w.jpg

-o0o-

_At Yong’s House_

“Aku pulang…”

Akhirnya, gadis pemicu naik turunnya tekanan darah Kyuhyun seminggu ini telah kembali. Lengkap dengan senyum mengembang begitu lebar melihat sepatu pria telah berjajar diantara tumpukan sandal di rak dekat pintu. Seseorang pastinya sudah menunggu.

“Hai sayang, aku tahu kau pasti datang”

Tak elak, sederet kecupan hinggap di wajah Kyuhyun. Mulai dahi, yang kemudian turun dipipi kanan dan kiri, namun saat tiba giliran bibir gerakan itu terhenti. Bukan karena Yonghoon enggan, tapi karena aura yang Kyuhyun tunjukkan.

Satu langkah mundur, pertanda ia mulai waspada. Dan benar saja, Kyuhyun masih betah dengan tampang datarnya. “Ku kira kau datang untuk menyambutku”  protes Yonghoon.

“Aku sedang menyambutmu”

“Dengan tampang seperti itu?”

Heol, bagaimana tampang sedatar papan itu dia sebut sebagai sambutan. Kyuhyun lebih terlihat seperti akan menelan Yonghoon mentah-mentah. Lipatan tangan di dadanya saja cukup menujukkan betapa marahnya dia. Tak mau ambil resiko, Yonghoon lantas memungut kembali koper serta ransel yang sempat dilemparnya tadi. Ia benci dengan situasi semacam ini, jadi menghindar mungkin akan lebih baik.

“Kau tak ingin mengatakan sesuatu padaku, Yong?”

Setelah sekian menit akhirnya Kyuhyun bersuara. Meskipun mengarah pada gertakan, bukan nada riang seperti yang ia harapkan. Yonghoon mendesah. Pulang-pulang malah disambut hawa panas. Bukankah itu sangat menyebalkan?

“Ya, aku tahu aku salah. Aku minta maaf. Oke? Dan Kyuhyun-ah, kurasa lebih baik kau pulang lalu simpan wajah dinginmu itu dalam lemari. Kembalilah saat kau tak marah lagi. Mengerti? Aku sedang tak punya tenaga untuk sekedar berdebat dengamu.”

Kyuhyun tak merespon. Bahkan hingga sang gadis enyah kedalam kamar, ia masih diam. Namun diamnya seorang Kyuhyun, mana bisa dianggap remeh. Tunggu saja sampai darah di kepalanya mendidih sempurna, Yonghoon baru akan tahu akibatnya.

Pantaskah Yonghoon bersikap seperti itu padanya? Setelah terbang diam-diam ke Filipina dan seminggu hilang tanpa tercium kabarnya, seorang gadis normal pasti akan merengek minta ampun. Tapi Yonghoon dengan muka temboknya malah mengusir Kyuhyun. Oke! Tak masalah dia mau pergi kemana saja, toh itu bukan urusan jalan-jalan semata. Yonghoon memang dijadwalkan melakukan pemotretan untuk majalah di beberapa pantai disana. Tapi seberat itukah mengatakannya pada Kyuhyun?

Bahkan jika bukan karena Lee Hyosub –asisten sekaligus manager Yonghoon- yang berbaik hati memberitahunya, Kyuhyun takkan pernah tahu bila Yonghoon sampai di Filipina. Bukanlah itu gila? Tapi ini belum seberapa.

Sehari kemudian Kyuhyun kembali dibuat meradang berkat postingan Instagram Yonghoon. Entah dengan motif apa gadis itu mengunggah foto dirinya yang hanya berbalut busana minim. Memang awalnya Kyuhyun sempat curiga. Apa lagi tema yang pas dengan suasana pantai kalau bukan pakaian setengah jadi alias bikini. Nyaris saja, Kyuhyun hendak terbang menyeret Yonghoon pulang ketika perwakilan cabang dari Amerika itu datang disaat yang sama.

Tak kurang akal, Kyuhyun meminta sang manager Yonghoon turun tangan langsung. Ketika Yonghoon mulai liar setidaknya ada yang mengingatkan. Hingga akhirnya Hyosub pun menyerah. Katanya setengah mati memaksa Yonghoon berpakaian baik dan benar.

Itu baru dua dari sekian banyak alasan yang membuat Kyuhyun tekanan batin. Tapi yang menjadi penyebab utama adalah ketika ia tak bisa menemukan gadis itu disisinya. Mencium aroma tubuh yang bagaikan candu baginya. Serta merasakan hangat dari pelukan  gadis yang  telah menyita seluruh kasih sayangnya. Membuat enam hari yang ia lalui tanpa keberadaan Yonghoon, terasa kian mematikan.

Jadi akankah Kyuhyun bersedia angkat kaki dari sana? Sedangkan satu-satunya yang menjadi penawar rasa sesak yang menyiksa kini sudah didepan mata. Hey, jangan bercanda! Persetan dengan rasa kesal yang memonopoli hatinya kini. Dibukanya pintu kamar Yonghoon tanpa ijin. Maka detik itu pula jeritan menghantam gendang telanganya.

“Yaaaa!!! Cho Kyuhyun tutup pintunyaaa!!!”

Begitulah… Saat lelaki tak berdosa itu membuat satu kesalahan besar. Bantal, guling, hingga selimut pun melayang tanpa kira. Yonghoon yang masih setengah berpakaian langsung menendang Kyuhyun keluar dan mengunci pintu kamar.

“Ch, apa bedanya dengan saat dia berbikini?” dengus pria itu melihat reaksi konyol Yonghoon. “Selesai ganti baju, keluarlah! Kita perlu bicara”

~ ~ ~ ~

Hanya satu senjata yang membuat Yonghoon bertekuk lutut, yakni tiramisu dan banana milk. Yang sengaja Kyuhyun pesan dan diantar sekarang juga. Kalau tidak, mana mungkin gadis keras kepala itu duduk manis dihadapannya sekarang. Kyuhyun masih diam, membiarkan si penggila makanan manis itu mengganjal perutnya. Akan lebih mudah bicara dengan Yonghoon saat perutnya tak keroncongan.

“Berhenti memandangiku!” Lama-lama ia risih setelah hampir sepuluh menit Kyuhyun tak kunjung mengalihkan focus almondnya. Senyam-senyum seperti itu membuat Yonghoon takut sendiri membayangkan apa yang berputar di benak Kyuhyun?

“Aku sedang balas dendam” celetuk Kyuhyun.

Tanpa berniat menjeda acara makannya, Yonghoon menatap Kyuhyun dengan santai. “Balas dendam?”

“Ya. Setelah sepekan kehilangan sumber tenaga, biarkan aku mengisi ulang sepuasnya”

Oh My God! Bulu kuduk Yonghoon meremang seketika. Sejak kapan Kyuhyunnya pintar menggombal? Mungkinkah Jonghoon yang telah meracuni otaknya? Meski sedikit kaku namun terasa manis. Semanis tiramisu yang gagal ia telan berkat ucapan maut Kyuhyun.

Well, gadis itu paham sekarang. Apa yang membuat kekasihnya begitu marah. Yang jelas bukan karena dia pergi tanpa pamit. Bukan juga karena ia tak mengirim kabar. Tapi karena rindu yang mematikan hingga membuatnya uring-uringan.

Diletakkannya tiramisu yang tinggal separuh itu dan meneguk susu banana yang masih tersisa, sebelum langkah kaki jenjangnya mengarah ke tempat Kyuhyun berada. Tanggap dengan tindakan Yonghoon, pria itu lantas memperbaiki cara duduknya.

“Pintar!”

Kyuhyun tersenyum mendapat pujian. Dia memang tak ternah lupa dengan hobi Yonghoon yang suka dipangku. Itu masih menjadi posisi favorit Yonghoon saat mereka bermesraan. Karena diposisi itulah ia bisa memandang wajah rupawan Kyuhyun dengan jelas. Menikmati hasil ukiran tangan Tuhan yang begitu sempurna. Hingga Yonghoon tak rela meski hanya berkedip sekali saja.

“Kau pasti sangat merindukanku” tutur Yonghoon disela belaian lembutnya dipipi Kyuhyun.

“Dan ku yakin kau juga merasakannya”

Senyuman pun mengembang diwajah keduanya. Disusul dengan kecupan manis yang pastinya takkan rampung dalam waktu yang singkat. Demi mengakhiri siksa atas kerinduan yang sepekan ini mereka alami.

Tak hanya Kyuhyun. Dusta besar bila Yonghoon pergi tanpa sedikitpun merasakan rindu. Namun tuntutan kerja mengharuskannya berpisah sementara. Tapi Yonghoon janji ini untuk yang terakhir kali.

Mungkin sudah saatnya dia menerima Kyuhyun menjadi bagian dari hidupnya. Saling membagi beban dan merasakannya bersama-sama. Atau sekedar memulai hari dengan berbagi secangkir kopi di tiap pagi. Itulah sebabnya Yonghoon pergi tanpa memberi tahu Kyuhyun. Setidaknya, biarkan ia bersenang-senang selagi masih sendiri.

Disela buaian yang Kyuhyun berikan lewat sentuan lembut dibibirnya. Yonghoon yang masih terperjam merasakan tubuhnya terangkat perlahan. Namun enggan untuk membuka mata, meksi ia tahu kemana Kyuhyun akan membawanya. Tentunya ke sebuah tempat yang akan membuatnya lebih terbuai atas perlakuan Kyuhyun. Cukup mendengar decitan pintu yang menutup rapat dan menghirup aroma pinus yang terpasang dalam ruang kamarnya saja, Yonghoon tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun kali ini ia tak takut lagi. Karena jauh hari sebelum ia pergi, ia telah memantapkan hati.

~ ~ ~ ~

“Kyuhyun-ah!!”

“Kyu!!”

“Cho Kyuhyun, cepat bangun atau ku tendang bokongmu sekarang juga!”

Lihat bukan apa yang coba ia tawarkan? Jadi lupakan semua hal berbau romantis jika berurusan dengan gadis bar-bar satu ini! Jangan pernah sekalipun bemimpi meski hanya sekedar ciuman pagi. Tapi ayolah… Jam berapa ini, Nona? Tidakkah terlalu dini untuk memulai sebuah keributan?

Dengan sangat terpaksa Kyuhyun harus meninggalkan mimpi indahnya. Berat rasanya memisahkan kelopak mata yang baru menyatu beberapa jam yang lalu. Namun harus ia lakukan jika tak ingin menjadi sasaran tendang.

“Ada apa, Yong? Kau ribut sekali” tuturnya masih separuh nyawa.

Kala focus penglihatannya berhasil ia kuasai, Kyuhyun disambut oleh kegundahan yang terlukis diparas cantik Yonghoon. Diraihnya lembut pipi sang gadis yang kini hanya berbalut kemeja longgar miliknya itu. Kekhawatiran pun timbul di benak Kyuhyun. Ada apa dengannya? Mungkinkah ini menyangkut dengan apa yang telah mereka lakukan semalam?

“Aku ingin menagih janji” tercium aroma keraguan dipenggalan kalimat itu. Kyuhyun pun dibuat semakin tak mengerti.

“Janji?”

“Eoh! Janjimu untuk menikahiku setelah kita ‘melakukan’nya”

Jadi inikah alasan Yonghoon membangunkannya di pagi buta? Ohh astaga… Kyuhyun nyaris terpingkal melihat tingkah wanitanya. Hei… Dia itu sedang mengigau atau apa? Pasalnya, masih basah dalam ingatan Kyuhyun, bagaimana gadis itu menolak lamarannya sebulan silam. Lalu kini mendadak ia minta dipinang? Bukankah ini terdengar seperti lelucon gila?

“Hahaha… Yonghoon-ah, kau bercanda?”

Yonghoon melongo sesaat. Kelakar sang pria serasa menghantam harga dirinya sebagai wanita. Apa katanya? Setelah segalanya dia berikan, Kyuhyun kira dia hanya bercanda? Ohh, dimana akal sehatnya?

“Oh ya, kemana perginya ponselku?”

Yonghoon kian meradang saat lelaki itu menghindar dengan mengubah topic perbincangan. Kyuhyun memilih mengobrak-abrik bantal demi telepon genggam itu ketimbang mencoba meyakinkannya. Inilah yang Yonghoon takutkan. Disaat dirinya mulai serius, Kyuhyun malah bersikap main-main.

“Ya!! Cho Kyuhyun!”

Berusaha untuk tetap sabar ketika Kyuhyun mulai mengotak-atik ponselnya. Oke, ia tahu Kyuhyun tengah menguji kesabarannya. Atau mungkin semacam balas dendam atas penolakan yang berulang kali ia lakukan. Namun tak bisakah Kyuhyun menanggapi kesungguhannya saat ini? Setelah melewati malam yang panjang itu bersama, harusnya ia menjadi lebih peka. Namun yang ada Kyuhyun tak kunjung menghiraukannya. Maka tak heran bila kini Yonghoon bangkit dengan darah yang memuncak di kepala.

“Baiklah! Aku tahu kau sedang berbalik mengujiku. Tapi tidakkah kau sadar? Dengan tidur bersamamu, artinya aku telah siap dengan segala hal. Termasuk menamatkan karirku sendiri. Kau tahu bukan betapa berartinya hal itu bagiku?”

“Aku tahu!”

Percaya atau tidak, hanya dua kata itu yang Kyuhyun loloskan dari jeratan bibirnya. Tanpa berniat menambah meski seuntai kalimat saja atau bahkan untuk sekedar memandang Yonghoon. Tapi dengan kurang ajarnya dia malah membuat sebuah panggilan dari ponselnya.

“Berengsek! Berhenti mengabaikanku Cho Kyuhyun!!”

Yonghoon yang tak kuasa lagi menahan amarah bermaksud merampas ponsel sialan itu, namun tangan Kyuhyun yang lain lebih gesit menghalau tindakannya. Bersamaan dengan itu panggilan Kyuhyun ternyata mendapat jawaban.

“Yeoboseo, Eomma…”

Entah dengan motif apa, Kyuhyun berusaha mempertemukan tatapan mereka dengan mengeratkan cengkramannya pada pergelangan Yonghoon. Dapat dilihatnya mata gadis itu memerah dengan genangan embun yang siap terjun kapan saja. Tapi Kyuhyun sengaja tak mempedulikannya.

“Eomma, bisa tolong siapkan pernikahan untukku minggu depan?”

Pernikahan? Ohh tunggu sebentar! Ini Kyuhyun yang tidak waras atau Yonghoon yang salah dengar? Benarkah yang ia maksud adalah pernihakan mereka atau… Namun tidak! Kyuhyun pasti hanya bercanda. Apa ia mencoba mempermainkannya sekarang? Yonghoon yang tak terima, mulai meronta sekuat tenaga. Berusaha melepaskan diri, namun apa yang terjadi? Kyuhyun bahkan tak melonggarkan lilitannya sedikitpun. Seolah ia sengaja agar Yonghoon mendengar semua sampai akhir.

“Mmm… Aku telah berhasil membuatnya mau menikah denganku eomma”

Segaris senyuman diparas tampan Kyuhyun, seakan menjawab keraguan dibenak Yonghoon. Kini ia tak bisa berkata apapun. Bahkan darah yang sempat berkumpul diotaknya perlahan mulai turun. Dan satu hal yang ia sadari, bahwa dirinya baru saja terjerat dalam jebakan seorang Cho Kyuhyun.

“Mmm, gomawo eomma. Saranghae…”

Setelah semua yang ia dengar, Yonghoon merasakan dirinya tak bertenaga lagi untuk sekedar berdiri. Tulang-belulangnya kini seolah tak berfungsi, hingga tubuh lunglai itu pun ambruk. Disusul oleh tetes demi tetesan air mata yang sudah tak mampu dibendungnya. Entah apa yang membuatnya ingin menangis sekarang. Hatinya dipenuhi rasa kesal, marah, senang, dan juga haru yang bercampur aduk menjadi satu. Meksi kebahagiaan sejatinya mulai bertahta direlung hatinya.

“Berengsek! Kau telah mempermainkanku Cho Kyuhyun” cibirnya ditengah linangan air mata.

“Ya, kau benar”

“Kau memang jahat!”

“Aku setuju!”

“Kau gila!”

“Mmm, kurasa itu juga benar. Tapi itu semua karenamu”

“Aku benci padamu, Kyu!”

“Benarkah? Tapi yang terlihat sekarang adalah Song Yonghoon yang begitu mencintaiku. Terlukis jelas dimatamu, sayang.” Jemari itu terulur menghapus jejak tangis akibat sandiwara yang ia ciptakan. Sejatinya Kyuhyun juga tak menginginkan cara ini, namun ia bosan dengan Yonghoon yang selalu mencari perkara dengannya. Jadi jangan salahkan dia!

“Ch, menyebalkan!”

Baiklah… Tampaknya gadis itu menyerah. Boleh dikatakan Kyuhyun yang unggul dalam ronde kali ini. Setelah sekian lama ia bersabar dangan segala bentuk menindasan oleh gadis serampangan itu, akhirnya disatu titik ia berhasil melumpuhkan Yonghoon.

“Jadi mulai saat ini kau telah menjadi milikku seutuhnya. Mengerti?” ujar Kyuhyun setelah perdebatan mereka usai. Lelaki itu kini bersandar di kepala ranjang dengan Yonghoon yang menjadikan pahanya sebagai bantal. Tampaknya ia  menikmati sentuhan jemari Kyuhyun yang kini menyapa helaian rambutnya.

“Hei, kau bahkan belum melamarku lagi!”

“Ck, aku bosan melakukannya. Coba hitung sudah berapa kali kau menolak lamaranku!”

“Lalu, bagaimana seandainya kini aku menolakmu?”

“Jika itu sampai terjadi, mungkin kita harus mengulang kegiatan semalam hingga kau ingat betapa banyak benih yang ku taman didalam rahimmu, sayang. Bagaimana? Apa kau setuju?”

“Sialan! Jangan bilang kau sengaja menggunakan rencana busuk itu agar aku mau menikah denganmu, Kyu!”

“Binggo!”

“Mworago???”

.

.

.

-END-

tumblr_o1vg03lqdr1tdjy6po1_500
Yong
b1d4c7f63_copy
Kyuhyun

Welcome Home Yongie~ \^o^/

Kkk… Iseng bikin kejutan saat dia pulang…. 😀

Advertisements