rbvagvtq8ewaxfxgaalhesc7lmo331

_Terima kasih, berkat dirimu aku tahu apa itu cinta yang menyedihkan_

.
.
.

“Yong, ini sudah empat tahun sejak putus dengannya. Apa kau tak berminat lagi pada lelaki?

“Aku masih normal, Cho Kyuhyun!”

“Lalu kenapa masih betah sendiri?”

“Apa sendiri itu dosa?”

“Jelas dosa besar, karena kau pasti akan terus menggangguku. Merusak malam mingguku, dan merecoki jatah kencanku”

“Wow! Sehebat itukah diriku?”

“Ya. Bukankah kau ahli dalam mengacaukan kencan romantis seseorang. Terakhir kali kau datang saat aku nyaris menciumnya. Dasar tidak pengertian! Katakan, sakit perutmu waktu itu hanya pura-pura bukan? Kau pasti sengaja ingin menggagalkan rencanaku”

“Hei, aku datang hanya untuk meminta uang. Dompetku tertinggal dan aku tak punya sepeserpun untuk membeli obat. Bukankah sudah kujelaskan dulu? Kau saja yang sok panik dan bergegas mengantarku pulang. Itupun bukan aku yang minta”

“Lalu haruskah aku pergi setelah memberimu uang? Melanjutkan acara ciumanku yang tertunda, dan membiarkanmu begitu saja?”

“Kalau kau memang merasa terganggu, kenapa tidak?”

“Sial! Harusnya memang itu yang ku lakukan”

“Tahu apa artinya Kyu? Kau peduli padaku”

“Tentu saja, kau ini kan temanku”

“Yakin hanya karena itu?”

“Lalu apa lagi? Tunggu! Jangan bilang kau menyukaiku!”

“Ya”

“Apa?”

“Aku menyukaimu”

“Hehei, aku takkan tertipu lagi? Dulu kau bilang suka padaku tapi esok hari kau berkencan dengan pria lain”

“Itu karena kau yang minta”

“Ya! Kalau kau memang menyukaiku, kenapa kau mau melakukannya?”

“Karena kupikir itu bukan ide yang buruk”

“Ch, jawaban macam apa itu?”

“Kau menyuruhku berkencan dengannya, artinya kau menolakku. Tapi jika itu bisa menyadarkanmu, membuatmu berpikir bahwa kau kehilangan diriku, kenapa tidak?”

“Astaga! Dapat dari mana teori menyedihkan itu? Hanya idiot yang melakukannya”

“Aku tahu”

“Ya! Aku hanya bercanda Yong. Kenapa kau jadi melankolis begini? Sungguh tidak cocok. Sudahlah, lebih baik cepat temukan belahan jiwamu yang sesungguh daripada terus mengumbar kata cinta”

“Aku sudah menemukannya”

“Benarkah? Sejak kapan? Dan bagaimana orangnya?”

“Sejak sekitar empat tahun yang lalu. Dia adalah pria yang manis tapi sekaligus menyebalkan. Pria yang cerewet tapi sangat peduli padaku. Pria yang selalu melindungiku tapi justru dialah yang paling menyakitiku. Pria yang dulu sering mencuri kotak bekalku. Mengganggu tidur siangku. Memaksaku mendengarkan celotehannya tentang gadis itu tanpa memikirkan bagaimana perasaanku”

“Tunggu! Kau seperti sedang menyindirku”

“Bagus kalau kau sadar”

“Jadi itu aku?”

“Ya”

“Berhenti bercanda Yong! Ini mulai tidak lucu”

“Aku memang bukan pelawak”

“Kali ini kau serius?”

“Perlu kau tahu bahwa dari dulu hingga detik inipun, aku selalu bersungguh-sungguh”

“Yonghoon-ah aku…”

“Kuterima undangan ini. Tapi maaf, aku menolak untuk datang. Kau pasti paham alasannya bukan? Bahkan aku tak sanggup walau hanya mengucapkan selamat atas pernikahanmu. Maaf,tapi ku harap kau bahagia. Tidak! Berjanjilah untuk selalu bahagia. Doaku selalu menyertaimu Cho Kyuhyun. Terima kasih dan juga selamat tinggal”
.
.
.

End_

Advertisements