuhan mengabulkan satu permintaannya, yaitu berharap Sabtu ini menjadi hari paling cerah yang pernah ada. Cocok sekali untuk berkencan bukan?

Tak perlu tempat yang mewah, Yonghoon lebih suka pergi ketempat dimana dia bisa menghabiskan waktu berdua bersama Kyuhyun. Waktu menjadi barang yang paling mahal bagi mereka mengingat betapa sibuknya seorang Cho Kyuhyun. Meski begitu Yonghoon tak keberatan, berkat pekerjaannya dia bisa bertemu Kyuhyun setiap hari. Itu saja sudah cukup.

Daerah wisata ini terletak di kaki gunung Jiri. Sedikit jauh dari keramaian kota, jadi Kyuhyun tak perlu repot membungkus wajahnya dengan masker ataupun kacamata hitam. Dia bebas menikmati indahnya pemandangan bersama Yonghoon.

Tentang apa saja yang mereka lakukan, itu sederhana. Sama seperti pasangan muda lainnya, menghabiskan waktu dengan bersepeda menyusuri sungai yang tak kalah indah dengan sungai Han. Namun bedanya disini masih sangat asri. Yonghoon tak mau ketinggalan merasakan dingin dan sejuknya air pegunungan.

“Kyuhyun-ah.. kita istirahat sebentar. Bajuku basah karena ulahmu”

“Kau duluan yang bermain air, jadi jangan salahkan aku”

Berdebat lagi. Itulah mereka, tiada hari tanpa perdebatan sekecil apapun. Mungkin inilah satu cara unik mereka dalam menjalani sebuah hubungan. Terkesan manis bukan? walau kadang menjengkelkan. Mereka bisa saja bertengkar tiap kali bertemu tapi lucunya mereka juga tak bisa bila dipisahkan terlalu lama. Couple yang aneh.

“Aaa… buka mulutmu!!”

“Apa itu?”

“Ini hanya bola-bola daging. Sudah cepat buka mulutmu!”

“Heheeii.. Kau coba membodohiku? Mana ada daging berwarna hijau Hoonie”

“Kau tidak mau? Yasudah…” Yonghoon yang jengkel akhirnya melahap makanan itu sendiri. “Sungguh tidak menghargai kerja keras orang lain, menyebalkan”

Cibiran gadis itu tentu membuat Kyuhyun tak enak hati. Pria yang masih betah berbaring santai meletakkan kepalanya di pangkuan Yonghoon itu mulai melirik kerucut di bibir sang kekasih. Jadi yonghon sengaja menyiapkan makanan ini untuknya? Baiklah, mungkin Kyuhyun harus mencoba.

Dengan paksa mencomot benda yang disebut-sebut sebagai bola daging itu dari tangan Yonghoon, sejatinya Kyuhyun tak yakin itu berasal dari daging sungguhan. Yang ada dikepalanya saat melihat benda hijau adalah gumpalan sayuran. Dan Kyuhyun sangat membenci itu. “Ommo, ini daging sungguhan?” ia baru percaya setelah memakannya.

“Kapan aku berbohong?” cibir Yonghoon. Padahal sejatinya ia memang memasukan bermacam sayur yang telah ia haluskan dalam adonan dagingnya. Cara itu lebih baik ketimbang harus memaksa kyuhyun menelan bulat-bulat benda hijau itu.

“Apa masih ada yang lain? berikan padaku!!”

“Andwae!! Ini yang terakhir dan aku tak berniat membaginya denganmu, Cho Kyuhyun!!”

Beringsut dari tidurnya, Kyuhyun benar-benar tak rela Yonghoon menghabiskan seluruh makanannya. “Kau sudah makan banyak, jadi berikan itu padaku”

“Siapa suruh tadi menolaknya?”

Astaga, siapa yang akan betah melihat mereka selalu bertengkar. Jika ada, dia benar-benar sudah gila. Abaikan saja… yang terpenting adalah bagaimana cinta mereka tersampaikan dengan sempurna. Meski lewat pertengkaran kecil sekalipun, tapi bukankah itu menunjukan bahwa mereka saling peduli? Yonghoon bukanya tak suka Kyuhyun bersikap manis, hanya saja dia akan jadi salah tingkah jika dihadapkan dengan sikap romantis Kyuhyun.

“Hoon-ie…”

“Hmm…?”

“Kapan tepatnya kau mulai menyukaiku?”

Bingo! Pertanyaan bagus Cho Kyuhyun. Setidaknya kau akan tahu seberapa lama gadis itu telah mencintaimu.

“…….”

“Hoon-ie, kau tidur?”

“…….”

“Heii.. aku tahu kau hanya pura-pura. Ayo jawab pertanyaanku! Kapan kau mulai menyukaiku, eoh?”

“……..”

“Baiklah jika kau masih bersikeras”

Cupp…

Posisi ini serba menguntungkan bagi Kyuhyun. Yonghoon yang berbaring di pangkuannya sama sekali tak bisa berbuat apapun. Siapa suruh bermain-main dengannya, apa Yonghoon lupa iblis macam apa prianya itu? Lengah sedikit saja kau bisa habis di tangannya.

“Yaa!! Apa yang kau lakukan?”

“Kau ini manis sekali Hoon-ie. Apa memang harus ku cium dulu baru kau mau bangun?”

“Diam kau pria mesum!”

“Yasudah, sekarang jawab pertanyaanku tadi!”

“Tidak mau”

Kau sungguh ingin tahu Cho Kyuhyun? Baiklah… Tentang kapan tepatnya, itu sudah lama sekali. Bahkan mungkin Yonghoon lupa kapan kau mulai masuk dan mencuri sedikit demi sedikit hatinya hingga tak menyisakan sedikitpun saat ini. Semua itu kini berada dalam genggaman seorang Cho Kyuhyun. Bertahun-tahun gadis itu menata cintanya dengan sangat rapi, melewati ribuan hari penuh dengan rasa pahit manisnya bumbu cinta yang kau taburkan tanpa sengaja. Namun semua itu terbayar saat kau datang dan menyerahkan hatimu untuknya.

“Hoon-ie”

“Apa lagi?”

“Aku punya sesuatu untukmu, ireona!!” mencurigakan, gadis itu segera bangkit dari pangkuan Kyuhyun.

“Dengarkan baik-baik! Lagu ini ku nyanyikan khusus untukmu”

~Wusuowei wusuowei~

~Ni yao de Baby wo du neng gei~

~Ca gan yanlei bu zai tian hei~

~Pei zai ni shenbian Everyday~

~Wusuowei wusuowei~

~Chule ni wo hai neng ai shang shui~

~Zhi yuan yitian ni kan de jian My Love For You~

~Wo de ai ta shi shou bu hui~

(SUJU M ~My Love For You~)

Prokk…prokk…prokk…

Menakjubkan… Itulah Kyuhyun saat bernyanyi. Formula nada yang pas dibawakan oleh suara yang merdu pula hingga menghasilkan paduan melodi yang begitu indah. Pria itu sengaja menyampaikan pesan hatinya lewat lagu ini.

“Hanya itu saja?” mulai protes saat Yonghoon hanya bereaksi dengan tepuk tangan. Ayolah, Kyuhyun sudah menyiapkan ini sejak jauh-jauh hari. Memilih satu dari jutaan lagu yang ada di buka bumi untuk mewakili setiap detail perasaanya.

“Waeyo?” Yonghoon polospun bertanya.

“Bukankah lagu ini sangat menyentuh? Bahkan aku membawakannya dengan sangat merdu” dan Yonghoon telah memberimu tepuk tangan. Memang apa sebenarnya yang kau harapkan Cho Kyuhyun? Jika kau berpikir Yonghoon akan berhambur kepelukanmu dan menciummu mesra layaknya serial drama, lebih baik simpan rapat-rapat mimpi itu dalam benakmu saja.

“Arra… kau bernyanyi dengan sangat merdu, aku suka sekali suaramu. Tapi… aku sama sekali tak mengerti dengan maksudnya, kenapa kau harus gunakan bahasa China?”

Astaga… betapa Kyuhyun ingin menenggelamkan dirinya ke sungai detik ini juga. Sebenarnya siapa yang bodoh disini? Yonghoon yang tak mengerti bahasa mandarin atau salah Kyuhyun yang tak bertanya sejak awal. Entahlah yang jelas ini semua di luar dugaan.

“Jadi, kau sama sekali tak mengerti makna lagu itu?”

Dengan sekali anggukan polos dunia Kyuhyun seolah runtuh seketika. “Ya Tuhan…” Kyuhyun tak tahu lagi harus berbuat apa. Semua usahanya sia-sia, padahal harusnya ini menjadi moment paling romantis yang pernah dia lakukan.

“Tapi tunggu…! Ada satu baris yang ku tahu. ~My Love For You~

Bagai setitik air pemberi harapan hidup pada rumput dipadang gersang, harga diri Kyuhyun sedikit tertolong. Kini dia mulai tersenyum, setidaknya dari sekian jumlah kalimat dalam nyanyian itu, ada satu yang mampu bersarang diotak Yonghoon.

“Cho Kyuhyun, benarkah cintamu hanya untukku?” dengan segenap harapan gadis itu bertanya. ‘Cho Kyuhyun’, bisa menjadi kekasihnya saja sudah seperti mimpi bagi Yonghoon. Lalu sekarang Kyuhyun memberikan seluruh cinta yang dia miliki untuknya? Apa ini nyata? Apa ini sungguhan atau hanya rayuan belaka?

Satu langkah saja cukup untuk membunuh jarak antara mereka. Gerak perlahan mengantar lengan Kyuhyun meraih pinggang ramping Yonghoon, membawanya dalam dekapan hangat dan posesif. “Apa kau masih tak percaya?”.

Pandangan mereka bertemu, saling menyapa lembut di udara. Gadis itu masih beku di tempat karena Kyuhyun mengunci tatapan Yonghoon hingga fokusnya tak mampu bergeser sedikitpun dari tampang rupawan itu. Tak jauh berbeda, Kyuhyun ingin lebih lama lagi menelisik tiap detail ukiran wajah Yonghoon. Mulai dari mata yang indah, hidung yang mancung, dan bibir mungil yang membuat Kyuhyun ingin selalu mengecupnya lagi dan lagi. Gadisnya begitu cantik, dan Kyuhyun terlampau bodoh karena baru sekarang menyadarinya.

“Aku yakin suatu saat nanti kau akan tahu bahwa cintaku hanyalah untukmu, Hoonie”

Hembusan nafas penuh cinta kian beradu seiring pupusnya jarak yang memisahkan dua bibir manis itu. Sedangkan mata sayup mereka perlahan sembunyi dibalik kelopak masing-masing. Degup jantung yang seirama seolah menjadi nada indah yang membuat suasana semakin syahdu. Sebuah ungkapan cinta yang sempurna, menyatu dalam sentuhan lembut yang begitu menakjubkan.

Song Yonghoon, lewat hati kecilnya kembali berseru pada Tuhan. Meminta agar cinta ini selalu terjaga, agar Kyuhyun tetap berada disisinya meski rintangan itu pasti akan datang sebagai bumbu pemanis jalannya cinta, tapi semoga Tuhan selalu memberkati mereka untuk terus bersama. ‘Saranghae… Cho Kyuhyun’

~o0o~

~Tidak masalah , tidak masalah~

~Apa pun yang kau inginkan, Sayang… akan aku berikan~

~Usap air matamu~

~Ini takkan pernah menjadi kelam~

~Aku akan berada di sisimu setiap harinya~

~Tidak masalah, tidak masalah~

~Selain dirimu siapa lagi yang bisa kucintai?~

~Hanya berharap pada suatu hari nanti ketika kau akan melihat bahwa~

~Cintaku hanyalah untukmu~

~Cintaku tak bisa kutarik kembali~

(SUJU M ~My Love For You~)

-END-

Advertisements