be my love

~o0o~

Langit hitam kian memukau dengan hiasan berjuta kerlap-kerlip benda buatan Sang Pencipta Alam. Kemilau yang menyapa daratan Seoul, serta sapuan angin lembut turut menggelitik setiap objek diluar sana, hingga suasana semakin terasa syahdu. Meski malam kian memasuki titik puncak namun tak mampu mengurangi hiruk pikuk kota yang lumayan padat ini.

Terlihat disebuah café -namun lebih mirip bar rupanya-, seorang gadis tengah duduk berteman minuman memabukkan. Tubuh berbalut jeans dan kaos longgar itu mulai limbung, berceloteh dengan ungkapan yang kurang jelas didengar. Tampak sekali bahwa tingkat kesadarannya mulai menurun. Ia berusaha menuangkan botol kedua setelah satu botol habis ditenggak, namun lagi-lagi kering -tak ada yang tersisa- Gadis itu mengerang frustasi. Dengan sisa kesadaran ia bersusah payah menyeret kaki jenjangnya menuju bartender di sudut ruangan.

“Berikan aku satu lagi!!” titahnya, seraya menghentakkan botol kosong itu lumayan keras. Tindakan sintingnya ini sempat menjadi pusat perhatian.

Sesuai permintaan, bartender itu menyodorkan satu botol lagi. Mendapat apa yang dia mau gadis itu lantas kembali ke mejanya. Masih dengan langkah terseok, tak jarang menabrak pengunjung lain hingga berbagai umpatan meluncur pada dirinya. Namun ia tak peduli. Persetan dengan segala yang ada disini, ia lebih memilih menenggak minumannya lagi. Pikirannya tengah kalud. Sebentar saja, dia hanya ingin melupakan segalanya.

“Yonghoon-ah” panggilan terdengar, tampak seorang gadis lain datang menghampirinya.

Ya, gadis pemabuk itu bernama Yonghoon. Atau lebih lengkapnya Song Yong Hoon. Seorang mahasiswi semester akhir di sebuah universitas korea yaitu Kyunghee. Seorang yang sedikit tomboy, cuek, tapi jangan salah, Yonghoon adalah tipe seorang pekerja keras. Dan gadis yang tiba-tiba datang menghampirinya itu adalah Song Jisun. Cukup lama mereka berteman, baru kali ini Jisun dibuat  shock atas kelakuan sahabatnya itu. Yonghoon, gadis yang selama ini tak pernah berurusan dengan minuman laknat itu kini rakus menenggaknya hingga botol ketiga. Menakjubkan, bahkan untuk seorang pemula sepertinya.

“Apa yang kau lakukan disini? Ayo pulang” Jisun berusaha memapah tubuh lunglai itu namun ditepis mentah-mentah.

“Ahh shirreo”

“Yakk.. kau sudah mabuk” tak seperti biasa. Seberat apapun masalah yang dia hadapi, Yonghoon masih cukup waras untuk tak berbuat nekat. Tapi ini gila. Apa yang terjadi sebenarnya?

“Jisun-ah, diam dan duduklah. Temani aku disini!” pinta Yonghoon saat masih tersisa sedikit akal sehat untuk meminta secara halus. Memang satu jam lalu dia sendiri yang meyuruh Jisun datang kemari. Alih-alih jika dia mabuk nanti, akan ada seseorang yang siap membawanya pulang. Sungguh pintar.

Jisun membuang nafas jengah, kalau sudah seperti ini apa yang bisa ia lakukan selain menuruti permintaannya. Jisun pun duduk sembari menapat Yonghoon miris. Gadis itu masih sibuk dengan minumannya, tak peduli ocehan Jisun yang sedari tadi memintanya berhenti minum.

Ngiiiinggg…

Suara itu berasal dari microfon di panggung kecil sudut café. Dua gadis itu terkejut karena letak mereka yang tepat di sebelah panggung. Kini semua perhatian tertuju pada seorang MC yang sibuk dengan microfonnya. Memang di café itu sering diadakan pertunjukan music sekedar untuk menghibur para pengunjung. Mungkin begitu juga malam ini.

“Annyeonghaseyo yeorobeun… apa kabar hari ini? semoga semua dalam keadaan baik. Malam ini adalah malam special bertepatan dengan hari jadi café kami” begitulah kata sang MC. Tapi bagi Yonghoon itu tidaklah penting, jadi ia tak begitu peduli.

“Beruntung sekali, seorang tamu VIP berniat menyumbangkan sedikit lagu untuk memeriahkan malam special ini. Ya, dia adalah pelanggan tetap kami, dan kami yakin anda semua pasti mengenalnya. Tak perlu menunggu lama, segera saja kita sambut Super Junior’s… Kyuhyun”

Kyaaaaa….

Teriakan histeris yang didominasi oleh suara wanita itu terdengar memekakan telinga, tentu saat sosok penyanyi tampan yang belakangan menjadi pujaan mulai berdiri diatas panggung. Wahh… Daebakk, mimpi apa mereka semalam? Bisa bertemu dengan Cho Kyuhyun dalam situasi yang tak terduga adalah sebuah keberuntungan. Terlebih bagi Jisun, ia nyaris jantungan bahkan saat nama Kyuhyun baru keluar dari bibir sang MC. Jisun memang sangat mengidolakan pria itu. Ia bahkan memasang satu poster besar Kyuhyun di dalam kamarnya.

“Annyeonghaseyo, Super Junior Kyuhyun imnida….” Cukup dengan perkenalan saja mampu mengundang riuh pengunjung kembali menggema.

Namun tampaknya, hal itu masih tak berlaku bagi Yonghoon. Gadis ini masih saja acuh. Dia malah heran menatap sahabatnya yang ikut bersorak kegirangan. Yah… Yonghoon paham betul bagaimana Jisun sangat mengidolakan pria itu.  Hampir tiap detik di setiap harinya Jisun selalu berceloteh tentang Kyuhyun. Hal itu terkadang membuatnya kesal. Sebegitu mempesonakah pria itu? Yonghoon tak habis pikir mengapa Jisun nyaris gila karnanya.

Kyuhyun bersiap menyanyikan sebuah lagu. Sedikit memberi instrupsi pada pianis yang akan menjadi pengiringnya nanti. Hingga dentingan piano kini mulai terdengar, mengalun lembut memenuhi tiap sudut ruangan. Kyuhyun segera menatap para pengunjung, menebar senyum mematikan yang menjadi andalannya.

 

“apado amureochi anheun cheok, nunmuri heulleodo gamchuneun beop

maeumhan jjok geugose namgyeonoko, amuil eopdaneundeusi utneun beop

heeojineun bangbeop”

 

Suara merdupun kian menggema, menyapu setiap pendengaran dengan rangkaian nada yang indah. Kyuhyun pun tampak mengahayati setiap untaian kata dalam lagu itu. Sesekali iris coklatnya menyisir para pengunjung yang kian hanyut dalam terpesona serta penampilan menakjubkannya. Hingga pergerakan bola mata itu terhenti. Tertambat pada satu titik dimana gadis itu berada.

 

“maeumi ireoke tto jeomuljyo, sumanheun miryeondeul tto heomuljyo

dasi jiwogagetjyo adeukhaejigetjyo, uri seoro ijeogagetjyo

nae uimieomneun haruga tto, jinagagetjyo

o duldoeomneun urisarang, eopdeonirijyo

bogosipda haedo dasin bolsu eopgetjyo, apado chamayagetjyo

heeojineun bangbeobijyo”

 

Sungguh irama yang menyentuh serta perpaduan lirik yang sangat mengena. Hingga Yonghoon yang semula acuh, kini mulai terusik karenanya. Namun tidak! Bukan ia terlena oleh dentingan piano yang berpadu dengan suara baritone indah itu. Ia lebih tertarik pada rangkai kalimat yang terkadung didalamnya. Sial, haruskah lagu itu yang ia nyanyikan? Yonghoon merasa tersindir oleh makna yang bersembunyi ditiap liriknya. Tatapan kosong Yonghoon mulai beralih pada sosok tampan itu, menatapnya lekat dengan pandangan sayu setengah sadar akibat pengaruh alcohol.

Deg…

Pandangan mereka bertemu. Kyuhyun dan Yonghoon. Dihadapkan pada sosok pria tampan yang menatapnya teduh, membuat Yonghoon sedikit terkejut. Pria itu tersenyum? Benarkan? Yonghoon berulang kali mengedipkan mata namun lengkungan manis itu tetap tertuju padanya. Ohh tidak, ia pasti sudah gila. Mana mungkin pria itu menatapnya begitu lama. Yonghoon menggeleng  keras  merutuki segenap pikiran liarnya. ‘aku benar-benar sudah mabuk’ pikirnya.

 

“neoeomneun haruga iksukhajyo, naeireun jogeumdeo pyeonhagetjyo

jeomjeom ijeogagetjyo, eojjeom saenggangnagetjyo joheun

chueokdeulman namgetjyo, nae uimieomneun haruga tto, jinagagetjyo

o duldoeomneun urisarang, eopdeonirijyo, bogosipda haedo dasin bolsu eopgetjyo

apado chamayagetjyo, nae gadeukgoin nunmulmani neol, gieokhago

tto haengbokhaetdeon heunjeokdeuri

neomu manhaseo, naege sarangiran neomu

gaseum apeunil apado chamayagetjyo

geureoke itgetjyo”

                                                (how to break up, Cho Kyuhyun)

 

Entah siapa yang gila disini. Kyuhyun masih tak berminat menggeser focusnya sedikitpun. Dan sialnya lagi, semakin lama tatapan itu seolah makin memaksa jantung Yonghoon untuk keluar dari sangkarnya. Begitu tajam dan mendebarkan, Yonghoon yang tak tahanpun akhirnya membuang muka.

Ia meneguk minumannya dengan kasar. Hingga pada tetes terakhir bertepatan dengan rampungnya nyanyian Kyuhyun. Gadis itu kembali terusik, telinganya tak lagi mendapati alunan melodi. Yonghoon berusaha mencari keberadaan Kyuhyun lewat ekor matanya. Dan bingo! Sosok yang ia cari masih berdiri dengan sesekali menebar senyuman.

Entah dia sadar atau tidak saat tubuhnya mulai bangkit. Berjalan gontai mendekati Kyuhyun dengan kesadaran di ambang batas. Jisun yang masih sibuk bersorak ria pun tak menyadarinya. Ia baru panik saat Yonghoon sudah berada diatas panggung dengan tubuh oleng, nyaris saja terjungkal jika Kyuhyun tak sigap meraih tubuh mungil itu.

Jeritan pengunjung tentu meledak detik itu juga. Terlebih saat tanpa diduga, Yonghoon kembali berulah dengan tangan lancangnya yang tiba-tiba menangkup wajah Kyuhyun. Berusaha membuka mata untuk kembali menatap wajah tampan tanpa cela itu dihadapannya. Dan Bingo! Yonghoon tersenyum setelah bayangan indah itu tercetak jelas dalam retinanya. Entah bodoh atau apa, namun Kyuhyun hanya diam terpaku tanpa melawan sedikitpun. Menatap iris kecoklatan gadis cantik itu dalam secuil jarak, membuat hatinya ikut berdesir.

Yonghoon, entah kemana akal sehatnya menghilang. Pasti hanyut bersama minuman-minuman terkutuk tadi. Tak cukup sampai disana, kini ia mulai mendekat. Bukan wajah pria tampan itu yang ia tuju, tapi gerakannya mengarah pada sisi telinga Kyuhyun kemudian berbisik.

“Cho Kyuhyun, kau sangat tampan” dan…

Chupp..

Sekali lagi… Jeritan histeris pengunjung kembali membabi-buta, tepat kala kedua bibir itu menyatu rapat satu sama lain. Dan sialnya, si gadis sinting itu tak peduli dengan jeritan, umpatan, bahkan cacian dari pengunjung café yang seolah ingin menerkam dan mencincang habis tubuhnya. Sedangkan Kyuhyun? Dia masih terpaku, mungkin tak hanya tubuh namun otaknya juga ikut membeku. Buktinya benda lunak dalam kepalanya itu tak segera mengintrupsi untuk berontak atau semacamnya. Ia malah sibuk menikmati desiran-desiran yang begitu menakjubkan terasa didalam dada. Ohh jinjja, ciuman itu pasti membuat system kerja otaknya menjadi bermasalah.

Bagusnya lagi, sebagian pengunjung tak ingin melewatkan kejadian langka ini begitu saja. Satu, dua, tiga jepretan kamera mulai berlomba mengabadikan moment gila ini. Beruntung hal itu tak berlangsung lama setelah tubuh Yonghoon perlahan merosot. Seketika itu dia ambruk didalam rengkuhan seorang Cho Kyuhyun.

~ ~ ~ ~

“aahhk…”

Jeritan yang menggema. Gadis pemalas yang tak lain adalah Yonghoon itu bangun dari tidur lelap dengan rasa ngilu di sekujur tubuh. Apa lagi kalau bukan karena aksi terjun bebasnya dari sofa. Tubuh mungilnya terbanting ke lantai setelah menggeliat tak karuan diatas sofa sempit yang hanya mampu menopang sebagian dari panjang tubuhnya. Dia meringis menahan pening, serasa kepalanya diputar kesegala arah. Matanya menyipit tak mampu menerima pasokan cahaya dari jendela dengan tirai yang telah tebuka lebar. Sepertinya ada seseorang yang sengaja melakukannya agar gadis pemalas ini merasa terusik. Tapi dimana dia?

Song Jisun. Sejauh ini Yonghoon tak melihat gadis cerewet itu berkeliaran di sekitarnya. Apa mungkin dia sudah berangkat kekampus? Ohh sial, sepertinya gadis itu benar-benar meninggalkannya.  Yonghoon segera bangkit sambil memegangi kepala yang masih terasa pening. “Sialan, mimpi bodoh itu membuat kepalaku pusing”

~ ~ ~ ~

Yonghoon berjalan angkuh, memasuki plataran Kyunghee dengan sesekali umpatan kecil keluar dari bibirnya. Ia bersumpah akan segera menemukan Jisun -teman satu apartemennya itu- dan segera memakinya habis-habisan dengan segudang cacian yang telah ia siapkan sepanjang perjalanan. Jisun berdosa besar karena tak membangunkannya dan enak saja berangkat dulu ke kampus. Alhasil, Yonghoon harus absen di jam pertama mata kuliah hari ini.

Dan untuk kesekian kali Yonghoon membuang napas kasar, setelah bersusah payah mempercepat langkah sampai ke kantin -tempat biasa Jisun berada- tapi kali ini dugaannya meleset. Ia tak menemukan batang hidung gadis itu disana. Sial, Lalu dimana dia berada?

Yonghoon yang putus asa memilih duduk pada bangku kantin setelah membeli sebotol air mineral. Layaknya baru bertandang dari gurun sahara, ia seolah ingin menenggak habis air beserta botolnya. Tak jauh dari tempat ia berada, suara bising berasal dari televise dengan satu saluran tengah mengoarkan gosip terpanas mereka hari ini. Yonghoon yang tertarik ikut hidmat menyaksikan celotehan sang pembawa berita. Wanita di dalam televise itu tampak antusias membeberkan sebuah foto yang sedikit fulgar, mungkin.

“Seorang artis papan atas berciuman dimuka umum” katanya.

Yonghoon termangu. Ia menatap lekat pria dan wanita didalam foto itu, mungkin ia merasa tak asing. Lalu detik berikutnya, bibir mungil itu reflek menyemburkan air mineral yang nyaris ia telan.

“Astaga…” Yonghoon mengusap kasar bibir serta muka yang sidikit basah akibat ulahnya sendiri. Kepalanya berdenyut. Tentu saja, setelah dia sadar bahwa manusia tak bermoral didalam foto itu adalah dirinya. Ini gila. Masih dengan mata melebar, otaknya berfikir keras bagaimana hal itu bisa terjadi?

“Ini tidak mungkin” sangkalnya dalam hati. Tapi Yonghoon yakin seribu persen bahwa wanita itu adalah dirinya. Sedangkan sang pria? Ommo… Yonghoon memucat seketika. Jadi hal itu benar-benar terjadi? Kejadian konyol yang ia kira hanyalah mimpi ternyata benar-benar terjadi?

Ohh jinjja… Yonghoon mengutuk saluran televise yang tak melakukan sensor pada wajahnya. Dan bodohnya lagi, bahkan Yonghoon tak sadar sejak kapan semua mata mulai menatap garang padanya. Baiklah… tampaknya ia harus menyingkir sekarang. Merasakan adanya sinyal bahaya, Yonghoon memutuskan kabur detik itu juga.

~ ~ ~ ~

“Astaga apa yang telah kulakukan? Bodoh… bodoh… bodoh…!!”

Yonghoon terus mengutuk diri sendiri. Sekaligus ia tak habis pikir, bagaimana hal itu bisa sampai terjadi? Andai saja semalam dia tak datang ke sana, mungkin takkan seperti ini jadinya. Dan lagi, mengapa dia harus bertandang ketempat macam itu?

“Dujoon-ssi. Yah, benar!! Ini semua karena dirinya!!”

Ia mulai ingat akan satu hal. Tentang alasan mengapa dirinya bisa sampai ke tempat laknat macam bar itu. Apa yang terjadi semalam tak lepas dari pria bernama Kim Dujoon. Ya, Dujoon adalah akar di balik semua kekacauan ini. Andai saja semalam dia tak membuatnya hancur, membuatnya frustasi hingga berani bertandang ke tempat gila itu dan berakhir dengan berulah di sana. Dan masih banyak lagi kekesalan Yonghoon yang disebabkan oleh pria sialan itu. Yonghoon bersumpah ia akan menghabisinya.

Baru selangkah niatan Yonghoon untuk menemui lelaki itu. Namun tiba-tiba dua orang pria bersama seorang wanita datang dan sengaja menghalangi jalannya.

“Siapa kalian?” Sedikit merinding melihat tampang garang mereka, Yonghoon memilih cara aman dengan mundur satu langkah.

“Kau gadis yang mencium Kyuhyun kemarin bukan?” mampus kau nona Song. Jika wanita itu adalah penggemar berat Kyuhyun, maka riwayatmu benar-benar akan tamat.

“Bu..bukan. Kau pasti salah orang” kata Yonghoon sebelum balik badan berniat kabur menginggalkan ketiga orang itu. Namun apa yang terjadi? Dua pria tadi dengan sigap menangkap tubuhnya dan menyeretnya masuk ke sebuah mobil.

“Yakk… Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku..!!”

 

TBC…

 

Advertisements