images-6

 

~o0o~

Song Yonghoon, mimpi indahnya terusik oleh wangi aroma kopi. Pagi itu dapat dipastikan persediaan cappuchino sashetnya di toples dapur berkurang berkat ulah seseorang yang diam-diam menyelinap masuk ke dalam flatnya. Ahh pria itu benar-benar…

“Kenapa tidak membangunkanku?” Ujarnya kala menghampiri si pencuri itu. Kemudian menyandarkan diri pada punggung tegapnya, dan melilitkan kedua tangannya di sana. Hingga pria yang tengah mencumbui secangkir kopi itu pun berbalik, lantas membawa Yonghoon ke dalam dekapan hangat.

“Mau mencicipi cappuchino buatanku?” Tawar lelaki yang tak lain adalah Kyuhyun.

“Cihh, kau sering melarangku minum kopi. Tapi kau sendiri malah membuatnya”

“Hahaha…” kelakar Kyuhyun mendengar cibiran atas dirinya “Tidak masalah bila hanya sesekali, sayang”

“Ck, sama saja”

Walau kesal sekalipun, Yonghoon tetap maraih cangkir itu kemudian menyesap krim lembut yang bertabur coklat granol diatasnya. Apa boleh buat, cappuchino memang godaan terberat. Paduan rasa pahit serta manis saat manyapa ujung lidahnya, ditambah lagi dengan aroma khas kopi, hingga kini masih menjadi menu favoritnya di pagi hari. “Apa yang membuatmu datang sepagi ini?”

“Aku membawa bubur abalon untuk kita sarapan” mungkin ia hafal dengan kebiasaan Yonghoon ketika bangun tidur, yaitu lapar. Gadis itu selalu menghindari makan malam, tak heran bila keesokan hari perutnya keroncongan “Ayo, sudah kusiapkan di meja makan”

Dengan senang hati mengekori pria itu, namun sesampainya di meja Yonghoon menemukan hal yang tak biasa. “Kenapa ada bunga disini?”

Seikat Baby’s Breath yang ditempatkan dalam sebuah botol berisi air, berhasil mencuri perhatian Yonghoon. Ketimbang menanyakan siapa pelaku yang sudah jelas ketahuan, dia lebih penasaran dengan motif dibalik bunga itu.

“Aku tak bermaksud apapun. Hanya ingin membawakannya untukmu” Kyuhyun berujar setelah mengartikan tatapan Yonghoon.

“Kukira kau tahu aku tak suka bunga”

“Aku tahu”

Segaris kerutan dahi muncul, pertanda Yonghoo kian tak mengerti akan maksud prianya. Kalau memang sudah tahu, kenapa masih saja dilakukan?

“Entah mengapa tiap kali melihat bunga itu aku selalu mengingatmu” ungkapnya tenang sembari menuangkan beberapa skup bubur ke mangkuk Yonghoon. Sedangkan gadis itu masih diam menumpukan wajah di kedua tangan. “Apa kau pernah melihat bunga itu sebelumnya Yong?”

“Eumm… Sering. Tapi yang biasa ku lihat, bunga itu selalu berada di antara rangkaian bunga lain”

“Mereka melakukannya bukan tanpa alasan Yong…”

“Molla… Memang setiap bunga memiliki makna. Tapi seberapa penting arti bunga itu hingga mereka harus mencampurkannya?”

Kyuhyun tersenyum melihat kapolosan gadis itu. Bahkan urusan sesepele ini saja tidak tahu. Tapi memang inilah Yonghoon, tipe orang yang tak’kan peduli pada hal yang tidak dia sukai.

“Namanya Baby’s Breath, bunga klasik yang melambangkan kesucian, ketulusan dan juga kebahagiaan. Bunga ini tumbuh dari awal musim panas hingga musim gugur, waktu yang panjang bukan? Itulah alasan mereka selalu menyisipkannya di antara rangkaian bunga. Tujuannya agar makna cinta sejati yang terkandung dalam sekuntum mawar, berubah menjadi cinta yang abadi”

Tapi tunggu!! Mengapa suasana mendadak terasa sedikit…

Yonghoon seolah tak percaya. Bukan soal bunga, tapi lebih kepada pria yang baru saja berceloteh dihadapannya. Benarkah dia Kyuhyun? Demi Tuhan sejak pertama mereka berkencan, ini pertama kalinya Kyuhyun mengatakan hal yang berbau…romantis? Astaga! Dapat ilmu dari mana dia soal bunga?

“Lalu? Alasan kau selalu mengingatku saat melihatnya, itu karena kau menginginkan cinta kita abadi seperti makna dari bunga itu?” tak mau kalah. Jika memang Kyuhyun ingin bergurau dengan membawa kata cinta, tentu Yonghoon harus mengikutinya bukan? Meski ia tak yakin dari mana gagasan pria itu soal bunga, itu sama sekali bukan gayanya.

“Hahaha…”

Satu kesimpulan yang berhasil ditarik oleh otak sempit Yonghoon, dan itu langsung membuat Kyuhyun terpingkal. “Kau pikir aku semanis itu?”

Sial beribu sial. Malu beribu malu. Yonghoon mengutuk mulut serta otaknya yang lagi-lagi sok pintar. Apa yang telah dia katakan? “Lalu kenapa?”

Kembali menyesap kopi yang tadi sempat dirampas oleh Yonghoon, pria itu lantas beralih pada kumpulan baby’s breath yang mungkin diam-diam tertawa menyaksikan perbincangan mereka. “Selain ketulusan dan kesucian, baby’s breath juga berarti kepolosan. Mereka itu polos, sama sepertimu. Hahaha…”

“Mwo?”

Kelakar Kyuhyun di akhir kalimat, menimbulkah rasa curiga di benak Yonghoon. Benarkah ini pujian untuknya? Bagi Yonghoon, polos itu semacam ungkapan halus dari kata ‘bodoh’. “Jadi menurutmu aku ini polos?”

“Emm…” gumam Kyuhyun saat mulutnya terisi penuh oleh bubur.

“Baiklah, kita lihat saja nanti!” seringai pun muncul dibibir Yonghoon sesaat sebelum manis gurih abalon sampai dilidahnya dan menyita perhatiannya. Acara sarapan mereka pun berjalan dengan tenang, beriring aroma kopi, dan menjadi lebih spesial lagi berkat ribuan kelopak bunga mungil yang kini berada diantara mereka.

.

.

.

.

Tok…tok…tok…

“Yonghoon-ah! Cepat keluar! Sudah waktunya kita berangkat”

Terhitung sejak sepuluh menit lalu Kyuhyun menunggu di depan kamar Yonghoon. Namun detik ini jangan suruh dia bersabar lagi. Masih ada sekitar empat file yang harus ia periksa di kantor sebelum meeting  dimulai pagi ini. Padahal selain membawakan sarapan, dia juga rela meluangkan waktu untuk mengantar Yonghoon kuliah, tapi lihat apa yang dilakukan gadis itu sekarang! Mandi saja setahun.

“Kyu…! Kemarilah sebentar!”

Mendengar teriakan itu rasanya dia ingin segera menyeret Yonghoon keluar. Ceklekk…

“Apa lagi Yong? Aku bisa telat jika kau… Astaga!”

Kyuhyun membuang napas saat sebuah pemandangan laknat tertangkap retinanya. Seorang gadis yang dengan bodohnya memamerkan lekuk tubuh, berbekal lingeri tipis menerawang dengan warna yang menantang. Berpose layaknya model Victoria Secret yang tengah berada dalam sesi pemotretan. Oh ya… -lingeri- Bagaimana bisa Yonghoon memiliki benda keramat itu?

Untuk sesaat Kyuhyun sulit menelan ludah. Dia masih pria normal yang akan terusik dengan hal yang berbau sensual. Namun ketika gadis itu melangkah pelan dengan gaya sok seksinya, mendadak Kyuhyun ingin tertawa. Yah, ia akui Yonghoon memang seksi, tapi apa gaya melenggak-lenggoknya itu tidak sedikit berlebihan? “Kau ini sedang apa Yong?”

Merasakan usahanya kurang membuahkan hasil, Yonghoon lantas mengerahkan tangan nakalnya untuk meraih tengkuk Kyuhyun, memeluknya, dan mulai berbisik ditelinganya. “Apa aku masih terlihat polos, Cho Kyuhyun?”

Bagus! Gadis itu tahu benar letak titik sensitif Kyuhyun. Tinggal kita tunggu bagaimana reaksi pria itu? Akankah dia terjerumus dalam rayuan maut seorang Yonghoon. Lihat! Telinga lembutnya memerah.

“Yonghoon-ah, kau ingin bermain denganku sekarang?”

Gadis itu berusaha mempertemukan fokus almond mereka, memperlihatkan sorotan mata sayu namun terkesan nakal berkat aura yang menuntut dari dalam dirinya. “Menurutmu?”

Sial! Kyuhyun yang kalah telak dalam sesi adu pandang pun memilih buang muka. Namun itu hanya untuk sementara. Beberapa detik kemudian ia kembali pada manik coklat Yonghoon. “Ada satu hal yang tak kau mengerti tentang seorang pria, Yonghoon-ah”

“Mwondae?” masih dengan pose yang sama. Gadis itu bahkan tak melepas rangkulannya.

“Sekeras apapun kau menggoda seorang pria, jika dia sedang tak ingin melakukannya, dia tetap tidak akan melakukannya” jelas Kyuhyun penuh kesabaran.

Dahi Yonghoon mulai berkerut, seperti biasa dia akan mencerna mentah-mentah setiap apa yang dilontarkan Kyuhyuh. Padahal beberapa hari yang lalu dia sempat iseng membaca teknik jitu menggoda pacar. Tapi yah… sudahlah. “Benarkah?”

“Kau bisa tanyakan itu pada Jonghoon Hyung bila tak percaya, tapi nanti! Sekarang lebih baik pakai bajumu lalu ayo kita berangkat! Kau bilang pagi ini ada kuis dengan Dosen Jung, bukan?”

“Astaga!”

Sontak saja Yonghoon melepaskan Kyuhyun. Dia pasti sudah gila karena melupakan soal kuis. Padahal minggu kemarin dia telah mendapat ultimatum dari si penyihir Jung gara-gara nilai kuisnya selalu di bawah rata-rata. Lalu apa jadinya jika dia terlambat dalam kuis kali ini?

“Kyu keluarlah! Aku harus bersiap sekarang. Haaahhhh… Eottokaeee??” rengeknya sembari mengobrak-abrik baju di dalam lemari. Memilih pakaian apa yang akan dia kenakan hari ini.

 

Mari tinggalkan saja gadis bodoh itu, kemudian tengoklah pria yang kini masih berdiri mematung di depan pintu kamar Yonghoon! Setelah lolos dari adegan mautnya barusan, pria itu kini terlihat mengatur napas agar kembali normal. Berada lima menit lagi di dalam sana pasti jangtungnya akan meledak. Tidak! Lebih tepatnya mungkin dia akan lepas kontrol, dan memangsa Yonghoon hidup-hidup.

“Apa aku masih terlihat polos, Cho Kyuhyun?”

Berengsek. Telinga Kyuhyun memanas saat bisikan itu kembali terngiang. Bisikan yang nyaris membuatnya hilang kendali, dan berubah menjadi binatang buas. Dia salah telah mempermainkan Yonghoon dengan istilah ‘polos’.

“Gadis bodoh!”

Yah, mungkin itu lebih tepat untuk mendefinisikan sosok Yonghoon. Buktinya saja, dia begitu mudah dibohongi. Coba pikir, mana ada pria normal seperti yang Kyuhyun gambarkan tadi? Seperti kucing saat disodori ikan, sembilan puluh persen pria pasti akan goyah bila digoda sedemikian rupa. Beruntungnya Kyuhyun tak termasuk dalam deretan pria-pria berengsek itu. Dia masih punya sedikit akal sehat untuk sekedar mengelabuhi Yonghoon, sekaligus untuk meloloskan diri.

Merasakan detak jantungnya normal kembali, Kyuhyun putuskan untuk menunggu Yonghoon di mobil. Namun untuk sampai disana, dia harus melewati meja makan itu lagi. Yang artinya, dia harus melihat bunga yang dibawanya tadi. Seketika itu Kyuhyun merasa kesal. Berkat bunga itulah kekonyolan ini terjadi.

“Kepolosan? Cihh, jangan bercandan!!” tandasnya seraya meraih bunga itu, merematnya, lalu membuangnya ke tong sampah.

Hei, kini siapa yang konyol? Apa salah bunga itu padamu, Cho Kyuhyun?

Satu hal yang Kyuhyun ketahui sekarang, bahwa memang tiada satu bunga pun yang cocok untuk Yonghoon. Dia hanya gadis bodoh. Gadis bodoh yang membuatnya gila. Gadis bodoh yang mampu menghilangkan akal sehatnya. Dan gadis bodoh yang telah menyita waktu meetingnya pagi ini. Ya Tuhan…

 

 

-The End-

tumblr_n0heunxNTC1t24ou4o3_1280

iYong

12994292_476336962570767_8738183056517598363_n

KyuKyu

Advertisements