img_225146997889823

-o0o-


-09.45 pm-

Lagi-lagi, sekantong plastik berisi cemilan ia jadikan sebagai tentengan. Isinya tak pernah jauh dari snack kentang, roti, dan segelas green tea lattechino coffee. Hanya saja, malam ini ia tambahkan beberapa buah sosis rasa pizza kedaftar menu andalannya. Gara-gara film kartun yang ditontonnya kemarin, ia jadi ikut-ikutan ingin makan sosis. Intinya, ada yang sedang lapar mata. Hingga melupakan seberapa banyak daya tampung perutnya.

Yonghoon tengah larut dalam nikmatnya aroma kopi saat ponselnya mendadak bergetar. Satu pesan yang masuk ternyata dari sang pacar.
‘Sedang apa?’ katanya.

Malas mengetik, Yonghoon memilih selca bersama minuman favoritnya itu. Tinggal klik tombol send saja, maka semua akan beres, pikirnya. Namun yang dia dapat semenit kemudian malah rentetan getaran yang datang membabi-buta.

“Hello Kyu…” jawabnya enteng.

“Berapa kali ku bilang, jangan minum kopi di malam hari!”

Oops, otomatis ia sadar. Keputusan mengirim foto sebagai jawaban adalah kesalahan besar. Bodohnya dia melupakan betapa cerewetnya Kyuhyun bila menyangkut urusan itu.

“Drama apa lagi yang ingin kau tonton malam ini?”

Langsung kepada inti, karena Kyuhyun tak suka berbasa-basi. Dan jitak saja kepalanya bila dugaan itu meleset! Terlalu hafal dengan motif dibalik tindakan Yonghoon. Tentu tak heran, sebab bukan kali pertama kopi ia jadikan senjata saat begadang.

“Ck, bukan begitu. Setelah menguras keringat seharian aku belum mendapat asupan kafein sedikitpun. Jadi kasihanilah aku!”

Nada yang manja, merupakan bentuk serangan awal demi sebuah pengampunan. Sayangnya ia sedang tak bertatap muka, jadi kedipan mata layaknya seekor anak rusa kini tak berguna.

“Alasan! Kau kira aku sebodoh apa hingga mudah kau kadali. Pokoknya aku tak mau tau. Bila besok pukul delapan pagi kau masih bermimpi, akan ku sita leptop serta kaset dvd yang diam-diam mulai kau kumpulkan lagi”

Astaga, mungkinkah Kyuhyun menyewa seorang dukun? Lantas bagaimana dia bisa tahu tentang hal itu? Menyangkut soal dvd yang coba Yonghoon koleksi lagi, setelah miliknya yang dulu sempat hangus ditangan Kyuhyun. Ini gawat!

“Kyu, kau tak percaya padaku? Lagipula ini baru Selasa, sedangkan jadwalku kencan dengan mereka adalah Rabu, Kamis, Jumat. Harusnya sampai Sabtu, tapi aku tak tahan dengan kicauanmu”

“Hebat! Kau bahkan berani mencantumkan jadwalnya”

“Memang kenapa? Setidaknya masih ada empat hari tersisa dimana kau bisa menghubungiku kapan saja”

“Hohoho… Aku sangat tersanjung karenanya” sindir Kyuhyun.

“Oww, itu harus!”

Memang, tiada cara selain berlapang dada bila berhadapan dengan muka setebal Yonghoon. Lihat! Bahkan dia tak merasa bersalah sedikitpun. Bagi seorang Kyuhyun ini seperti makanan sehari-hari. Mungkin hatinya telah dilapisi besi, karena mustahil ia bertahan sampai sekarang, sedangkan Yonghoon terus mempermainkan tekanan darahnya.

“Kyu kira-kira apa menu sarapan kita besok?” Satu keahlian lain seorang Yonghoon adalah membanting alur. Seperti yang tengah dilakukannya kini.

“Molla”

“Bubur abalon waktu itu, kau ingat Kyu? Itu adalah bubur ternikmat yang pernah ku makan”

“Ch, bilang saja ingin kubawakan lagi”

“Hanya bila kau tak keberatan”

Begitulah Yonghoon. Dibalik setiap pujian yang ia berikan, tekadang muncul berjuta permintaan. Itulah mengapa Kyuhyun selalu waspada terhadap rayuan Yonghoon. Karena bisa berarti itu alarm tanda bahaya.

“Oh iya, kemana perginya Baby’s Breath yang dulu kau bawakan untukku? Seingatku waktu itu kau letakkan di meja, tapi sepulang dari kampus aku tak melihatnya lagi”

“Jangan sekali-kali kau sebut soal bunga itu lagi, Yong!”

“Kenapa?”

Karena mulai detik itu Kyuhyun telah menobatkannya sebagai bunga pembohong. Bunga yang hampir menjerumuskannya pada neraka. Padahal kalau dilihat lagi situasinya, tampak jelas siapa yang bersalah. Siapa yang lebih dulu membuat kesimpulan. Dan atas dasar apa dia menyamakan Yonghoon dengan bunga yang bermakna ‘kepolosan’ itu. Sungguh ending yang mengenaskan bagi si bunga malang. Hanya ditangan Kyuhyun lah Baby’s breath bisa berubah layaknya kambing hitam.

“Kyu, kenapa diam?”

“Gadis cerewet! Sudah cepat tidur! Atau aku akan kesana dan memaksamu tidur dengan caraku”

“Hahaha, itu konyol! Mana mungkin kau rela datang di tengah hujan begini. Kecuali kau punya maksud lain dibaliknya. Katakan! Kau pasti sedang ingin bermain denganku, Cho Kyuhyun?”

“Diam kau Nona Song!!!”

“Hahaha… Ya… Ya… Mari kita hentikan perbincangan bodoh ini”

“Eoh, selamat tidur Yong. Aku mencintaimu”

“Aku yang lebih mencintaimu, Kyu”

“Mmm, aku tahu…”

 

 

-END-

jo
iYong

Sekedar pemanasan, setelah lama tenggelam. 🙂

Sadarkah ini berhubungan dengan dua ff yang pernah ku buat? Yah… Baby’s Breath dan Symbiotic. Hhh…

Advertisements